
Sesudah memulangkan Surtini ke rumahnya, Buntas dab Datin langsung pulang, karena sudah jam tiga sore lebih. Sesampai di Concat, Buntas langsung pamit pulang, dan janji besok dia mau ikut mulai dari pengajian di Manding sampai dengan acara dirumah Datin. Datin rencananya terpaksa memesan makanan dari café Canting Tirtodipuran beberapa menu tambahan karena besok selain Keluarga pak Mardi; keluarga Yudi dan pak Danu; Buntas dan Yudis serta kalau jadi bu Dibyo mau bertandang ke Concat.
Wah anak anak bagaimana kabarnya tuh? Aku lupa belum telpon lagi, terakhir telpon hanya ngecek anak anak lagi nonton TV sama eyang jam 11 siang tadi. Batin Datin. Begitu dia buka kulkas mau ambil lemon water mendapati kulkasnya penuh tapper ware, freezernya penuh plastik, Datin manggil Lilis : “ Lis…….ini kiriman dari Semarang ya?”
“ Tadi pak Yudis kesini bu sama anak anak, bawa ini semua sampai kulkas penuh dan isinya yg lain saya keluarin.” Jawab Lilis.
“ Lho jam berapa tadi? Kok aku gak ditelpon?” tanya Datin.
“ Tadi sekitar jam duabelas, tadinya nunggu ibu sampai satu jam lebih terus beliau pergi ngajak makan anak anak keluar. Sepertinya pak Yudis telpon ibu beberapa kali tapi gak diangkat.” Jawab Lilis.
Setelah Datin ngecek ke hpnya ternyata memang ada beberapa miscall di hp Datin dari Yudis. Langsung Datin telpon balik. Perasaannya gak enak, ninggal anak dengan hp tidak siap angkat, Datin benar-benar sungkan sama Yudis.
“ Hallo………., aduh maaf mas aku tadi gak dengar, karena lagi umyek sama tukang ngukur-ngukur halaman rumah Manding, terus disambung Surtini kesana, jadi ngobrol bertiga sampai siang. Aku kan minta tolong Buntas gambar rencana untuk rumah singgah di Manding itu.”
Hmmm kalau sudah sama teman temannya , telpon dari anak juga lewat. Ada apa sebenarnya Datin dengan Dipto ini ya? Batin Yudis yg merasa gak sreg saja dg kehadiran Buntas.
“ Baru pulang Tin?”
“ Ya jam 3 tadi mas.”
“ Itu sudah aku drop udang sama cumi dllnya ya.”
“ Iya mas terimakasih, ini sedang aku pilah.”
“ Aku tadi dari Semarang, naruk baju ke Palagan dan nyamperin anak anak langsung ajak ke Concat untuk naruk box seafood kesana sambil rencananya jemput kamu makan. Tapi dibel bel, mau aku susul ke Manding, eh… gak diangkat, anak anak keburu lapar, ya sudah aku bawa saja. Ini baru sampai ke Palagan lagi, mau tidur sebentar, capek dari tadi pagi nyetir sendiri dari Semarang.” Kata Yudis.
“ Maaf banget mas, ya sudah mas Yudis istirahat dulu, nanti sore aku kesana ya.” Kata Datin, dia menyesal banget sampai tidak ketemu saat Yudis kerumah.
Yudis masih gondok, tapi dia merasa apa haknya untuk jengkel sama Datin. Akhirnya dia mencoba tidur. Anak anak sudah tepar disampingnya.
Datin mengecek apa saja yg dibawa Yudis. Ternyata ada cumi segar; 2 macam udang yaitu jenis jerbung dan udang kipas, ikan kerapu, dan remis. Ada dua box stereofoam besar bekas tempatnya numpuk didapur, karena isinya sudah dipindah ke kulkas yg besar.
Datin menelpon café Canting: “ Hallo, Datin disini, dengan siapa ini saya bicara?” ……oh mas bos sendiri to? Hahahaha…….begini mas Panji aku mau minta tolong besok disediakan satu koki dan asistennya untuk masak bebakaran dan mungkin ada semacam sup dan steam ikannya juga. Itu kulkasku penuh kiriman dari Semarang, sampai pusing aku ngeliatnya saking banyaknya.”
“ Siyap ibu ratu, hehehehe…..aku kesana atau bagaimana untuk atur menunya?” tanya Panji keponakan bu Danu, yg sekarang sudah menjadi chef utama di Canting Café.
“ Saya yg kesana saja malam ini sekalian makan kesana, sudah lama kangen pastanya mas Panji.”
__ADS_1
“ Siyaaap, saya tunggu, kebetulan saya sampai malam nanti dinasnya. Ini baru datang.” Kata Panji, dan sekarang sudah jam 5 sore.
Datin sebenarnya capek banget, tapi karena ada rasa takut atau sungkan sama Yudis, dia abaikan capeknya.
Baru mau masuk kamarnya dan mau mandi ibunya negor: “ Kamu itu kemana saja to nduk? Tadi nak Yudis nunggu disini dan telpon kok ya gak kamu angkat. Kamu itu seperti masrahkan bongkokan ke Yudis disuruh momong anak, terus kamunya kemana, kan ya gak enak. Mana dia seperti kecapekan, anak-anak nempel aja sama dia karena mungkin mereka juga kangen.”
Badan Datin semakin gatelan, merasa bersalah: “Ya ini bu aku mau kesana.”
“ Iya gih segera cepet kesana, gak enak. Sudah tahu belum itu duuuuh….. ikannya banyak banget! Siapa yg mau habisin itu, untuk sekampung juga cukup?” bu Parinah nyerocos terus.
Sehabis sholat magrib Datin sudah meluncur ke Palagan naik taxi yg kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah Datin. Didepan pintu pagar Datin ketemu bu Dibyo lagi habis mengantar tetangga pulang,: “ Lho kamu Tin, itu Yudis didepan TV sama anak-anak sehabis sholat magrib, langsung saja kesana.”
Sesudah salim sama bu Dibyo, Datin masuk keruang keluarga, anak-anak melihat Datin teriak bareng :” Ibuuuuuu……” mereka menghambur. Diciuminya kedua anak itu karena Datin sebenarnya juga kangen.
Yudis tersenyum menyambut Datin, seperti capeknya hilang saja kalau ketemu wanita satu ini, meskipun tadinya jengkel dan sepertinya cemburu.
Mereka cipika cipiki, kemudian Datin duduk disofa TV di disamping Yudis, karena memang bentuk sofanya satu panjang dg yg paling ujung ada L shape nya untuk tempat kaki, diujung tsb Yudis duduk sambil meluruskan kakinya.
“ Bagaimana mas, kerjaan sudah beres semua? Duh sampai diujung tahun juga gak ada istirahatnya.” Kata Datin simpati. Perhatian dengan sapaan lembut seperti inilah yg menyebabkan capek Yudis hilang.
“ Lha ini sekarang aku kan istirahat.”
“ Disimpan kan ya bisa to Tin.”
“ Mas Yudis lupa kalau aku itu tinggalnya di Jakarta ya?”
“ Mas Prayudi kan ada di Yogya to?”
“ Bagaimana masih capek ya? Males keluar ya?” tanya Datin.
“ Mau keluar kemana, ayok aku antar kalau mau keluar, capek itu di Semarang, di Yogya ya gas puol tujuannya.” Jawab Yudis semangat.
“ Ya itu tadi, aku butuh koki untuk masak seafood. Kalau aku kerjakan sendiri gak mampu aku. Aku sudah janjian sama anak Canting Café malam ini. Nanti sekalian makan malam disana. Ya makan ala-ala café yg kenyangnya gak nendang kalau untuk orang lapar. Ok gak mas?” tanya Datin.
“ Kebetulan banget, tadi siang kan kita sudah makan kenyang ala Nusantara, malam ini tepat kalau memanjakan anak anak dengan makanan mereka, seperti burger- spagheti - spicy wing, bangsa begitu bocah doyan banget. Yuuk aku ganti baju dulu.” Kata Yudis sambil bangkit mau ganti baju.
“Bu Dibyo, monggo dahar di Canting Café, ada pumpkin cream soup, enak bu, sekalian momong bocah.” Ajak Datin.
__ADS_1
“ Tin aku istirahat saja malam ini, besok katanya aku mau diajak ke rumahmu sama Yudis. Sudah sana itu anak anak sudah selesai ganti baju.” Kata bu Dibyo.
Akhirnya mereka ke Tirtodipuran, café nya baru selesai direnovasi, terasa lebih cozy sekarang. Mereka sudah disambut Panji diruang vip.
Suasana CH Tirtodipuran lumayan rame, karena banyak touris asing yg menginap disekitar Tirtodipuran dan Prawirotaman saat liburan akhir tahun.
Yudis ketemu koleganya orang Australia, dia terlibat ngobrol sebentar dengannya sebelum menyusul masuk café. Mereka ngobrol sambil menengok rombongan Yudis, mungkin Yudis bilang kalau sudah ditunggu, jadi dia pamit terus nyusul kedalam.
Anak anak seperti bahagia sekali mereka bisa pergi bersama orang tua mereka, mereka memesan makanan favourite masing masing.
Sambil menunggu masakan dihidangkan, Panji dan satu koki yg akan bantu Datin menghidangkan makanan besok membahas masakan yg akan disajikan besok.
“ All seafood bu Datin?” tanya Panji.
“ Lha bahannya saja sudah segitu banyak, kalau ditambah menu lain gak bakal kemakan salah satunya.” Jawab Datin…..”nanti kerapunya di sup dan sebagian di steam mas, untuk para pini sepuh.” Order Datin.
“ Siyap, terus ini udang kipasnya sebagian dibelah masak black pepper dan sebagian masak saus telor asin; jerbung nya saja yg dibakar dan cumi sebagian dibakar dan sebagian digoreng tepung, nanti dibikinkan saus tempura.” Panji menyampaikan rangkaian menunya.
“ Mas Panji besok ikut kesana ya!” ajak Datin.
“ Loh bagaimana, saya harus hadir sendiri disini besok. Kan kita siapkan spesial menu untuk old n new di Canting Café ini. Dan sudah banyak yg reserved. Saya harus pastikan sendiri disini. Kan bu Datin motto nya jangan biarkan duit mengalir tanpa mampir, kawal sampai mampir! Hahahahaha……..”kata Panji menegaskan pesan awal Datin ke setiap insan CH.
“ Alhamdulillah sudah membudaya! Ok tks.”
“ Bu…… Yasmin mau pipis.” Kata Yasmin ke Datin.
Datin mengantar Yasmin ke lavatory atau washroom yg berada dikoridor antara Café dan show room fashion. Pas di washroom tsb dia ketemu kolega Yudis orang Australia yg tadi ngobrol sama Yudis sebelum masuk Café.
“ Hallo mrs Yudistira, I am George or just call me Jodie and here is my wife, Jill, I am mr Yudistira’s colleague. Nice to meet you. Sorry, I can’t joint you since my son has been waiting for me at the Hotel.” Kata Jodi ke Datin sambil mengenalkan dirinya dan istrinya.
“ Ah….hai, nice to meet you too. What a pity, someday I hope we can meet again.” Jawab Datin.
Sambil balik ke tempat duduknya Datin mikir apakah Yudis tadi mengenalkan dia sebagai istrinya. Ah sudahlah masa bodo batin Datin.
“ Mas aku ketemu temanmu Jodie dan Jill.” Kata Datin
“ Oh….yaitu tadi yg ngobrol sama aku didepan, kata nya anaknya ulang tahun nunggu di hotel, dia mau beli kado baju untuknya katanya. Tak ajak kesini gak mau. Tahunya masih disini dia ya.”kata Yudis kalm tanpa grogi. Berarti Jodie yg salah nebak saja.
__ADS_1
“ Iya dia bilang buru-buru tadi.” Jawab Datin.