
Datin sudah kembali disibukkan kegiatannya antara boutique, kursus, Bimo. Bulan Juli tahun 2006 ini juga Bimo akan masuk SD.
Pagi ini Senin 03 April 2006 ada pertemuan orang tua murid di TK Bimo, Datin menyempatkan hadir sekalian ingin konsultasi perkembangan putranya ini.
Saat giliran Datin dipanggil menghadap pembimbing Bimo, bu Umi, wali kelas tersebut menyampaikan record Bimo : “ Ibu,…….wah selamat ya bu, Bimo putra ibu mempunyai kecerdasan yg melebihi rata rata teman seusianya. Dia selain aptitudenya bagus, juga mempunyai kecerdasan emosi yg excelent. Anaknya bertanggung jawab dan mempunyai empati yg bagus bu. Ibu bisa periksa dari catatan yg ada di laporan lampiran raportnya.” Kata wali kelas Bimo sambil menyodorkan raport nya.
“ Terimakasih bu.” Hampir tidak sempurna Datin mengucapkan terimakasih tadi karena tenggorokannya tersumbat menahan haru. Betapa bangganya dia sama Bimo. Kemudian dia menghawatirkan usianya yg pada saat tahun ajaran baru nanti baru menginjak 6 tahun.
“ BU, usia Bimo yg baru enam tahun besok juni ini apa bisa daftar SD?” tanya Datin.
“ Begini bu, tadinya itu merupakan kendala terhadap aturan yg ada, tapi TK kita tidak menutup mata untuk anak anak yg outstanding atau punya kemampuan lebih. Kita juga punya psikolog untuk mengevaluasinya. Dan Bimo dengan recordnya dan pengantar dari sekolah dilampiri catatan phsicolog, alhamdulillah banyak yg mau menerima, terutama sekolah swasta plus plus. Bahkan sekolah tsb juga menyediakan program akselerasi untuk siswa yg luar biasa. Salah satunya di Labschool.”
Pulang dari sekolah Bimo, Datin makan di resto Kem-Chick dibawah apartemen, dia makan burger kem-chick dan makan es cream kesukaan Bimo. “ Ibu …..Bimo boleh minta dua es cream nya?” tanya Bimo.
“ Untuk hari istimewa ini Bimo boleh makan es cream dua, karena Bimo prestasi sekolahnya bagus. Terimakasih ya Bimo sudah jadi anak ibu yg baiiiik.” Jawab Datin sambil memeluk dan mencium Bimo.
“ Raport Bimo bagus ya bu? Gambarnya bagus juga bu?” tanya Bimo, Datin mengangguk dan tersenyum. Sebenarnya Datin ingin menemani Bimo sehari ini, namun dia ingat ketertinggalannya mengerjakan tugas di kuliah onlinenya kemarin, terus dia berniat konsultasi ke Ichikawa siang nanti.
Sesudah mengantar Bimo naik ke apartemennya, Datin pamit bu Parinah kemudian pergi lagi. Datin ke Boutique ambil tugas kursus, terus janjian dengan Ichikawa ke coffee shop President Hotel seperti biasanya untuk asistensi. Sekitar ashar Datin sudah sampai di boutique lagi. Dia lega sudah menyelesaikan tugas tugas yg ketinggalan kemarin dan segera mau mengup-load. Saat sehabis sholat ashar, kira kira jam setengah lima sore Datin terima telpon dari Carla.
“ Tin, aku BB kok tidak dijawab, sedang sibuk ya? Aku telpon takut ganggu kalau pas meeting atau apa.” Suara Carla dari seberang sana.
“ Aiiiis….maaf, BB aku taruk dalam tas terus karena aku tadi lagi asistensi tugas ke mentorku, ini baru sampai boutique lagi dan selesai sholat, maaf maaf, ya apa kabar Carla, Yasmin bagaimana? Aku belum sempat telpon?” tanya Datin.
“ Itu dia……. Aku mau curhat. Selama ini aku yg mewakili almarhumah untuk urusan sekolah Yasmin. Gurunya mengeluh, menyayangkan Yasmin yg sebenarnya anaknya pinter tapi untuk kenaikan kelas ini raportnya banyak yg turun nilainya!” jawab Carla.
Muka Datin seperti disiram air panas, dia sedih dan merasa amat bersalah. Dia kan sudah janji untuk mengawal Yasmin, namun dia memang pisah kota jadi agak terkendala. Dia terdiam.
“ Tin, kamu masih disitu??” tanya Carla.
__ADS_1
“ Oh eh….iya iya, aku lagi mikir bagaimana cara mengatasinya. Aku salah, aku belum telpon Yasmin lagi akhir-akhir ini. Apa aku ke sekolah Yasmin ya besok. Pakai pesawat pagi dan pulang sore begitu. Ah aku bisa Rabu, lusa jadinya. Besok ada urusan ke Kadin. Bisa nemani? Atau bikin janji sama wali kelasnya sajalah, aku gak ada kontaknya.” Kata Datin.
“ Rabu ya?, ok aku ikut konsultasi, nanti kamu tak jemput di bandara terus kita ke sekolah, makan siang terus istirahat dirumahku bentar, terus tak antar ke airport lagi. Bagaimana??” tanya Carla.
“ Duh……service excelent bener nih! Boleh boleh….! Tapi…….by the way bagaimana nih nanti bapaknya apa gak tersinggung ya? Aku lancang tanpa ijin dia?”
“ Ya, sebaiknya kita ngomong dululah ya, ini anak orang, ya meskipun keponakanku sendiri. Aku kan karena diminta tolong sama mas Seno dan mas Yudis sendiri. Apa bagaimana ya? pura pura kebetulan aja dulu gimana? Aku bener bener butuh seseorang untuk berbagi urusan Yasmin ini. Takut salah nangani anak orang.” Tegas Carla.
“ Aku, kalau salah salah banget sih enggak. Mamanya sudah pernah bicara agar aku ikut mengawal perkembangannya Yasmin. Mas Yudis sendiri minta aku sering sering telpon Yasmin, cuma aku akhir akhir ini agak padat, jadi tertunda. Dah ntar malam atau besok malam aku tak telpon mas Yudis.”
“ Ah ya begitu saja. Akhir akhir ini mas Yudis sibuk rapat rapat terus nih. Sepertinya calon kuat periode berikut untuk kadin Jateng.”
Esoknya, Selasa jam 11.00 Datin telpon Yudis, tapi gak diangkat, kemudian kirim pesan via BB, juga sampai siang belum direspon.
“ Wah pasti sibuk nih, ditelpon dan BB saja gak sempat jawab, padahal aku kan tergolong jarang menghubungi mas Yudis kalau gak penting penting amat. Bagaimana mau ngurus anak dia.” Batin Datin
“ Halo sayang……sedang apa ini? Sudah pulang sekolah kan? Sudah dirumah kan? Tanya Datin.
“ Ha ibuuuu…….aku sudah dirumah, tadi diantar tante Carla. Waktu itu Yasmin disuruh bu Ani ajak orang tua ke sekolah, aku mau telpon ibu, tapi sama papa aku disuruh diantar mamanya Keisya saja.” Jawab Yasmin kelihatan senang dapat telpon dari Datin.
“ Oh tiap hari Yasmin diantar pulang tante Carla ya?”
“ Enggak….. biasanya diantar papa, nanti di jemput mang Diman kalau enggak papa sendiri. Tapi papa kan lagi sakit, tadi pagi dari dokter terus pulang bobok, sampai sekarang belum bangun.” Jawab Yasmin.
Deg! Hati Datin tercekat.
“ Astagfirullahhaladziem……kasihan kamu Yasmin sebatang kara tanpa teman, mamanya sudah wafat, papanya sakit, dia hanya sama pembantu. Belajar sama siapa dia, siapa yg membimbing mendidik dia dirumah?” Batin Datin sambil melelehkan air mata.
“ Ok Ias, besok ibu ke Semarang ya, ibu mau kesekolah Yasmin, nanti ibu sama tante Carla jemput Ias.” Kata Datin sambil air matanya mengucur deras.
__ADS_1
“ Aseeeek….bener ya bu…..ibu jemput Ias disekolah? Aseeek…..!” teriak Yasmin kegirangan.
“ Ampuni, maafkan aku mbak Milaaaaa.” Batin Datin
Jam tujuh malam saat Datin selesai cuci piring, hp nya berdering, pasti dari Carla batinnya. Dia angkat, ternyata suara Yudis dari seberang sana.
“ Tin……maaf baru telpon. Iya Ias bilang kamu besok mau ke Semarang. Kesekolah Yasmin ada apa ya Tin, kok aku gak dikasi tahu gurunya?”
Datin bingung menjelaskannya, “ Enggak, begini lho mas, aku hanya pingin konsultasi saja ke gurunya, siapa tahu ada yg bisa disuruh nemani Yasmin belajar. Mas Yudis sedang sakit ya? Sakit apa mas?”
“ Ah enggak, Yasmin ngarang saja itu!” jawab Yudis.
“ Waduh mas Yudis ini, lha tadi aku telpon dan aku BB gak dijawab, dan saat aku telpon Yasmin, dia bilang papa nya sakit dari siang tadi. Mbok ya gak usah gengsi bilang sakit to mas, lha penyakit itu tidak pandang bulu nyerang siapa saja kok, termasuk yg sedang sibuk mencalonkan diri jadi Ketua Chamber de Commerce Jateng ini.” Sindir Datin sambil bercanda.
“ Hahahaha…….….ah bisa aja kamu Tin, duh sakit kepalaku kalau ketawa ini. Bener ya kamu BB aku tadi? Maaf BB aku tinggal di ruang kerja, aku tidur tadi.” Jawab Yudis, sambil megang kepala kesakitan.
“ Nah ya, baru ngaku sakit sekarang. Mbok ya jangan ngoyo to mas, kasian Ias gak ada teman.” Lancang Datin ngomong begitu, dia menyesal.
“ Iya,…..terimakasih diingatkan. Aku juga sebenarnya males, tapi konco konco itu lho semangat sekali dukung aku. Dah, ganti topik…… besok aku jemput jam berapa?, nanti kan kita bisa ngobrol banyak sesudah ketemu.” Kata Yudis
“ Wis mas gak usah, aku besok kan dijemput Carla, ini sudah diatur Carla, besok aku tinggal ngglinding. Kalau beres aku langsung nengok mas Yudis.”jawab Datin.
“ Aku sudah sehat sekarang, setengah hari tidur karena dikasih obat, sekarang seger. Besok ketemu di sekolah Yasmin?” desak Yudis.
“ Enggak, aku yg ke Candi, aku ingin ngopi di balkon! mas Yudis istirahat saja.” tegas Datin.
“ Siyaaaap, pingin disediain apa?” tanya Yudis.
“ Hiiii-ich, sudah ah, assalamuallaikum.” tutup Datin
__ADS_1