
Paginya jam 07.00 mereka sudah berada diruang sarapan. Datin duduk berseberangan dengan Susan, tiba tiba Yudis datang bersama Minati dan langsung Yudis mengambil tempat disamping Datin, otomatis Minati mengambil tempat disamping Susan.
Datin belum mengambil apapun, karena masih mengagumi interior ruang makan tsb. Dia mengambil tempat duduk yg menghadap jendela sehingga menara Eiffel bisa tampak dari tempat duduknya.” Aku suatu saat harus ngajak Bimo kesini, biar Bimo berimajinasi dengan otaknya yg cerdas itu.” batin Datin, yg tiba tiba saja dia kangen banget dengar pertanyaan pertanyaan nya yg cerdas itu yg dia sampai kuwalahan menjawabnya.
Tiba-tiba Yudis membawa 2 cangkir kopi hangat, dan menyodorkan ke Datin :” Bu, ini pesanannya seperti biasa, black coffee single tanpa gula.” Kata Yudis sambil tersenyum.
Datin tertawa sambil mengusap-usap punggung tangan Yudis tanda terimakasih: “ Terimakasih, that’s very kind of you sir!” ucap Datin.
“ My pleasure….” Jawab Yudis dengan tersenyum manis ke Datin. “ Beliau ini wanita cantik penggemar kopi pahit.” Jelasnya pada semua.
Sedangkan dilain pihak Minati sibuk mengambilkan Croissant, baguette dan perlengkapan isinya untuk Yudis.
Yudis mencoba menyoletkan sedikit pate de foie canard atau pasta hati bebek ke sepotong roti baguette kemudian disorongkan ke Datin, “Tin kamu harus coba ini, disini hati bebek itu makanan terkenal dan mahal, just try a bit Tin.”
Dan Yudis bikin sepotong lagi yg sama untuk Susan. Meskipun terasa asing dan agak geli, tapi Datin menghormati Yudis yg sedang mengenalkannya dengan berbagai menu Internasional. Dan setelah dicoba ternyata enak, Datin suka. Yg menjadi tidak enak itu karena makanan tadi diambilkan oleh Minati untuk Yudis, tapi Yudis meramunya untuk Datin dan Susan.
“ Disini, bebek atau canard itu digemukkan dg dipasung katakanlah begitu, gak bisa gerak dan dibikin sakit hati dalam tanda kutip, nanti hatinya itu bengkak sampai bisa segede mangkuk itu lho, baru sesudah itu dipotong, dagingnya dimasak sendiri dan hatinya dimasak khusus begitu, yg harganya cukup mahal.” Cerita Yudis sambil menunjuk mangkuk yg ada dimeja saji.
Sesudah selesai sarapan, mereka kembali ke kamar masing masing untuk bersiap ganti baju, atau kebelakang dulu, baru kumpul lagi di Lobby jam 08.30
Sesampai dikamar Susan mengutarakan keheranannya : “ Iya kan bu, jelas tadi bu Minati memperlakukan pak Yudis so sweet banget, tapi kurang pada tempatnya menurut saya. Karena bikin gak nyaman pak Yudisnya.”
“ Ya memang kalau aku yg wong ndeso ini agak risi melihatnya, tapi mungkin begitulah style pergaulan high end.” Kata Datin memang agak merinding juga. Lebih merasa hawatir kalau sampai Yudis terjebak.
“ untuk menetralkan suasana tadi pak Yudis bagus banget sikapnya, dengan melayani semua, bagus….sikap dewasa tingkat dewa, yg hanya terpikir dari orang bijak yg banyak pengagumnya. Usaha untuk menyeimbangkan suasana.” Ujar Susan.
__ADS_1
Datin berbusana dan merias wajahnya secara spesial saat pembukaan pameran ini. Kain batik sutera motif daun daunan yg warnanya mixed merah maron-kuning kunyit busuk-coklat-hijau tua-garis hitam untuk rantingnya, yg dia pakai dengan menyisakan sebagian lembar kain untuk dibiarkan terlepas seperti wiron didepan. Kain dengan panjang sampai batas mata kaki, namun Datin memakai dalaman leging supaya tidak kedinginan tersentuh kain sutra tsb. Blouse model kebaya Kartini warna hijau tai kuda dari bahan rawsilk thailand rancangan Anne Avantie. Dipadu dengan kalung pas leher dari untaian batu tiger ice yg warnanya coklat blirik kuning dengan anting yg senada. Dia memakai sepatu wedges dan clutch hitam yg serasi dengan busananya. Rambutnya dia sanggul simpel, dengan make up flawless yg menonjolkan kehalusan kulit wajahnya sehingga kecantikannya terpancar keluar. Secara keseluruhan penampilan Datin sangat elegan dan menakjubkan. Demikian juga Susan yg berbusana menyesuaikan dari koleksi CHK.
Tepat setengah sembilan pagi mereka sudah kumpul di Lobby dan langsung berangkat. Sedangkan para staf sudah didrop duluan sejak jam 08.00 tadi.
Sesampai di pavilion Indonesia Datin papasan dengan Buntas yg meskipun sudah mandi tapi masih mengenakan baju yg kemarin, karena datang hanya untuk mengecek memastikan semua beres. Dia tertegun dan berhenti sejenak, kemudian menyapa: “ Bonjour Datin, tu es tres belle, sungguh Tin.” Dia memuji Datin dengan pandangan kagum, kemudian baru cipika cipiki.
“ Terimakasih, meskipun aku gak ngerti maksudmu, tapi karena sudah berusaha menyapa, ya saya sangat bahagia dan berterimakasih.” Jawab Datin yg memancing tawa yg mendengar.
“ Dia bilang you look so beautyful, memang bener bu, pak Dipto bicara jujur.” Minati menjelaskan.
“ Ya….ya dong honestly, jujur aku. Ayok aku pamit dulu, ada urusan yg lain. Saya harap nanti siang atau sore bisa ketemu lagi, kalau pas makan.” Sambil menyalami yg lain, dan tidak lupa menengok Datin sekali lagi sambil meninggalkan senyum manis.
Sekali lagi Yudis merasa ada yg tidak pas Buntas memperlakukan Datin seperti itu, mengapa sampai keduluan Buntas yg memuji. Pada saat ketemu di lobby hotel pagi tadi tidak ada kesempatan karena semua dalam kondisi buru buru berangkat. Cemburu?
Khususnya saat acara Fashion Show, berbagai busana dari beberapa negara peserta yg dibawakan oleh model dari perancis ini sangat menyedot audience, pas tiba giliran batik Indonesia dengan busana rancangan para designer ternama Indonesia sangat disambut dengan antusias.
“ Bu Susan, alhamdulillah baju baju kita banyak peminatnya, meskipun jujur bu aku kalau disuruh makai agak gak tega, pating slawir koyo wong stres (berjuntai dan tidak casual). Mungkin karena peragawatinya tampil yakin dan terlatih secara profesional jadi membawakannya dengan pede, jadi enak dilihat. Ini kan memang baju untuk show.”
“ iya bu, tapi kalau untuk pesta saya masih berani lho bu.” jawab Susan……” nah…nah kalau yg itu mungkin bu Minati cocok.” Candanya. Yg dimaksud itu adalah baju batik kelengan atau hitam putih kombinasi perada dengan lengan sebelah 3/4ketat dan sebelahnya tanpa lengan dengan dada rendah sampai separo *********** terexpose. Wouw.
Meskipun itu hari kerja, tapi pengunjung selain para undangan sampai malam masih cukup banyak. Dan jangan ditanyakan lagi Bed cover spectakuler sudah laku sejak pagi, padahal hanya bawa 3, namun order minta dikirim cukup banyak. Pembeli adalah hotel bintang 4 dan 5 untuk excecutive roomnya. Petugas transaksi di area pameran cukup kewalahan.
Datin dan Susan tidak sempat makan siang. Banyak yg minta untuk berfoto bersama Datin ataupun Susan. Juga Datin sibuk tutorial memakai kain ala dia, yg bagi Datin itu makanan sehari-harinya yg dulu Datin belajar dari Anne Avanti. CH membawa stock kain batik silk murni maupun yg cotton silk, yg bisa dipakai seperti model kain Datin. Itulah yg laris tidak tersisa untuk stock yg dipameran, tinggal yg dihotel Art, dan akan dibawa besok untuk para pemesan yg blm kebagian hari ini. Pameran ini cerdas karena banyak mengundang berbagai woman’s club
Selain itu baju haute couture rancangan para designer ternama Indonesia juga laris dan yg terpajang banyak yg ditempel dengan kata sold.
__ADS_1
Yudis banyak memantau transaksi yg sudah terjadi, dia tampak puas dan senang. Jam 12.30, Yudis nyamperin Datin dan menghawatirkannya: “ Tin istirahat dan makanlah dulu, pengunjung juga pupung lagi pada makan di resto itu. Yuk bareng aku.” Katanya sambil menarik lengan Datin.
“ Mas, makanlah dulu, ini aku masih nunggu sedang diambilkan katalog dan leaflet sama Susan, persediaan diluar habis, tuh beberapa customer yg mau milih motif bed cover yg mau dia pesan. Duluan aja, aku nyusul ya mas.” Kata Datin, karena Minati sudah berdiri disamping Yudis terus.
“ Hmmm ck, bilanglah istirahat bentar, habis makan disambung.” Paksa Yudis sambil merangkul pundak Datin ditarik pergi.
Datin berbalik kebelakang Yudis, kedua telapak tangan Datin memegang punggung Yudis, dan mendorongnya pelan menyuruh jalan duluan. “ Iiiiich, mas Yudis……ini duit, jangan dicuekin, … duiiiit mas!” katanya sambil ketawa. Customernya yg menunggu agak jauh di sofa tamu tidak mengerti dialognya tapi ketawa melihat tingkah mereka berdua.
Sekitar jam 14.30, Susan sedang menulis nulis dimeja transaksi, sedangkan di sofa di sudut booth CH yg ketutup sekat partisi tempat istirahat staf, Datin sedang menyandarkan punggungnya dan kepalanya sambil meluruskan kaki. Yudis nyamperin sambil bawa karton press isi makanan.
“ Katanya mau nyusul, ternyata malah selonjoran disini, bandel banget ya ibunya Bimo ini.” Kata Yudis agak jengkel sambil menyodorkan karton isi burger dan kentang, dan satu botol jus d’orange. “ Hanya ini yg bisa saya bawakan, kalau buffet di resto disana tadi ya enak banget, banyak pilihan mulai dari appetizers, main course sampai dengan aneka dessert. Manjakanlah lidah kita selagi berada di pusat legendanya cuisine, Perancis gitu loh.”
Mendengar Yudis menyebut dirinya dengan nama ibunya Bimo, Datin jadi kangen banget sama Bimo, sambil ketawa dia menerima makanan dan minuman yg dikasih Yudis. “ Itu lho mas pasien terakhir yg dari sini barusan masih kelihatan ekornya, mana sempat aku nyusul makan. Ah aku jadi kangen Bimo nih, mau nelpon bentar ah.” Kata Datin.
“ Bimo sudah tidurlah!, disana kan jam 10 malam, sudah makan dulu lah. Apa sambil mau dipijitin?” canda Yudis yg bikin hati Datin deg-deg an. Datin merespon dengan senyuman manis, yg membuat Yudis rontok hatinya.
Datin menengok Susan, ternyata disana ada Minati yg membawakan makanan dan minuman yg sama dengan yg untuknya ke Susan.
Datin makan sambil ditemani Yudis ngobrol. Rasanya nikmat sekali .” junk food begini juga nikmat banget kalau lagi lapar. Makan itu lauknya lapar mas.” Jawab Datin, dan ia lanjutan dalam batin….apalagi sambil ditungguin kamu mas.
“ Ah bisa aja maknya Bimo ini.” Kata Yudis. “ Nanti malam harus makan yg bener ya, di resto itu nanti.”
Sore itu Datin tidak balik hotel tapi hanya gosok gigi di toilet dan memperbaiki make up merapikan sanggulnya, serta menyemprot parfum tipis tipis. Kemudian balik lagi ke pavilion melayani pengunjung dan menjelaskan apa yg terpapar dalam leaflet.
Sekitar jam 19.00, saat nya break makan malam, mereka terlibat obrolan seru tentang kesuksesan pameran hari pertama ini. Hari ke 3 nanti akan ada meeting dengan para calon buyer besar, yg sudah ada dalam daftar catatan panitia, seperti pengusaha hotel, kontraktor, rumah mode dan lainnya yg akan membeli dalam jumlah besar. Tidak terkecuali untuk keluaran Canting House.
__ADS_1