
“ Bu ingat gak? Aku pas liburan dari kuliah balik ke indonesia, ke Semarang, terus diundang bu-de Tari syukuran mas Dewa pulang dari Achen Jerman lulus S2 nya?” tanya Bimo.
“ Ah iya, kamu datang sama Yasmin kan? Yasmin klas 11 atau 12 waktu itu ya?” jawab Datin, peristiwa yg mengoyak hati Yasmin dan juga nyambung ke hatiku. Batin Datin.
“ Itu aku bener bener bingung, kita belum lama disana, belum juga makan, mbak Ias sudah gelisah aja mau nangis………..”
Belum selesai Bimo cerita, Yasmin sudah ngambil Bantal kursi terus Bimo dipukuli, sambil teriak teriak:
“ Ngapain diingat ingat? Itu aku maluuuu, Biiiiiim!” kata Yasmin.
Bimo menangkis dengan tangannya sambil terus nggodain Yasmin : “ Rupanya mas Dewa bawa pacarnya yg dokter itu, mbak Ias cembokur ya…….. iiich…aduh…aduh!” Bimo kena pukul bantal lagi.
Datin memperhatikan mereka, gak ingin nengahi, tapi malah termangu, memandangi mereka bercanda ……… menitikkan air mata, dan terisak.
“ Bu… kita kan bercanda, kita gak berantem, ayo dong bu Jangan nangis!!!” kata Yasmin sambil meluk dan menciumi Datin.
Bimo juga jadi bengong, dan diam.
Yudis langsung nengahi, “ Sudah…sudah, ibu pinginnya kan dipeluk papa, kangen papa itu, sudah yuk ah bobok saja!” kata Yudis sambil mendekati Datin dan memeluknya.
Datin menahan pelukan Yudis sambil bilang: “ Mas….. aku melihat mbak Mila dan mas Pras hidup dalam diri mereka! Coba lihat kalau bercanda mbak Mila sampai gebug gebugan bantal, dan mas Prasnya kan tetap melaju sambil nangkis nangkis pukulan seperti itu kan mas?........ingat kan mas???”
Kata Datin excited sambil mengguncang-ngguncang Yudis, dan berakhir dipelukan Yudis, terisak.
Azalea dan Bayu melihat kejadian ini sampai ketakutan. Melihat pemandangan expresi Bayu dan Zaza Datin ketawa dan meluk mereka berdua :
“ It has been along time ago, that was my sweet memory honey, ibu and papa’s sweet memory.”
“ Ibu bikin takut aja, aku kira lihat apaan.” kata Zaza.
Bimo mulai lagi…….:
“ ….waktu itu aku langsung ajak pulang saja, bilang mbak Ias sakit perut, datang bulan, nanti kalau bilang mules disuruh beol disana. Eeeee…..mbak Ias minta muter-muter kota dulu, buang sedih, ke simpang lima, baru balik ke Candi………eh, enggak langsung balik waktu itu ya?....……” belum selesai bicara Yasmin nyambung……..:
“ enggak,….kamu lapar terus kita makan nasi goreng babat gongso dulu, baru pulang…. hehehehe ……lucu aku kalau ingat itu.” Ketawa juga Yasmin akhirnya.
__ADS_1
Tapi Dewa pacaran hanya lebih kurang dua tahun karena ternyata pacarnya leukimia. Kalau mendengar cerita bu Tari bagaimana Dewa dengan setia merawat, menghibur sampai memakamkan dengan menggendong menerima body jenazah saat memasukkan ke liang lahat itu, gak kuasa aku sama bu Tari menahan air mata. Dewa memang penyayang. Bahkan kata bu Tari saat Yasmin nangis melolong saat ngambeg sama papanya itu Dewa yg membujuk. Sifat seperti ini yg membuat Yasmin klepek klepek sejak kecil. Bu Tari dan Datin tahu bahwa sebenarnya Yasmin itu mencintai Dewa.
Perisiwa meninggalnya pacar Dewa itu sudah 2 tahun yg lalu yaitu pada awal tahun 2019. Saat itu Dewa usianya menjelang 28 th. Dewa bekerja di Chevron di Balikpapan.
Bu Parinah ngambil minum dari pantry karena galon aqua di atas kosong, dispenser sudah dimatikan.
“ Mbak Ias bobok yuk, aku dah ngantuk, capek habis berenang tadi.”
“ Bentar aku nyusul, aku perlu ma ibu dulu.”
“ Ayo Zaza bobok sama mbah uti dulu, mbak Ias masih ngobrol, belum ngantuk. Besok kan harus ngerjakan tugas sekolah.”
Akhirnya satu persatu pada naik tidur, sedangkan Datin dan Yudis harus ke Villa kecil karena kamar mereka disana.
“ Tin ayok bobok.” Ajak Yudis.
“ Duluan mas, ini mau atur masakan sama Ias dulu.” Datin bohong karena Yasmin mau curhat dulu.
” Hmm, gak ada hari esok apa?” kata Yudis sambil narik Datin dan bisikin : “ Ini malam Ju’mat, ini waktu kita sayang, aku kangen nih.”
“ huh!” kata Yudis
“ Buk……!” teriak Yasmin
“ Iya…..I am coming!”
“ Papa ngapain si manja banget, kalah Zaza.”
“ Iyaaa, sudah, aku kan sudah disini, kenapa sama mas Dewa? Katanya mau ngobrol soal mas Dewa?” tanya Datin.
“ Iya, aku kan sudah hampir setahun ini suka WA nan sama mas Dewa. Bahkan dari dulupun kadang bertukar kabar. Tapi hampir setahun ini kita intensif ngobrol, dan sepertinya mas Dewa ngajak serius bu. Katanya dia gak peka kalau ternyata ada mutiara digenggamannya selama ini. Aku kalau cerita itu mau nangis buk coba pegang dadaku bu………” kata Yasmin sambil memegang tangan Datin terus ditempelkan kedadanya yg berdegup dengan kencang, sambil melelehkan air matanya.
Oh Yasmin kamu itu putriku yg memang polos, kalau cerita ke ibunya tanpa sensor. Dan engkau memang putriku yg sangat perasa, halus pekertimu.
Datin ikut melelehkan air mata, Dewa adalah menantu ideal bagi siapapun. Datin bertanya :
__ADS_1
“ Kapan awalnya kalian mulai ada perasaan khusus, maksudku Dewanya, kalau kamu kan dari kecil, ya to?”
“ November 2019 itu ITB ada acara di Teknik Perminyakan, gak sengaja aku ketemu mas Dewa dari Chevron datang dan lagi jadi pembicara disana. Aku papasan pas aku selesai ngumpul tugas waktu itu. Aku kaget banget karena rambutku yg tak ekor kuda waktu itu ditarik seseorang. Aku pikir temanku bercanda, aku mau marah. Eh ternyata dia nyengenges, mas Dewa sama teman temannya.
Selama dua hari itu aku nemani dia keliling Bandung bu pakai mobilku. Ngobrol banyak, ditraktir dia yg mahal mahal bu, aku pernah cerita ini ke ibu kan waktu itu. Orang Chevron duitnya banyak kali ya bu?”
“ Oh sejak itu?”
“ He eh, sejak itu mulai WA nan, temanku pada naksir dia bu, katanya saudaraku gantheng banget dan masa depan bagus, chevron gitu loh, kata mereka.”
“ Sejak di ITB itu kamu belum ketemu lagi, maksudku tatap muka lagi?”
“ Ya belumlah bu, sama keluarga kita saja baru Agustus tahun lalu kan kita kumpul, lha bagaimana lagi kan PSBB. Mas Dewa bilang akhir tahun mau ketemu, ternyata gak bisa juga, dia di Balikpapan gak bisa pulang.”
“ Wah hebat, kamu seperti mau Ta’aruf saja. Belum pernah ketemu kok bisa cinta banget dan percaya banget kamu nduk?” tanya Datin mancing, sebenarnya Datin sudah tahu sikap ngemongnya Dewa sejak Yasmin kecil.
“ Aku gak tahu ya, begitu mas Dewa bilang mau serius, semua teman cowok yg ndeketin aku seperti kebanting semua! hihihi….Saya kan seneng sama mas Dewa sejak kecil, apa ya……..kalau ada dia itu adem buk!.........oh ya, meskipun Cuma di WA saat dia bilang kalau aku itu cantik dan cute sejak kecil, tapi begitu lihat foto-fotoku di WA dia bilang semakin cantik dan tampang kalm, mas Dewa suka. Dan saat ketemu di ITB dulu itu dia kaget, ternyata lebih cantik dan lebih dewasa dari fotonya, dan dia bilang kalau dia rasa dia mulai jatuh cinta sama Yasmin bu. Pas dia nulis begitu aku hampir pingsan bu!” kata Yasmin sambil terisak bahagia.
“ Hahahahaha…….ya Allah, putriku memang luar biasa. Siapapun yg mendapatkannya akan sangat beruntung!” kata Datin sambil meluk Yasmin dan ikut melelehkan air matanya.
“ Tapi aku bingung bu, mas Dewa bilang aku siap enggak kalau gak usah pacaran tapi langsung nikah, karena mas Dewa sudah hampir 30 tahun, terpautnya kan 8 tahun sama aku bu. Dia bilang kalau aku sudah lulus S1 langsung nikah. Aku bingung bu…….aku bingung!” kata Yasmin sambil pecah tangisnya sambil meluk Datin.
“ Putriku yg cantik hatinya…….kenapa kamu bingung? Sekarang kamu sudah 22 tahun, ibu dulu menikah pertama kali sama bapaknya Bimo itu umur 23 tahun lebih sedikit, tapi mental ibu sudah siap, ibu mantap karena akan hidup bersama orang yg ibu cintai dan ibu percaya kepada beliau bahwa beliau orang yg bertanggung jawab. Lha kamu percaya enggak sama Dewa? Cinta enggak dan mantap enggak sama dia? Atau karena belum ketemu saja masalahnya?” tanya Datin
Yasmin menggelengkan kepalanya, dan menjawab:
“ Aku cinta bu sama mas Dewa, aku yakin itu, aku percaya dan mantap sama mas Dewa, tapi persiapanku apa untuk berumah tangga? Apakah aku gak mengecewakan dia nantinya , bahkan kesukaan mas Dewa pun aku gak tahu?, hal-hal yg menjadi pantangannya pun aku gak tahu, kecuali kalau perpustakaannya berantakan dia gak suka aku paham. Kalau masalah masak sama bebenah rumah sih sedikit banyak aku kan suka bantu-bantu bibi dan ibu juga, gak terlalu masalah kalau itu. Tapi untuk hal-hal yg berkaitan dengan personel mas Dewa itu tadi.”
“ Hal seperti itu siapapun akan belajar sambil jalan, tanyakan langsung ke ybs dong. Demikian juga sebaliknya, kamu juga berterus terang kepada Dewa tentang kesukaan dan ketidaksukaanmu atas sesuatu. Keterbukaan kuncinya!. Pokoknya ibu akan mendukung apapun keputusanmu. Jangan dipikir ruwet, mulai sekarang rajin sholat istiqoroh!” katanya,……….” Yuk sekarang sudah lewat tengah malam, kita bobok dulu.”
Dalam perjalanan menuju kekamarnya di villa kecil, Datin tidak langsung ke lantai atas kekamarnya, tapi berhenti di ruang duduk lantai bawah menuntaskan tangis bahagianya, dia takut membangunkan suaminya.
Mbak Mila aku bisa merasakan kebahagiaan Yasmin saat ini. Dia sedang berbunga-bunga menyongsong kebahagiaannya. Mudah mudahan Dewa memang jodoh yg dipersiapkan Allah untuk Yasmin, putri kita yg cantik luar dalam baik fisik yg sempurna dan juga pekertinya.
Sedikit banyak Yasmin kan juga didikan bu Tari dan Dewa sendiri.
__ADS_1