
Pada hari Sabtu 11 November, masih dalam suasana Syawal, akhirnya Datin mengundang makan grupnya dari BN dan CH serta Ichikawa, Yudis, Sena, Carla dan anak anak mereka yg kesemuanya lebih kurang 20 orang.
Mereka makan malam di Plataran Dharmawangsa, anak anak supaya tidak bosan mereka spesial disiapkan meja khusus yg akan ditemani Marsih dan staf CH lainnya, dilengkapi buku cerita, buku gambar, dan mainan2 eperti dino yg harus dirakit. Yg terakhir ini mainan Bimo.
Sehabis makan malam, mereka masih ngobrol santai sambil ngopi.
Ichikawa terlibat ngobrol asyiek dengan Yudis. “ Yudis san, sekarang menjadi single parent, how can you manage it, karena anda semakin sibuk being the chairman of chamber de commerce in Central Java?”
“ Indeed, diawal-awal Mila, my wife, meninggal, saya seperti orang gila. I did not know what should I do. But Carla, my sister inlaw, and Datin help me to organize everything that Mila usually handles. Datin khusus mengurus sekolah dan pendidikan Yasmin. How lucky I am, I have them.” Kata Yudis dengan bahasa gado gadonya.
“ Hmm………Datin san. She is a great woman. She is very kind, attentive, helpful, smart, and pritty of course………ah, I adore her, I adore my colleague’s widow. She has made me hesitate to marry my fiance……….hahahaha, saya nakal ya.” Kata Ichikawa.
Deg!......Yudis merasa terancam, meskipun hatinya panas, tapi dia berusaha menguasai diri. Dan pembawaan Yudis memang kalm dan tegas, diapun menanggapi tanpa pikir dua kali : “ Yes indeed she is! That’s why I trust her to be Yasmin mother!”
Sekarang ganti Ichikawa yg mukanya memerah karena sungkan atau malu. “ Oooh I am sorry Yudis san! I have spoken presumptuously!” katanya sambil badannya mbungkuk-bungkuk.
“ Ah…no, no,no….it’s Ok no problem at all. Everybody has the right to speak and express their opinion. Come on, do not take it seriously…….hahahaha.”kata Yudis sambil megang bahu Ichikawa.
__ADS_1
Mereka berdua melihat Datin sedang membantu Yasmin adu cepat melawan Bimo merakit Dinosaurus. Pemandangan tsb meyakinkan Ichikawa akan ucapan Yudis, meskipun itu ngarang.
Sekitar jam 22.15 acara syukuran selesai dan mereka sudah bubar. Yudis, Seno dan keluarga masing-masing, menyewa untuk semalam satu unit apartemen di The Mansion@Kemang, satu apartemen dengan Datin. Mereka menyewa dilantai yg selevel dengan swimming pool. Mereka menyewa yg 2 bed room seluas unit milik CH yg ditempati Datin, 146m2. Namun unit Datin berada di lantai 8.
Paginya Yudis dan Seno berendam di swimming pool menemani anak anak, sedangkan Carla dan Datin santai ngobrol di sunbednya dan memesan makan dari Kem Chick Resto di ground floor untuk disantap di area swimming pool. Bimo bahagia banget kalau sudah main bertiga itu.
Yudis sebentar sebentar melirik kearah Datin, dia berharap mudah mudahan Ichikawa tidak ember, cerita ke Datin tentang obrolan mereka semalam. Tapi sebenarnya tidak ada yg salah, karena itu memang niatan Yudis kedepannya ingin meminang Datin, namun menunggu saat yg pantas dengan jarak meninggalnya almarhumah Mila, hal tsb yg menyebabkan Yudis belum berani berterus terang.
Carla bisa merasakan kalau kakak iparnya itu seperti menyayangi Datin, tapi dia dulu juga tahu saat Yudis marah, menolak usul Mila untuk meminang Datin menjadi madu istrinya. Karena mungkin dirasakan Yudis bahwa hal tsb menabrak norma.
“ Tin, daripada Yasmin jatuh ditangan ibu tiri lain, bagaimana kalau kamu saja Tin jadi ibunya, Yasmin sudah …..apa ya?......seperti nyaman sama kamu. Bahkan dibandingkan kalau sama aku juga lho.” Kata Carla.
“ Ah ……. Maksudku itu sudah kamu nikah saja sama mas Yudis. Aku kalau lihat kalian seperti cocok saling care satu sama lain. Itu lagi……..si Yasmin, kalau aku suruh sesuatu gitu dia selalu bilang kalau mau ngomong ke kamu, ke ibu dulu, baru dia merasa mantap. Akhir akhir ini juga kalau mas Seno ngobrol berdua sama mas Yudis, kalau menyinggung soal kamu aja Tin, mas Yudis langsung kelihatan semangat.” Kata Carla
Belum Datin sempat menjawab, tiba tiba Yudis manggil dari tepi kolam dekat mereka berdua ngobrol: “ Tin……tolong ini jam tanganku dipegang dulu, lepas tadi pas angkat Yasmin.”
Datin buru buru ambil jam dari tangan Yudis, dan dia taruk dimeja. Jam tangan harian Yudis, yg waterproof merk Audemars Piguet dibandrol harga lebih dari 30juta rupiah.
__ADS_1
Yudis kembali berenang ndorong 2 ban, satu yg dipakai yasmin dan satu lagi Bimo. Carla menengok kearah lain agar tidak tampak wajahnya oleh Yudis, sambil ketawa kecil Carla bicara sama Datin : “ Belum 5 menit gua ngomong, eeeeh…..kenapa bukan gue, yg iparnya yg dia suruh, kenapa elo! Karena dia nyamannya di elo. Gesture itu tidak bisa bohong.”
“ Ah jangan nggosip yg bikin aku nanti jadi mati gaya, salah tingkah, nanti ngurus Yasminnya jadi keganggu!” kata Datin memohon. “Kalau perhatian sih memang mereka berdua, mbak Mila dan mas Yudis, selalu care nganggep aku seperti adik sendiri, apalagi semenjak mas Pras meninggal.”
Yudis sama Seno naik kepinggir kolam dengan memakai kimono handuk, anak anak masing masing selimutan handuk, langsung semua pada brunch, breakfast & lunch, dari makanan yg di pesan dibawah tadi.
Mereka harus balik ke Semarang memakai pesawat jam 15.00. Sesudah check out mereka diantar Wukir memakai inova CHK ke airport. Kehidupan kembali sepi. Dan Bimo seperti kesepian kalau habis ditinggal Yasmin dan Keisya. Datin langsung mengambil alih membacakan buku cerita untuk Bimo sambil tidur siang.
Pada saat dikolam renang kemarin Carla sempat menanyakan ke Datin ada rencana apa tahun baru nanti.
“ Aku sepertinya akan balik ke Yogya, mau ngurus rumah Manding, dan selain itu ingin mengumpulkan keluarga almarhum bapakku. Keluarga ndeso yg Cuma dua keluarga.” Datin menyampaikan rencananya.
“ Mas Yudis ngobrol sama mas Seno kalau koleganya ingin ngadakan acara dirumah Candi, tapi mas Yudis belum mengiyakan. Kamu bisa bantu nggak Tin seandainya jadi, saya bisa gempor seperti tahun lalu kalau gak ada yg bantu mikir?” tanya Carla.
“ Wah……mohon maaf banget Carla aku kali ini gak bisa bantu. Kenanganku terakhir sama almarhumah masih nyata sekali, seperti baru kemarin sore. Kalau mau pesta gak ada mbak Mila itu rasanya kosong, bohong, ngenes. Gak….gak…..gak ah, gak bisa bayangin aku. Lagi pula aku sudah janji sama ibu dan lik Mardi, adik bapak, mau ngurus rumah Manding itu tadi, dan ngobrol sama merekalah. Maaf banget…….” Jawab Datin.
“ Wah blaen tenan ini, mas Sena itu gak bisa nolak kakaknya. Dia itu kalau sama mas Yudis kan manut banget Tin.” Kata Carla.
__ADS_1
“ Begini saja, bilang ke mas Yudis bahwa untuk menghormati almarhumah, gak usah mengadakan pesta dululah dirumah. Kalau mau di Resto atau di hotel ya silakan saja. Mungkin mas Yudis juga akan setuju. Lha yg usul itu lho kok gak punya perasaan.” Kata Datin.