
Sri Rudatin sudah mulai bergelut dengan rutinitasnya. Fokus utamanya sekarang adalah menyelesaikan kursusnya yg tinggal satu mata kuliah ini, yg seharusnya sudah kelar pertengahan juli kemarin. Dia harus mengejar sebelum musim gugur berakhir. Kalau lewat terpaksa mart 2007 nanti baru kelar.
Ichikawa menawarkan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya segera untuk mempercepat, nanti dipelajari sesudahnya. Karena dia akan sibuk pertengahan oktober nanti dengan Kadin pusat menyelenggarakan pedidikan dan pelatihan para pelaku bisnis anggota Kadin yg akan diselenggarakan di 3 lokasi, Medan, Jakarta, Makassar sampai awal Desember.
Datin sudah menyerahkan draft garapan tugasnya ke Ichikawa lewat kurir kantor dan sedang dikoreksi Ichikawa sebelum dia berangkat dinas keliling bersama Kadin untuk memberikan pembekalan.
Datin agak telat kembali ke rumah karena setelah menyerahkan tugas kuliah ke mentornya dia langsung menyelesaikan daftar pesanan yg harus diorderkan ke pengusaha anggota CH. Sebelum balik ke apartemen dia sempatkan telpon bu Tari untuk menanyakan perkembangan Yasmin :
“ Asallamuallaikum mbak Tari, Datin nih, bagaimana kabarnya? Apakah ada sesuatu yg perlu aku bantu?” tanya Datin
“ Ah so far so good jeng. Yasmin semangatnya meningkat, ya itu harus disogok dengan cerita cerita disela sela pelajaran intinya. Nilai ulangannya cepat membaik, dulu itu hanya terlarut duka ditinggal mamanya dan gak ada yg megang. Tapi anaknya kan cerdas itu.”
Lega Datin mendengarnya :” Alhamdulillah, maturnuwun banget ya mbak Tari, jangan tinggalkan Yasmin. Aku harus memegang amanah mamanya, orang yg aku sayang dan gak bisa aku ukur hormatku ke almarhumah mbak. Beliau orang baiiiik.”
“ Insya Allah, gak ada alasan aku ninggalin dia. Aku sendiri pingin punya anak perempuan, ternyata Allah hanya maringi jatah satu anak, laki laki, alhamdulillah. Jangan hawatir, sejauh ini bagus kondisi kejiwaannya. Papanya sering dinas akhir akhir ini ya. Yasmin sering telpon aku mau main ke perpustakaan Dewa, terus diantar sopirnya dia berdua Keisya. Wow itu duo heboh.”
“ Waduh jangan sampai Dewa terganggu kalau ngacak perpustakaannya. Bilang ke saya ya mbak kalau sampai mengacaukan.” Kata Datin hawatir.
“ Kenapa harus bilang jeng Datin yg pasti lebih sibuk dari aku to! Hahahaha…….., kalau sudah berantakan, Dewa sendiri yg turun tangan memimpin dua anak itu untuk mengembalikan ketempatnya, dia pasang tangga dan komando ke mereka. Hahahah….heranku kalau sama Dewa mereka manut. Kalau dengar Dewa datang, mereka sibuk merapikan buku buku tadi.”
“ Wah bagus, lucu sekali, Dewa orangnya disiplin ya mbak, bisa ngajarin dua krucil itu menjadi orang bertanggung jawab.”
“ Dewa mungkin juga seneng ada adik perempuan yg mengganggunya. Ternyata kalau perpustakaannya rapi, Dewa kasi hadiah mereka berdua dibonceng motor keliling komplek. Wis heboh tenan. Rumahku jadi hidup lagi jeng.”
Selesai ngobrol sama Tari, Datin melelehkan airmata karena lega, diapun laporan imajiner ke Mila :
Mbak Mila hari ini aku lega sekali, salah satu amanahmu sudah mulai berjalan dengan baik, mudah mudahan kedepan semakin membaik. Yasmin bisa bertumbuh menjadi anak yg membanggakan bagi kita semua. Mbak Mila beristirahat dengan tenang ya dan awasi Yasmin dari sana.
Datin sampai apartemen langsung nguwel-uwel Bimo karena bahagia, sampai Bimo merasa kegelian dan risih ketawa jejeritan.
“ Ibu kenapa sudah lama papa Ias dan mbak Ias gak pernah main kesini lagi?” tanya Bimo
__ADS_1
“ Bimo kan juga sedang sibuk sekolah kan, mbak Ias juga sama. Papa Ias juga sibuk banyak kerjaan. Nanti kalau libur sekolah kita main bersama ya ngajak mbak Ias.”hibur Datin.
“ sama papa Ias juga?” tanya Bimo.
Datin langsung teringat laporan Tari, bahwa Yudis akhir akhir ini semakin sibuk. Berarti sesudah Yasmin ditangan yg benar Yudis menjadi lengah, merasa keenakan, lupa punya anak. Apalagi terbayang dikepala Datin bahwa kalau Yudis dinas selalu didampingi Minati si Nyai Blorong itu. Datin merasa tidak nyaman yg dia sadari sebabnya. Cemburu.
“ Ibu kok gak jawab Bimo? Sama papa Ias enggak?” tanya Bimo, Datin kaget tapi masih dikuasai cemburu sama Nyai Blorong tadi, dia mejawab Bimo dengan ketus secara tidak sengaja:
“ Enggak! Kenapa sih selalu harus sama papa Ias?!” jawab Datin agak keras.
Bimo mundur selangkah, dengan sedih mau menangis mendengar jawaban ibunya, yg dia tidak mengerti mengapa ibunya harus marah:
“ Bimo kan cuma mau main yg mainan anak cowok, kalau sama mbak Ias kan main boneka.” Bimo si jenius ini menjelaskan logikanya, tapi dengan nafas pendek tersengal karena keganjal isaknya yg dia tahan.
Menyadari kekeliruannya, Datin langsung memeluk Bimo, diciuminya Bimo sambil minta maaf : “ Maafin ibumu yg kasar ini ya Bim, maaf banget…….Bimo benar, harus ada teman main cowok ya. Maafin ibu ya Bim. Ibu sudah lelah, ibu pingin bobok ditemani Bimo, ibu mandi dulu ya.”
Bimo mengangguk, tapi masih agak kesel atau takut, karena tidak pernah Datin kasar kepadanya. Bimo nunggu ibunya sambil nonton TV. Bimo anaknya tidak pendendam.
Datin menangis tapi ditahan agar tidak kedengar Bimo sambil bicara ke ibunya: “ Inggih bu, maafin Datin. Datin betul betul khilap.”
“ Njaluk ngapuro anakmu sana jangan sama aku.” Jawab bu Parinah.
Ah….beginilah kalau orang sedang dilanda cinta dan tersulut cemburu, kadang kadang tindakannya tidak masuk akal.
Datin bobok sama Bimo, dia bercerita banyak tentang kegiatan mbak Ias nya sekarang. Suka main ke perpustakaannya mas Dewa, yg mempunyai banyak buku cerita.
Bimo memperhatikan dan dia seperti sangat tertarik: “Bimo bisa nggak besok kalau libur main kerumah mas Dewa. Bimo juga punya banyak buku kan bu?” Koleksi buku Bimo memang banyak, yg sarat dengan gambar gambar superhero idolanya.
Awal tahun depan, biro jasa Tunas Bangsa Plus, yg menawarkan pendampingan belajar Bimo yg pimpinannya orang Jepang itu akan mulai melakukan pendampingannya. Datin bisa sedikit lega bisa tidak harus sakit kepala menghadapi pertanyaan-pertanyaan yg membutuhkan jawaban yg pas untuk anak secerdas Bimo. Datin akan menyampaikan bahwa anaknya memang akan diikutkan program akselerasi, tapi tidak digeber maksimal. Datin ingin anaknya masih punya kesempatan untuk main normal bersama teman-teman sebayanya, dan punya masa kanak-kanak yg bahagia
“ Iya, nanti kita cari waktu sambil nengok mbak Ias.”
__ADS_1
Merekapun akhirnya tidur berpelukan, sambil tersenyum.
Menjelang akhir bulan Oktober 2006 Datin bisa menyelesaikan seluruh kursusnya dengan nilai sangat memuaskan. Disamping itu, nilai tersebut juga harus diakui karena peran bimbingan dari Ichikawa.
Proses penyesuaiannya sudah berjalan tinggal menunggu surat dari Harvard Boston.
Dia berkesempatan menelpon Ichikawa untuk janjian mau merayakan keberhasilannya dan karena mentoring dari beliau.
“ Congratulate Datin san, selamat….selamat, Datin san mau adakan graduation party?” tanya Ichikawa
“ Not really a party, hanya sekedar makan-makan dengan beberapa sahabat begitu, especially for may mentor!” jawab Datin.
“ Hahahahaha…….Ok, Ok, I am waiting for the exact date, huh.” Kata Ichikawa.
Saat Ichikawa diundang sebagai pembicara pada pelatihan anggota Kadin di Semarang, dia ketemu dengan Yudis sebagai tuan rumah. Ichikawa mengabari kalau Datin baru saja menyelesaikan kuliahnya atau kursusnya dengan nilai memuaskan pada akhir oktober kemarin, dan proses penyesuaian degreenya untuk mendapatkan gelar MBA dari Harvard sedang berjalan.
Yudis langsung menelpon Datin untuk kasi selamat. “ Hallo Tin, assalamuallaikum, aku hanya mau mengucapkan selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan MBA mu dengan memuaskan, aku speechless deh sama Srikandi Manding ini.”
“ Ah…. waallaykumsalam, terimakasih mas, mbok ya jangan lebay to mas. Mas Yudis kan tahu kalau aku banyak dibantu Ichikawa dan juga para staf ku di CHK. Ini titelnya MBA Bram…..bramai-ramai.”jawab Datin merendah. Tapi memang karena selalu diasistensi sama Doktor dari Harvard sendiri, DR Ichikawa
“ Aku itu hanya gak habis pikir, bagaimana kamu membagi waktu antara kerjaan, anak dan kuliah, yg boleh dibilang ketiga-tiganya sukses.”tanya Yudis ingin tahu.
“ Tidak ada ilmu khusus mas, ikhlas dan jalankan dengan konsisten begitu saja hidupku itu.”
“ Bagaimana kabar anak lanang, lancar lancar saja sekolahnya?” tanya Yudis
“ Bimo awal tahun depan sudah mulai ada bimbingan dari Tunas Bangsa Plus, itu bimbel yg membimbing acara lomba ketangkasan anak waktu peringatan Japan’s Childrens Day. Biar Bimo lebih terarah, kalau cuma sama aku, kalau nanya yg aneh aneh dan jawabanku gak memuaskan keingin tahuan dia, katanya bisa bikin anak kontra produktif. Aku sudah konsultasi ke sekolah dia, ke Labschool, juga ke LPT UI, mereka menyarankannya sama, ya sudahlah.” Datin menjelaskan.
“ Wah Bimo memang luar biasa, seperti ibunya.” Kata Yudis……” By the way, mau dibelikan apa untuk kamu Tin?”
“ Ya gak usah dibelikan apa apa to, lha hanya lulus kursus saja kok. Yg penting do’a tulus mas Yudis untuk kami dan keluarga. Dan kalau bisa kapan mas Yudis dinas ke Jakarta ya, mau tak paskan waktunya sekalian aku ngundang makan Ichikawa dan orang orang BN dan CH.” Kata Datin.
__ADS_1
“ Hahahaha…..kenapa nunggu aku dinas?, kalau akhir pekan sama bawa Yasmin ke Jakarta terus minggu sore balik ke Semarang kan juga bisa. Nunggu kalau pas aku dinas keburu S3 kamunya.” Jawab Yudis.