
Datin dan keluarga sudah balik ke Jakarta, tentang kursusnya yg 3mata kuliah dalam satu paket tsb tinggal satu mata kuliah lagi, tapi dia tidak bisa mengejarnya, karena terganjal banyak kesibukan selain musibah gempa kemarin.
“ Ibu, ini ada email dari Inggris,……mr Aaron Smith.”kata Susan, “ Dia officially minta penawaran ke CH Interior type bangku seperti ini bu, ada pada lampiran gambar detailnya. Rupanya dulu pas akhir tahun mampir dan menanyakan sofanya pak Baskoro itu, dia menganggap sofa yg lebih rumit bisa dikerjakan oleh CH tentunya akan mampu juga bikin seperti desain dia yg lebih simpel dengan bahan yg sama, kayu.”
Datin melihat lampiran gambarnya, rupanya perusahaan Aaron dapt order mengganti sebagian bangku sekolah Hotel di Swiss: Ecole Hoteliere de Lausanne – Switzerland. Jumlahnya lumayan banyak, tahap I untuk 10 lokal kelas kali 24. Uniknya dengan spesifikasi bangku kayu.
Tanpa menunda waktu, Datin mengundang pak Baskoro rapat esok harinya. Karena ybs ada di Jepara, jadi rapat besok siang.
Saat menghadiri rapat keesokan harinya, pak Baskoro mengajak serta konstruktor dan cost estimatornya.
“ Pak Baskoro, disini ada lampiran yg menyatakan pernah dipasok bangku serupa yg sampai disana ambyar, pada lepas. Jadi apa maksudnya ya? Jangan sampai terulang. Kalau cocok…..repeat order lho!” kata Datin mengingatkan saat rapat. “Coba pak bikin mock-up.”
“ Ya, saya paham, itu karena kayunya kurang kering sempurna, karena kwalitas kayunya kurang bagus sehingga saat dikeringkan sesuai persyaratan yg ditentukan dia pecah. Maka mereka menyiasati dengan melakukan proses pengeringan yg kurang sempurna. Pada saat dikirim ke negara dengan tingkat kelembaban rendah seperti Swiss, kayu menjadi mengkeret, lobang baut menjadi longgar, purus mengecil sehingga koplak semua sambungan sambungannya.” Tutur konstruktornya.
Pak Baskoro melanjutkan: “ Lha apa reputasi kita akan kita gadaikan serendah itu?, mungkin untuk daerah dengan klembaban tinggi seperti Indonesia, tidak menjadi masalah. Tapi tidak untuk negara-negara Eropa, Rusia dan lainnya yg mempunyai kelembaban udara yg sangat rendah.”
“ Oh…..begitu ya? Yg penting kita bisa kan mengadakan kayunya yg benar-benar prima, dengan proses yg benar?” tanya Datin…..”Lebih baik harga tidak ditekan sekedar harga masuk. Kalau terpaksa dengan kwalitas benar tapi harganya gak masuk ya sudah jangan dipaksakan. Nama itu ditentukan saat kesan pertama. Kalau terlanjur rusak, sepertinya orang tidak kasi kesempatan kedua.” Papar Datin.
“ Bu Datin, saya hanya bisa bilang insya Allah. Tapi ibu bisa cek keseluruh customer saya di Eropa, Jepang, Canada, yg ada semua perwakilannya disini, mengapa dia selalu pesan ke saya. Dulu usaha saya hancur karena ada mega proyek, loan, setengah proses berjalan, krismon, order cencel. Ambyar. Kali ini saya padat modal dari saudara,……. Hahahaha, sindikasi- konsorsium kantong saudara……..!”
“ begitu ya pak, ok…..saya mohon secepatnya angka bisa masuk ke saya, dan mock up.” Tegas Datin.
__ADS_1
Tidak sampai seminggu, angka sudah dikirim ke Aaron, dan mock up terpajang di CH Kemang, siap di cek oleh perwakilan Aaron yg di Singapore.
Proyek dengan Aaron Smith akhirnya tercapai kesepakatan, goal, Baskoro akan minjam modal proyek tsb salah satunya dari Yudis, keponakannya. Pada kesempatan membahas hal tsb di kantor Yudis di Pamularsih, saat break santai, Baskoro ngobrolin Datin :
“ Yud, itu lho bos CHK yg ayu itu, luar biasa gesit dalam menangkap peluang. Salut aku. Sejak aku ikut grup dia, ada saja orderan masuk, ibaratnya belum sampai tarik nafas, sudah disodok proyek baru. Aku bangkit lagi dari ancaman kebangkrutan saat krismon dulu karena kamu kenalkan masuk grup dia itu. Maturnuwun yo le.”
“ Rudatin maksud om Bas, dia memang luar biasa.” Jawab Yudis sambil tiba tiba merasa rindu untuk ngobrol sama Datin.
“ Tidak hanya gesit, tapi dia smart, kalau bekerja 100% otaknya dipakai…..”kata Baskoro yg disambut gelak tawa Yudis karena begitu semangatnya Baskoro memuji Datin.
“ Dia kalau nego tegas banget, saya dibelakangnya jadi enak kalau ngebantunya, kalau kita jelaskan ke dia analisanya kemudian dia pahami, dia akan perang dengan mantap karena menguasai seninya. Ck ck ck…gertakannya – take it or leaf it – ke buyer tidak terbantahkan, buyer langsung tunduk…….. Tapi dia juga benar benar selektip dan teliti. Tim Quality Control nya prima. Kita supliernya selalu di briefing periodik tentang service excelent.” Papar Baskoro.
“ Karena smart dan gesit itu yg menyebabkan aura kecantikannya terpancar maksimal. Coba wong ayu ne puol tapi koplo, lagi ngomong belum 5 menit juga sudah bosan…….hahahaha….!” kata Baskoro.
Semua obrolan dengan Baskoro ini sedikit demi sedikit meracuni hati Yudistira. Dia juga semakin terperangkap dan terpana akan kepribadian Datin. Tiba tiba Baskoro seperti keingat sesuatu dan nyeletuk :
“ Eh….dia itu kan suaminya, ….siapa dulu itu yg ketemu pas nengok almarhumah lahiran.........itu kan sudah meninggal to?.....mbok ya sudah, dulu sahabat terus menjadi pasangan kan ya bagus. Sama sama singel lagi sekarang, mau cari apa lagi, ya to!”
“ Duh kok jadi ngelantur kesitu to om? Tanah kuburan istri saja belum kering, kok sudah grumutan.” Jawab Yudis sambil menyangsikan kejujuran ucapannya sendiri.
Senin 24 Juli 2006, Yudis sedang super duper sibuk pada acara pelantikannnya sebagai Ketua Kadin Jateng. Kesibukannya rapat-rapat dan rapat terus.
__ADS_1
Sesudahnyapun dia langsung disibukkan dengan penyusunan fungsionaris dilingkungan dalamnya. Salah satu yg sering dirumorkan nempel terus ke Yudis adalah yg sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kerja Sama Ekonomi Internasional, Minati SH, LLM lulusan UCLA. Seorang wanita muda sekitar 32 tahunan, cantik, pintar dan agresif. Busananya sangat fashionable sedikit seksi, dan hobinya menyanyi.
Dalam tiap kegiatan, dia selalu memberikan kemudahan Yudis dalam segala hal, sampai orang pada kasak kusuk mempertanyakan sebagai lelucon bahwa dia itu waketum bidang atau sekretaris.
Banyak kolega yg mengucapkan selamat kepada Yudistira, salah satunya adalah Sri Rudatin.
“ Halo mas Yudis, selamat ya mas atas jabatan barunya, semoga amanah, biasanya ada syukuran, kapan nih?” kata Datin.
“ Terimakasih, innalillahi…….kata orang harus bilang begitu, karena ini amanah kan. Syukuran ya gak ada, ya disini ini sekarang hanya makan siang biasa sesudah pelantikan. Suatu kehormatan ini ibu Sri Rudatin yg super duper sibuk sempat menelpon saya, I feel very honor.” Jawab Yudis senang
“ Apaan sih mas, ya pasti sempat to, priority one ini, wah saya gak berani telpon lama lama ini, mungkin masih banyak yg antri mau kasi selamat, ayo ah kapan kapan lagi kalau sudah senggang kita ngobrol panjang.” Datin mengakhri pembicaraan.
“ Ah nggak apa apa, aku memang lagi gak ingin terima telpon yg lain, ternyata menjawab sesuatu yg sama dan berulang itu bikin pening kepala, apalagi seperti kesetrum ekspresi wajah mengikuti dengan senyum, huh….bener bener deh. Habis ini aku mau ikutan kebiasaan almarhumah Mila, totok wajah.” Kata Yudis memang menggambarkan dirinya yg lagi kelelahan.
“ Ah…..mas Yudis ini ada ada saja, aku beruntung nih bisa dapat giliran sebagai pasien terakhir sebelum praktek senyum tutup. Hahahaha…….. Oh ya habis ini jangan lupa ajak Yasmin ngelencer kemana gitu, biar bersemangat gadis kecilku itu.”
“ Ah iya,…. mau lapor ke ibu supervisor ini, Yasmin sudah mulai sekolah sejak 2 minggu yl, tepatnya Senin tgl 10 kemarin. Dan ibu Tari baru mulai Senin tgl 17 kemarin. So far so good, Yasmin happy. Terimakasih banget kepada kamu dan Carla yg telah mengatur ini semua. Aku jadi merasa tidak sendirian. Thank’s sekali lagi.” Kata Yudis.
“ Ah ……what friends are for, my pleasure mas. Itu janjiku ke almarhumah, tidak ada yg istimewa, hanya kewajiban adik menjalankan amanah kakak yg disayanginya.” Datin juga sudah mengetahui sendiri dari komunikasinya yg lancar dengan Tari dan juga dengan Yasmin sendiri.
“ Sudah dulu ya mas, selamat menjalankan tugas baru, semoga sukses. Jaga kesehatan, jangan lupa bahagia dan tersenyum ya mas!” akhirnya mereka mengakhiri basa-basi mereka yg dirasakan sangat menyegarkan Yudis atas perhatian perhatian kecil dari Datin.
__ADS_1