
Senin 25 juni 2007, jam 10.00, Carla telpon Datin mengabarkan kalau Yasmin naik ke klas 3, raportnya sangat memuaskan.
“ Tin, alhamdulillah Yasmin naik ke kelas 3, raportnya bagus lho, tidak ada merahnya. Nilai yg menonjol itu kok menggambar; hapalannya dan keseniannya bagus. Bapaknya gak bisa ngambil raport karena lagi ke Hongkong ada pameran industri produk pangan, biasa sama hindul markindulnya juga ikut.” Kata Carla. Datin ingat waktu ada seminar Mart lalu Yudis pernah ngomong tentang hal ini.
Bravasia perusahaan Buntas yg di Singapore juga menang tender yg diadakan oleh penyelenggara dalam penataan GOR di Hongkong yg dipakai pameran tsb. Buntas sudah minta ijin Datin bahwa bulan ini tidak bisa nengok progres Rumah Datin, yg posisi saat ini sudah 60% dan sudah mulai finishing. Bobot pekerjaan finishing ini tidak kelihatan tapi menyedot uang banyak.
Acara 3 hari, seperti biasa Yudis akan di Hongkong selama 5 hari kurang lebih.Saat Carla telpon, Yasmin minta bicara:
“ Ibu,….ibu dulu janji kalau libur Bimo mau kesini kan, mau ke perpustakaan mas Dewa. Aku naik kelas dan nilaiku bagus lho bu.” kata Yasmin.
“ Wah Yasmin hebat, ok ibu nyari waktu dulu ya, nanti sama Bimo kesana. Ias mau dibawain apa?”
“ Mmmm…..apa ya? Figurin bu, apa aja. Kalau ada yg sailor moon.”
Bimo juga tidak mengalami kesulitan, dia mengikuti pelajaran anak kelas dua dan bisa langsung ke kelas 3. Pembimbingnya bilang bahwa untuk menyelesaikan pelajaran sampai selesai SMA atau kelas 12, mungkin Bimo hanya butuh waktu kurang dari 8 tahun.
Datin hanya merasa kasihan kalau anak di forsir, gak ada sempat main dengan anak sebayanya, seperti akan kehilangan masa kecil yg indah.
Tapi tidak demikian menurut pembimbingnya yg juga seorang psycholog, dia akan menyesuaikan pergaulannya, namun sianak tidak akan merasa terforsir. Bahkan kalau dia disamakan dengan anak normal ada kecenderungan bosan, kontra produktif.
Akhirnya Datin ambil cuti 3 hari untuk ngantar Bimo ke Semarang, sambil dia langsung ke Yogya untuk kontrol kemajuan pekerjaan rumahnya.
Selasa pagi tgl 26 Juni 2007, jam 08.00 pesawat Garuda mendarat di bandara A Yani Semarang, dan Yanto dari Yogya sudah standby sejak jam 07.00 pagi disana. Dan juga Carla, Keisya, dan Yasmin sudah nunggu di bandara dengan mobil Carla.
Kemarin siang sehabis dari sekolah Bimo, Datin sempat mampir ke Toy R us di Pondok Indah dan membelikan pesanan Yasmin sama mainan Bimo. Selain mainan, Datin juga membelikan tas sekolah Yasmin berupa kopor dorong dengan gambar sailor moon, juga tempat pinsil dan buku agenda yg bisa dikunci dengan gambar yg sama.
Setelah basa basi sebentar, Datin menyerahkan Bimo ke Carla :
“ Carla aku titip Bimo dan koporku, disitu ada baju Bimo, dan bajuku, nanti kalau Bimo mau ganti baju sesudah mandi sore. Aku perlu ke Yogya dulu untuk nengok progres rumahku. Nanti sepulang dari Yogya saya langsung jemput Bimo, rencana aku nginep di Hotel Ciputra saja.”
“ Ngapain nginep di Hotel, nginep rumahku saja banyak kamar nganggur. Nanti Yasmin kan nginep sini juga. Beneran lho ini sudah aku siapin kamar.” kata Carla.
“ Ok…..baik, cu later, aku berangkat dulu nanti kembalinya takut kemalaman. Sekarang Semarang Yogya sekitar tiga jam nih, macet.” Kata Datin.
Saat Datin di Yogya, kontraktornya menanyakan spesifikasi lantai villa, Datin menelpon Buntas yg sedang di Hongkong:
“ Tas, ini kontraktornya mau nanya tolong kamu bicara ya.” Datin menyambungkan kontraktornya ke Buntas, dan Buntas menjelaskan detail. Sesudahnya Buntas lapor ke Datin, dan terlibat pembicaraan sebentar dengan Datin.
Saat itu Yudis sedang ngobrol dengan Buntas, Yudis agak kepo kenapa Datin telpon Buntas, tapi gak telpon dia. Yudis lupa bahwa Datin tidak tahu kalau Yudis dekat dengan Buntas.
Bimo , Keisya dan Yasmin main seharian di rumah bu Tari, mereka nguplek di perpustakaan Dewa. Saat Dewa pulang sekolah dia terlibat main sama mereka. Dewa senang sama Bimo, karena cerdas.
Datin dan Bimo di Semarang 3 hari, mereka bener bener menikmati liburan mereka. Datin juga seneng kulineran terus sama Carla dan anak anak. Kadang kadang Seno juga ikut.
“ Tin, itu pemborong yg ngerjain rumahmu itu juga kontraktor di Real Estate ku ini. Kerjaannya bagus. Dia bintang 5 kualitasnya.” Kata Seno.
Datin rencana hari Sabtu ada gala Dinner dengan CH dan BN grup, untuk memantapkan rencana buka outlet di jepang dan Singapore untuk outlet di luar negri tahap I. jadi Jum’at pagi Datin dan Bimo sudah balik ke Jakarta. Bimo sebenarnya masih pingin main, tapi Bimo anaknya gampang diatur, dan ikut ibunya.
Sejak saat itu, sepertinya semua tenggelam dalam kesibukan masing masing.
__ADS_1
Yudis dengan bisnis lobster dan restonya, serta organisasinya. Selain itu juga mulai serius survey pemantapan rencana pembukaan usaha di Darwin Australia.
Datin fokus dengan pembukaan dua outlet di Luar Negrinya, Singapore dan Jepang. Selain itu juga mulai membangun gudang untuk bisnis sembakonya dengan petani plasmanya bersama pak Mardi, Citut, Dadang. Dan juga urusan finishing villa nya di Manding.
Buntaslah yg masih kadang bersama Datin untuk urusan rumah di Manding tersebut. Sedangkan Buntas sendiri saat ini lebih sering tinggal di Singapore karena dibanjiri proyek dari luar Indonesia.
Pada suatu sore hari, sepulang Buntas dari Hongkong, dia ketemu Datin untuk membantu Datin menetapkan pilihan material finishing, seperti penutup lantai parket, homogenous tile, cat, wall paper dlsb. Selesai urusan teknis Buntas sempat ngobrol lama di café bawah apartemen Datin.
“ Tin, kenapa ya aku ini, aku sudah memikirkan omonganmu tentang hubunganku sama Marion. Saat aku mau menghubunginya, ada semacam keengganan, atau feel hopeless. Sampai sekarang aku belum mencoba bicara sama dia, paling arguing lagi, berdebat lagi!”
Datin baru tahu ternyata Marion belum bicara lagi dengan Buntas sesudah ketemu Datin, karena belum ada perobahan dari Buntas yg masih menganggap Marion kekeh, stubborn. Tapi dia menjaga amanah Marion, tidak berani mendahului bilang ke Buntas, karena mungkin Marion mau bikin surprise. Pernyataan Buntas sama persis dengan Marion, gak mau komunikasi takut arguing atau berdebat, lelah.
“ Ya karena kalian gak niat memperbaiki. Aku heran lho punya pacar cakep, pinter dan seksi kok dicuekin, ini yg namanya gak pandai bersyukur. Pantes sampai sudah menjadi orang sukses begini masih lajang. Angel, sulit, orangnya. Gak sederhana jalan pikirannya.” Ledek Datin.
“ Kamu kok tahu kalau seksi dari mana, sok tahu?” tanya Buntas.
Wuaduh keprucut lagi, dasar mulutku tu lemes banget…..batin Datin
“ Ya dari foto foto yg kamu tunjukin ke aku dulu itu lah, ditambah khayalanku, hehehehe……., aku baru tahu, type-type seksi seperti itu ya taste mu! Ah…not bed.”
“ Enggak! Typeku itu yg seperti kamu Tin. Tenang, adem, selau menawarkan solusi……..that’s my type!” jawab Buntas mulai nyrempet nyrempet.
“ Tin, aku mau ngomong, ………” kata Buntas tiba tiba berubah menjadi serius, Datin mulai cemas, dan setelah terdiam beberapa saat, Buntas meneruskan:
“ Kalau aku melamarmu Tin, dan tentu saja sekaligus Bimo, apakah aku masih mungkin? Dan apakah kamu bersedia Tin?” suasana menjadi hening, Datin tidak langsung menjawab.
“ Tiap aku mikir Marion, yg kebayang perdebatan, sedangkan akhir akhir ini aku sering bersamamu, rasanya aku seperti pulang ke rumah Tin.”
“ Double standard bagaimana maksudmu aku kurang paham dalam hal ini?” tanya Buntas
“ Hehehehe………joke nya seperti ini: istriku harus cantik, lincah, dan gesit, sekaligus keibuan, lembut, dan penurut.” Kata Datin
Saat Buntas masih bingung dengan perumpamaan yg Datin buat, Datin melanjutkan bicara:
“ Begini aku jawab dulu supaya masalahmu tidak semakin bercabang,
hatiku saat ini sudah terisi orang lain Tas. Bukannya hubunganku ini tidak ada masalah, tapi aku yakin aku mencintai orang yg tepat. jadi aku rela bertahan untuk cintaku ini, sambil berbenah diri, memperkecil masalah yg ada.
Kamu adalah sahabatku yg aku sayang, dan aku ingin sahabatku ini bahagia. Saya lihat kamu belum tahu bagaimana caranya membahagiakan dirimu sendiri. Begini……
Semua yg ada didunia ini tidak ada yg sempurna, yg ada adalah yg mendekati angan-angan kita, kemudian upaya kitalah yg menyempurnakannya, perjuangan kitalah yg mendekatkan dengan keinginan kita. Kadang-kadang dg cara menerima dg ikhlas ketidak sempurnaan itu sendiri.
Kamu selalu lari dari masalah kalau kepentok, tapi tidak mengatasinya. Ini yg menyebabkan tidak bahagia. Sedangkan mau lari kemanapun pasti akan ketemu masalah. Maka……….
Atasilah masalah yg ada, perkecilah gap yg ada, dan kadang mengalahlah demi mendapatkan sesuatu yg lebih besar.
Hidup memang perjuangan tanpa batas, baru selesai saat kita sudah tidak bernafas. Meskipun berjuang kita tetap bisa bahagia karena ikhlas.”
Datin mengakhiri jawabannya.
__ADS_1
Buntas termangu, ada kesedihan dalam diamnya. Wanita masa lalu yg sudah dia tinggalkan sekian lama, saat dia mulai mengarungi kehidupan yg lebih dinamis dan serba matematis, tiba-tiba saat dalam puncak kejenuhan, dia dipertemukan kembali dan kemudian terperangkap dalam kesederhanaan, ketenangan dan kedamaiannya, seakan-akan dia kembali ke rumah.
Namun rumah tersebut sudah bukan untuknya lagi.
“ Tas,…...kamu kecewa sama aku, sama jawabanku?”
Buntas menggeleng namun wajahnya murung dan menjawab: “ Sejak sebelum ngomong saja aku sudah menduganya. Aku hanya merenung, bahwa perantauanku dulu itu ternyata meninggalkan banyak hal-hal berharga di negeri ini.” Kata Buntas sambil tersenyum.
“ Kita masih boleh tetap bersahabat kan Tas? Tanya Datin.
“ Kamu ngomong apa sih Tin? Ya harus tetaplah.” Jawab Buntas.
“ Begini lho Tas, aku sama kamu itu kan kemudian dibesarkan dengan lingkungan dan kebiasaan yg berbeda, life style yg berbeda, nanti suatu saat kamu akan ketemu banyak hal hal yg membosankan dari kebiasaanku, demikian juga sebaliknya. Ok….sekali lagi coba perbaikilah hubunganmu dengan Marion yg nyaris sempurna atau klop denganmu, it will much more easier.” Kata Datin, kemudian Datin pamit ke toilet sebentar.
Datin sudah gatel ingin menghubungi Marion, sekedar untuk menyuruhnya menjernihkan masalahnya dengan Buntas secepatnya. Karena Buntas seperti putus asa. Nanti keburu disamber kuntilanak, pria segantheng dan sekeren Buntas ini.
Datin menghubungi Marion, yg ternyata sudah ada di Singapore sejak 3 hari yl. Dia ingin memberikan surprise kehadirannya. Dan besok dia mau telpon Buntas sekedar mau bilang cinta dan kangen saja.
“ Good luck….…” kata Datin menyudahi telpon nya.
“ Sorry Tas, terlalu lama ya? Tadi Bimo telpon pamit mau bobok dulu.”
“ So sweet banget sih Bimo ini! Persis ibunya ya!” kata Buntas.
“ Hahaha….salah satu keahlian lulusan Jerman itu teknik penggombalannya memang unggul.” Sahut Datin
Mereka berdua ketawa ngakak, suasana menjadi cair kembali.
“ Oh iya Tin lusa kan giliranku ke Singapore, jadi nanti akhir Juli atau awal Agustus baru kita bisa ke Yogya ya. Sepertinya sudah banyak yg harus disusuli penjelasan detail, karena pekerjaan finishing memang rumit.” Kata Buntas.
“ Ok…saya harap next visist itu Marion bisa hadir ya, aku mau sekalian minta dikerjain interiornya oleh dia. Ini gak gratis, bilangin ke dia tolong. Biar menjadi proyek percontohan Bravasia Design.” Jawab Datin.
“ Aku gak janji ya, tapi aku akan coba hubungi dia.”kata Buntas.
“ Nah gitu dong!”
Sepuluh hari kemudian saat Datin sedang meeting dengan BOD, HP nya berdering, dia tengok seperti nomor dari luar dan tidak muncul nama. Kemudian Datin minta ijin sebentar mengangkat telpon, dia hawatir kalau telpon dari representatipnya yg di Jepang atau Singapore mau laporan.
“ Hallo, Datin? Marion disini.”
“ Oh hai, apa kabar……” Datin mengangguk ke pak Wibi, mengisyaratkan agar rapat diteruskan saja, ada saudara dari Singapore perlu bicara sebentar. Kemudian Datin keluar ruangan.
“ Hallo, it must be good news! cerita dong kabar baik ke aku please!” kata Datin bersemangat.
“ Hahahaha………Datin tidak sabar ya?”
“ Ada Dipto disitu?” tanya Datin.
“ No, he’s had a meeting with client. Sebelum lupa, kemarin saya mengirim sketsa drawing interior untuk Manding? Ya your house at Manding, is that wright? Maybe in a couple of days akan sampai ke Datin………. And my relationship with Dipto is much more better now. He was very surprised and happy.”
__ADS_1
Karena sedang meeting Datin menyudahi telponnya dan malam nanti janji mau ngobrol bertiga dengan Buntas juga.