
Dua bulan kemudian…………
Pada hari Minggu tanggal 20 April 2008 jam 10.00 wib, dilakukan ijab-qobul antara Sri Rudatin binti Martodikromo dengan Yudistira bin Suryo Baroto secara sederhana di villa Manding.
Villa Manding, disulap menjadi sangat asri, yg aslinya memang sudah asri, ditambah dekorasi yg pas tidak berlebihan dengan bunga dan segalanya yg bernuansa peach kombinasi silver dan putih. Semua dikerjakan dibawah koordinasi WO ternama di Yogya.
Dekorasi pada beberapa spot untuk berfoto antara lain di kolam renang; didepan villa kecil; meskipun sebenarnya pengantinnya mobile berkeliling, namun disiapkan juga pelaminan untuk transit istirahat pengantin dan foto keluarga, yg atas permintaan Datin dilokasi legendaris dibawah pohon sawo.
Ijab dilakukan diberanda Villa Utama, semuanya dominasi warna peach
Kostum. Datin mengenakan kain panjang jawa dari Batik motif Sidamukti dengan kebaya selutut dari bahan brokat payet Perancis warna peach ke arah salem juga yg kelihatan mewah karena gliter dari payet bawaan bahannya. Rambut nya digelung tekuk dengan hiasan untaian melati. Make-up wajah flawless tanpa paes. Alas kaki memakai selop hills terbuka warna creeme gliter yg menonjolkan jari kaki dengan cat kuku warna salem yg cantik. Datin tampil sangat mempesona.
Yudis mengenakan setelan jas woll gabardin warna coklat muda sehingga masuk dengan warna kebaya Datin yg jatuhnya lebih muda dan ringan warnanya. Dengan daleman kemeja putih. Memakai tuxedo warna coklat tua mengkilat atau gliter. Sepatu kulit coklat muda.
Yasmin, bak peri kecil cantik banget dengan dress rimpel sebatas pinggang kebawah sampai sebatas lutut, tanpa lengan dari bahan yg sama dengan Datin. Rambutnya yg agak sedikit bergelombang dilepas sepanjang punggung dengan hiasan untaian melati yg disisip-sisipkankan diantara geraian rambutnya. Yasmin memakai sepatu vantofl terepes senada selop Datin. Wajahnya yg lembut dan tenang menambah keanggunan penampilan Cinderela kecil ini.
Bimo, si gantheng yg cerdas ini memakai kostum dari bahan, model dan warna yg persis kostum papa sambungnya, Yudis, hanya tanpa tuxedo. Bimo yg sudah 8 tahun kurang 2 bulan ini tampak lebih dewasa dari usianya, karena daya pikir Bimo memang setara anak beberapa tahun diatas usia Bimo. Bener bener handsomenya sudah kentara.
Pini sepuh yg dikeluargakan, selain bapak dan ibu Suryo Baroto dan ibu Parinah Martodikromo, juga duduk untuk disungkemi pengantin adalah bapak KRT Danu Sutaryo dan ibu Sudibyo serta pak Mardi.
Makanan di sajikan di carport dan di pantry kedua buah villa, selain gubug yg tersebar.
Undangan tidak anyak, hanya kerabat dan kolega dekat saja.
Sedangkan untuk kolega luas Datin dan Yudis nanti rencananya akan digelar di ball room hotel Ciputra Semarang sesudah mereka pulang dari Mindill Beach Darwin.
Datin sudah menunggu di kursi tamu villa besar didampingi Bimo dan Yasmin bersama para orang tua yg akan di sungkemi nanti.
Saat pengantin laki laki datang dengan rombongannya, Datin belum duduk di kursi ijab tersebut, namun dia ngintip-ngintip dari dalam, jantungnya berdegup kencang melihat keganthengan Yudis pagi itu, bawaannya sudah kembali tenang dan berwibawa, jauh dari saat dia marah karena kecewa tempo hari itu. Yudis duduk menghadap ke arah jalan dihadapan penghulunya, membelakangi ruang tamu, sehingga tidak bisa melihat Datin didalam.
Meskipun dalam hitungan menit mereka mau ketemu, tetap saja bawaannya kangen melulu. Saat sudah baca ikrar ijab, Datin didudukkan disamping Yudis, tampak sorot mata kangen dan kagum dari Yudis melihat Datin yg tampil mempesona. Yudis sempat mengacungkan ibu jari dibawah meja ke Datin, dan berbisik :
__ADS_1
“ hmmm…..Pengantinku kok cantik banget sih.” Sehingga membuat tersenyum para saksi, wali dan penghulunya. Setelah selesai tanda tangan dan memasangkan cincin. Maka dilanjut acara sungkeman. Semua orang tua bahagia dan lega.
Minati tidak tampak dalam acara tersebut, padahal grup pimpinan Kadin Jateng kebanyakan hadir, sedangkan Minati yg selalu dekat Yudis malah tidak hadir.
Acara ramah tamah dan makan siang berlangsung dengan akrab, karena memang kerabat dan kolega inti saja. Susan hadir bersama Suwandi.
“ Ih…… ibu pandai menyembunyikan kebahagiaan. Pas aku kasi undangan ke ibu itu ternyata diam diam ibu sudah lebih dulu siap. Aku terkecoh!” kata Susan ikut bahagia. Datin ketawa saja, tidak merasa perlu menceritakan yg sebenarnya.
Banyak tamu undangan yg malah excited berfoto sama pasangan Yasmin dan Bimo, karena berdua itu memang sangat mencuri perhatian. Mereka berdua kalau habis berfoto dengan tamu langsung kembali lagi kumpul dengan Datin dan Yudis. Banyak momen foto mereka berempat yg sangat membuat iri saudara dan para tamu.
Pengantin sedang duduk makan didekat kolam bersama keluarga Seno, keluarga Yudi, kemudian citut lewat dengan memakai kebaya. Sepintas mirip Datin, hanya matanya agak sipit, namun tinggi badan, profil wajah, warna kulit mirip sekali. Pas melintas Datin memanggil:
“ Citut sini dulu aku mau kenalin dulu. Carla ini sepupuku, satu satunya saudara dari jalur ayahku. Dia inilah yg mengurus PT Lumbungku, kalau gak ada dia kocar-kacir juga aku. Kalau mbak Rini sudah tahu.”
Citut nyalami Carla dan Seno, dan semua yg ada. Kemudian Rini nanya:
“ Kapan ini nyusul mbaknya? Sudah insinyur, sudah mapan, mana calonnya kok gak kelihatan? Dadang ada kan?” tanya Proborini
“ Ini segera nyusul tahun ini juga kok! Aku itu kalah militan sama dia, dia dioyak-oyak suruh nikah sama ibunya, ngeyel terus. Pokoknya kalau Lumbungku belum jalan belum mau kawin dia…..gila emang. Untung calonnya sabar, kalau enggak bisa ditinggal nikah sama yg lain, hahahaha….., alhamdulillah awal bulan ini 10 mini market Lumbungku yg tersebar di DIY sudah buka, contohnya itu yg diseberang rumahku ini. Mohon doanya tahun depan bisa dua atau tiga kali lipat.” Kata Datin.
Semua kagum sama Datin dan juga Citut, yg punya idealisme kuat, dan terwujud. Gen Djajeng.
“ Aku hanya menconto mbak Datin saja kok, fokus gak slewengan, ngikut beliau saja aman. Saya hanya urun tenaga dan sebagai pelaksana.” Citut merendah.
“ Citut itu selalu merendah begitu, sudah gak musim Tut! Orang dia yg insinyur, dia penyuluhnya, dia pembina teknisnya, Dadang dan dia yg blusukan nyari sedulur tani yg mau gabung, kalu tidak ada bakat dan kemauan ya ambyar.” Sahut Datin.
“ Ini saya masuk kekeluarga bibit unggul, saya bangga dan bahagia sekali.” Sahut Yudis sambil meminta Datin dan Citut berdiri berdampingan mau di foto. Kemudian dia bilang : “ Kenapa PT nya gak dikasi nama Duo Srikandi Manding saja?”
“ Ukuran bahan untuk papan namanya gak ada yg jual, kepanjangan. Nama toko belum kebaca, yg baca keburu sudah belok.”kata Datin bercanda.
“ Mas Yudis tidak boleh pura-pura lupa Datin itu yg mana ya! Jangan terus milih yg kembang jambu muda!” canda Datin lagi.
__ADS_1
“ Hmm……aku dengan mata tertutup saja bisa menebak mana istriku, karena ada magnitnya!” Yudis bilang sambil meluk istrinya dan mencium pipinya.
“ Aku kemarin rugi ya gak ikut menyaksikan konsolidasi yg yerakhir dengan para petani plasmanya, asyiek itu. Baiklah nanti aku juga aktif didalamnya.…….” Kata Yudis.
“ Makanya jangan suka ngambeg, rugi kan? Gak melihat wajah-wajah bahagia penuh harapan! Aku pernah berada diposisi mereka. Pesta rakyat diakhir tahun dengan nasi kotak. Itu yg menyebabkan adrenalin kita meluap.” Goda Datin ………..” oh ya, mas Yudis nanti ngambil bahan baku resto dari Lumbungku ya! Lumbungku pusat, harga kulakan mini market.”
“ Ya pastilah sayang!, bahkan aku akan buka di Pamularsih dekat kantor, Lumbungku, juga di Surabaya disamping Sagara Seafood House.” Kata Yudis.
“ Makasi sayang!” kata Datin sambil mencium Yudis
“ Mbak Datin ada tamu itu, pak Buntas sama istrinya.” Tiba tiba Dadang nyamperin Datin sambil memberitahu kedatangan Buntas.
Datin melihat ke depan yg terlihat Buntas dan Marion datang memakai baju batik couple pemberian Datin. Marion memakai blaser batik panjang kembarannya. Pasangan yg cantik dan handsome.
“ Weis, eidian ayu tenan Marion, mas Yudis itu dicari rivalmu yg bikin mas Yudis kontal ke Mindill tanpa pamit, datang bersama Ratu Kalinyamat.” Kata Datin sambil bangkit nyamperin mereka dengan nggandeng Yudis yg tersenyum geli, malu ingat kelakuannya yg childish. Bimo dan Yasmin ngithil dibelakang mereka. Cute sekali mereka berempat itu.
Seno sama Carla gak bisa nahan ketawa karena kelakuan Datin yg ternyata memang koplak, ceplas ceplos.
Buntas memandangi Datin dengan sorot mata kagum yg tidak bisa disembunyikan. Marion juga terkesima melihat busana adat Jawa yg anggun.
“ Datin, kamu cantik sekali, inikah costume adat negeri papaku?” tanya Marion.
“Besok kamu sama Buntas lebih keren lagi, since it will be your first marriage, maka costume resminya lengkap. Kalau saya dengan mas Yudis just an ordinary javanise costume, dan mas Yudis memakai international costume, busana kita ini mixed.”
Saat Buntas kesempatan ngobrol berdua sama Yudis, dia menceritakan saat melamar Datin dulu:
“ Masih gak percaya saya pak, saat saya melamar Datin beberapa bulan yg lalu, Datin menjawab kalau hatinya sudah terisi orang lain, dan dia yakin mencintai orang yg tepat, makanya dia mantap menunggu sampai waktunya tiba. Ternyata Datin mencintai pak Yudis, bener bener diluar dugaan saya. Saya harus bahagia untuk melepaskan Datin yg kedua kalinya demi menyambut cinta dan kebahagiaannya, yg ternyata tetap bukan untuk saya. Do’akan agar kami bisa sebahagia kalian ya pak.” Kata Buntas.
Betapa malunya aku kepada Datin, aku yg tidak tahu diri ini memang telah memperlakukannya dengan kasar waktu itu. Aku memang egois, keras kepala, memalukan. Datin sudah mengorbankan waktu dan tenaganya yg tidak murah! Dia pengusaha yg sukses dan bergengsi, yg tidak lebih rendah dariku, tapi aku yg sudah dibantu, malah memperlakukan dia seperti pengasuh bayaran untuk anakku, mending kalau dibayar, yg ada Datin nombok tenaga, waktu, uang, dan……cinta
Yg paling mengharukan adalah saat mengetahui bahwa meskipun sudah ada seorang profesional muda yg sukses dengan masa depan cerah yg lebih dulu meminangnya, namun dia tetap setia menungguku, yg Datin sendiripun tidak tahu kapan batas waktunya.
__ADS_1
Tak kuasa aku menatap sorot mata kecewanya waktu itu. Dan Canting ini memang manusia setengan malaikat yg selalu mempunyai segudang maaf…………Batin Yudistira