
Rabu pagi jam 07,30 pesawat Garuda yg ditumpangi Datin sudah mendarat di bandara A Yani Semarang. Carla sudah ada di hall kedatangan menanti Datin.
“ Tin, mas Yudis sakit lho, tekanan darah rendah. Penyakit baru kata mas Seno, semalam kita kesana, ya maklum nengok duda keren satu itu kasihan gak ada yg ngurus.” Kata Carla.
“ Separah itukah sakitnya? Kemarin aku sempat bicara ditelpon minta ijin untuk ke sekolah Yasmin, dia malah mau ketemu disekolah. Ya aku laranglah, nanti aku gak bisa leluasa ngomong sama bu Ani itu. Dan saya janji yg akan lapor dan nengok ke Candi sesudahnya.” Kata Datin.
“ Wis cocok, ……… nanti aku ikut ke Candi.” Kata Carla.
Sesampai disekolah Yasmin, Datin sudah ditunggu bu Ani, wali kelas Ias.
“Bu Ani, ini saya Rudatin, status saya itu ya sama dengan bu Carla ini. Semenjak mamanya Ias meninggal, ya kita-kita ini yg akan membantu pak Yudistira mendampingi perkembangan Ias. Jangan sampai ibu Ani bingung kok banyak orang yg menghubungi ibu.”
“ Oh saya senang sekali mengetahui kalau Ias tidak sendiri dalam arti kata hanya sama bapaknya saja. Karena saya tahu pak Yudistira itu orangnya kan sibuk sekali, dan belakangan Ias kelihatan murung dan nilainya menjadi turun, saya bingung harus lapor ke siapa yang langsung bisa menindak lanjuti.” Kata bu Ani menyambut gembira, lalu dia melanjutkan bicara :” Begini saja bu Datin, saya akan catat nomor telpon, BB dan address anda berdua. Nanti kalau ada yg urgent saya komunikasi via BB.”
“ Baik, ini di kartu nama saya tertulis lengkap no telp kantor, HP, BB, saya dan address.” Kata Datin sambil menyodorkan kartu nama ke bu Ani, kemudian dia lanjutkan bicara :
“ Selain itu, saya mau minta dicarikan atau minta rekomendasi, untuk mendapatkan orang yg bisa menemani Ias belajar, belajar apa saja, dan orang ini bisa mengajari mata pelajaran apa saja, mengingat ini masih level pelajaran SD. Yg penting selama 2 jam tiap harinya Ias itu diingatkan megang buku sekolah. Terserah Ias mau belajar apa saja tergantung hari tsb Ias menghadapi pelajaran apa atau mau ulangan apa.”
“ Mmmm……begitu ya bu, persyaratan detailnya bu? Seperti jamnya, tempatnya, salary nya….?” Tanya bu Ani.
“ Baik, ….mengingat Yasmin itu perempuan, saya maunya pendampingnya ini perempuan, pertama yg bersifat ngemong dan bisa nyambung sama bocah ya bu. Mahasiswi OK, profesi guru juga bagus. Dia akan bekerja minimum 2 jam per harinya, yaitu bakda Ashar sampai Magrib. Kalau diperlukan mungkin bersedia extend waktu yg tentu saja diperhitungkan lembur. Kalau tidak ada PR atau ulangan bisa memandu belajar lainnya, bahkan mungkin cerita yg terkait dengan pelajaran atitude atau budi pekerti. Kalau belajar mengaji nanti diluar itu.”
Carla sangat setuju akan usulan Datin tadi, itu upaya yg efektip. Tentang honor itu urusan kecil bagi Yudis.
“ Kalau ada kandidat, saya akan wawancara dulu. Nanti perkara hari libur dll itu kita atur. Tapi saat jadwal pendampingan anak harus ada, kalau terpaksa ijin harus mencarikan pengganti sementaranya, untuk salary saya tidak akan mengurangi standar honor guru profesional per jamnya.”Datin menjelaskan panjang dan lebar, kalau perlu nanti honor pendamping ini dia yg bayar.
Setelah cukup lama mereka berbincang, maka Datin dan Carla menyudahi konsultasinya, tapi minta ijin untuk tetap diruang tamu menunggu Yasmin pulang.
__ADS_1
Sebelum bu Ani kembali keruang guru, dia sempat menjelaskan kalau Yasmin sih tetap naik klas 2, namun nilainya banyak yg turun.
“ Jadi ini untuk pendampingan saat klas dua nantikan ya bu? Saya bisa seleksi nanti yg sekiranya nyambung sama anak-anak, jadi yg bersifat ngemong. Kalau masalah substansinya malah gampang, lha yg kepribadian ini yg agak njelimet.” Kata bu Ani. Tapi bu Ani merasa lega karena Yasmin dibawah pengawasan orang yg tepat.
Tiba tiba HP Datin berdering, ternyata Yudis menanyakan keberadaan mereka, dan mengatakan nanti makan siang dirumah saja, sudah disiapkan menu favourite Datin Sup Kerapu dan lobster dua rasa.
“ Wah mas Yudis ngrusak acara, padahal kamu mau aku ajak makan Mangut Kepala Manyung. Wah top markotop itu.” Kata Carla…”Tapi gapapa nanti sopirku tak suruh antar ke bandara untuk dibawa ke Jakarta.”
“ Wah apa gak repot bawanya nanti?” tanya Datin.
“ Tenang….dibagasi bisa, ditenteng juga bisa, orang sudah dimasukkan kantong plastik terus ditaruk didalam besek gitu lo Tin.” Jawab Carla.
“ Wah siplah, aku tenteng saja biar gak usah nunggu-nunggu bagasi.”kata Datin
“ Mudah mudahan nanti segera dapat pendamping belajar yg cocok sama Ias ya Tin. Idemu itu lho kok cemerlang. Aku gak kepikiran sama sekali begitu.” Kata Carla
“ Gila kamu Tin, nyariin jodoh duda sekeren mas Yudis ya jangan sembarangan lah. Konon dilingkungan Kadin sudah ada yg merapat nih. Rumor …..rumor Tin, kata mas Seno lho.” Kata Carla.
“ Wah hebat ya, berarti sejak belum duda sudah naksir tu orang, baru sebulan terus gercep. By the way, yg namanya profesi guru itu bukan sembaragan lho.” Kata Datin
Tidak terasa Ias sudah datang meluk Datin sambil teriak “ Ibuuuu…..” dengan ekspresi kangen.
“ Kita mau kemana bu?” tanya Ias yg mengharap diajak melancong makan es cream atau jalan di mall. Karena baru jam 11.00, Datin nanya: “ Ias mau apa? Keisya mau apa?.......tapi ini papa sudah nyiapin makan siang enak lho dirumah.”
“ Haaaa….. kita pulang ke rumah? Waaaa……!” teriak mereka berdua.
“ Aku mau es cream.”……” Aku mau baso.” Mereka usul bersaut sautan.
__ADS_1
“ OK ….kita makan baso sama es cream, sesudah itu pulang, karena papa kasian sudah nunggu dari tadi. Lagi sakit kan papa?” kata Datin
“ Begini, kita beli baso dan es cream gelato besar, terus dibawa pulang kerumah Ias. Besok kalau liburan sekolah kita main ke Jakarta ke tempat tante Datin, dibawahnya ada resto burger, baso, es cream dll…… ok?? Dan kalau mau main ke mall kan mallnya jauh lebih gede dan lebih bagus dari pada di Semarang.” Janji Carla…..
“ Oh ya betuuuul sekali….!” Kata Datin.
“ OK baiklah.” Kata Yasmin karena dia ingat papanya yg nunggu dirumah. Keisya meskipun agak kecewa akhirnya ngikut juga.
Yg menjadikan kedua anak ini ceria karena Carla beli gelato satu ember kecil. Baso dan Es cream sudah ditangan maka mereka langsung meluncur ke Candi.
Sesampai di rumah Candi, makanan lezat sudah tersaji dimeja makan, Datin menyuruh ART manasin Baso dan ditaruk mangkuk untuk anak anak. Mereka tanpa basa basi langsung makan.
Datin agak kaget melihat penampilan Yudis yg sedikit kurus, lebih tepatnya wajahnya sedikit tirus dan bejambang, agak kotor mukanya, namun ganthengnya gak berkurang .” Bener kata Carla, duda segatheng mas Yudis, kaya pula, pasti tidak butuh waktu lama banyak kandidat pendamping yg merapat!” batin Datin, sambil ingin tahu siapa anggota kadin yg sudah stanby yg dibilang Carla itu.
Selesai makan mereka ngopi di teras belakang seperti kebiasaan saat masih ada Pras dan ada Mila.
Datin menyeruput kopinya, sambil menerawang jauh kebawah, dia meceritakan ke Carla tempat ini adalah menyimpan seribu kenangan, yg tiap dia menginjakkan kaki ke teras ini seolah olah dejavu, Datin bisa merasakan hadirnya kembali suasana saat ditempat tsb bersama Pras, Mila dan juga Yudis. Tidak terasa menitik air mata Datin. “ Ibu kangen mama ya, seperti Yasmin, tapi mama sampai sekarang belum nengok Ias di mimpi lho, mama gak kangen Ias?” sapa Yasmin sambil memegang tangan Datin dan memandang muka Datin.
“ Ibu bisa merasakan kehadiran mama Ias, dan juga bapaknya Bimo kalau berdiri disini, mama pasti kangen Ias tapi mama bisa melihat Ias setiap saat, kalau ias harus lewat mimpi.” Jawab Datin sambil meletakkan cangkir kopi di meja, kemudian memeluk Yasmin.
“ Tin, kebiasaan tidak ada yg berubah kok. Kopi, teh sudah siap diteras. Your favourite spot.” Tiba tiba suara Yudis mengejutkan dari pintu dibelakang mereka.
Datin menengok sambil mengusap airmatanya: “ Eh….. iya bener, terimakasih mas, anggota perhimpunan pecinta balkon berkurang dua. Hehehe…….life must go on!”
Kemudian mereka bertiga ngobrol diteras belakang tersebut. Sedangkan Yasmin dan Keisya main kekamar Yasmin.
Datin dan Carla menceritakan apa yg sudah mereka rencanakan dan bicarakan sama wali kelas Yasmin. Yudis sampai terharu dan sangat setuju dengan mereka berdua. Akhirnya satu masalah sudah terbayang cara mengatasinya.
__ADS_1