
"Aku sudah punya anak!" lanjut Pras....
"Hah??? apa maksudnya Pras?" tanya Parwati
Pras menceritakan semua yang dia alami, kesalahan nya hingga gadis tak bersalah menjadi korbannya dan hasil kesalahannya itu hadir seorang anak perempuan yang saat ini berumur 7 tahun, Parwati mendengarkan dengan seksama perkataan adiknya itu, matanya berkaca-kaca entahlah dia seolah mendapat celah untuk bisa meneruskan keturunan keluarga Wiguna.
"Kenapa tidak kau temui dia Pras?"
"Aku belum sempat ke sana mbak, lagian aku juga baru tau keberadaan nya beberapa waktu lalu!"
Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja Rosita tersengal-sengal, Pras dan Mbak Wati binggung dan panik sendiri, sampai-sampai mbak Wati keluar dari ruang rawat dan berteriak memanggil dokter. Mbak Wati memang tak begitu menyukai Rosita sebagai istri Pras adiknya hanya karena mereka tak mau memberikan anak untuk keluarga Wiguna, namun ketika dulu menjadi sahabat Pras, mbak Wati senang dengan sosok Rosita yang ceria dan apa adanya. Dan sekarang bagaimana pun juga Rosita sednag sakit, mbak Wati juga merasa cemas dengan keadaannya.
__ADS_1
Sesaat kemudian, dokter berlari menuju ruang rawat di mana Rosita di rawat, Pras dan Mbak Wati di minta keluar terlebih dahulu, Setelah beberapa waktu dokter Hadi, dokter pribadi Rosita keluar dari ruang rawat.
"bagaimana keadaannya Di?" tanya Pras.
"Maaf kan Pras, mbak Wati.. Rosita tak bisa bertahan!" ucap Hadi yang membuat Pras sangat kaget begitu juga mbak Wati, walaupun mereka tau cepat atau lambat Ros pasti BBM
pergi karena sakit nya, namun mereka juga seakan belum terima dengan kepergian Ros,wanita yang menemani hari-hari Pras Setelah kepergian kekasih nya dulu.
Suasana duka menyelimuti rumah Pras, Rosita tak punya siapa-siapa hingga tak akan ada sanak saudara nya yang datang, sedangkan karyawan Pras di perusahaan hampir semua petingginya datang melayat mengantar Rosita ke peristirahatan terakhirnya. Wanita penuh derita, sahabat terbaiknya,kini sudah pergi meninggalkan dirinya, ada bagian dari diri Pras yang hilang, bagaimana pun juga, Ros adalah sosok yang bisa di jadikan Pras sebagai sahabat, adik dan bahkan rekan bisnis saat harus mendiskusikan segala sesuatunya dengan Ros, ide-ide cemerlang nya lah yang membuatnya semakin semangat menjalankan perusahaan.
"Selamat jalan Ros.... terimakasih atas segalanya!" Pras memandang batu nisan bertuliskan Rosita,dengan berat hati Pras harus melepaskan Ros, paling tidak sekarang Ros tak akan pernah lagi sakit sepanjang waktu.
__ADS_1
Kini tugas Pras membawa dan memperkenalkan diri pada Zia dan Kinan, seperti janjinya pada Ros kala itu...
"Berjanjilah untuk bahagia Pras! cari perempuan itu dan anaknya, dan saat itu terjadi aku harap aku masih bisa bertahan! kalau pun tidak..bawa mereka ke pusaraku dan perkenalkan aku sahabat mu yang pernah menemani mu dan akan selalu menyayangimu!" kata Ros
Pras menyeka airmata nya di samping pusaran sang istri.Tugasnya sudah selesai menemani Rosita, janji yang dia buat pada Erin kekasih nya dulu, kini mereka berdua bahkan sudah bersama di surgaNya.
Pras pergi setelah menghapus airmata nya,dia berjalan tegap menuju mobilnya dan...
"Papa datang Zia!! papa datang....!"
bersambung...
__ADS_1