Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Manis....!


__ADS_3

"bagaimana Dev?" tanya Zia hati-hati.


"emmmmm!!"


"Dev....??"


"Apanya Zi, sudah tidurlah!!'' kata Devan dengan semburat merah di kedua pipinya, dia sangat malu, biar bagaimanapun ini adalah hal pertama yang di lakukan oleh Devan sepanjang hidupnya.


"Manis!" batin Devan


Apa yang dilakukan Devan inipun karena dorongan dalam dirinya yang tiba-tiba ingin sembuh, dia teringat lagi dengan kata-kata Raksa yang beberapa jam lalu menelpon nya dan memberikan kabar tentang dirinya dan juga Zidan.


'Ingat Dev!! loe harus bisa sembuh! gimana kalau anak loe cewek? apa loe gak pengen pegang dia juga?'


Seperti itulah kata-kata Raksa, Lelaki yang sudah dia anggap bahkan seperti pengganti papanya sendiri.Devan selama ini sudah bertekad tak akan menikah seumur hidup nya, cukup ada Romi dan Raksa yang dia butuhkan, bahkan jika mereka berdua nantinya menikah, Devan tak keberatan asalkan mereka masih selalu mengunjungi Devan, namun takdir berkata lain, sang mama ternyata membawa sebuah surat perjanjian yang membuatnya kaget, surat perjanjian di mana tertera dia harus menyerahkan seluruh harta kekayaan atas nama sang papa pada mamanya jika Devan tak memberikan keturunan pada keluarga AdiRaksa, yang dengan liciknya ternyata Angela mama yang tak pernah menyukai Devan itu tau akan trauma yang di derita Devan.


Romi dan Raksa yang tak terima bila kekayaan yang sudah bertahun-tahun di kelola sang papa di ambil begitu saja oleh Angela akhirnya membujuk Devan untuk menikah, walaupun harus dengan surat perjanjian yang terlihat konyol. Hamil tanpa menyentuh si perempuan alias hamil karena inseminasi buatan yang dilakukan sendiri oleh sahabat mereka agar berita tersebut tak sampai ke telinga Angela supaya bisa mematahkan asumsi Angela tentang trauma dari Devan. Sekarang Devan sedang berjuang denagn debaran jantung dan juga gemetaran tangannya karena memeluk dan mencium Zia, disisi lain Romi ada akhirnya memutuskan untuk menginap di rumah mama Kinan karena masih takut meninggalkan wanita paru baya tersebut.

__ADS_1


"Kamu belum lama kan kerja di rumah besar?" tanya Romi tiba-tiba pada Tasya yang duduk sendiri di teras dengan secangkir teh.


"Eh iya Tuan!" kata Tasya sambil berdiri, dia tak tau kalau Romi belum tidur.


"Aku lihat kamu akrab dengan Zia!"


Romi memang memasang beberapa cctv tersembunyi di rumah besar karena itu dia bisa memantau gerak-gerik Tasya dan Zia, Romi memberi kode pada Tasya agar duduk kembaliRomi sudah terbiasa tak membedakan antara dirinya dan pelayan di rumah nya, hanya saja cukup bi Narti yang tidur di rumah besar, pembantu yang lain yaitu dua orang lagi hanya kerja jam 8 Sampai jam 4 sore, lebih tepatnya setelah kepergian mereka bertiga berangkat bekerja, para pembantu itu baru boleh masuk rumah besar.


"Kami teman sekolah dulu Tuan, teman SD!" jelas Tasya


"Iya Tuan, sebelumnya saya tinggal dan lahir di Jakarta, tapi karena suatu hal,ayah saya membawa saya kembali ke kotanya, ayah saya sedang sakit Tuan, karena itu saya harus kerja keras buat ayah!" kata Tasya sambil tersenyum manis kepada Romi yang ada di hadapannya.


"Manis!" gumam Romi


"Hah?? apa Tuan?" tanya Tasya


"Teh nya manis! saya kurang suka!'' kata Romi yang memang sedang meminum teh di tangannya.

__ADS_1


"saya bikinin lagi Tuan?"


"Tidak perlu!"


"Oh iya....!" kata Tasya sambil tersenyum lagi.


"Jangan lagi!!" kata Romi.


"Maksud nya?"


"Jangan senyum lagi!! teh ku bertambah manis!" goda Romi namun dengan nada datarnya.


"Hah???!!! oohhh......sa-saya masuk dulu Tuan, su-sudah malam!" ucap Tasya gugup sambil berdiri dan berjalan cepat ke dalam rumah, sedangkan Romi mengigit bibir bawahnya karena menahan senyuman di wajahnya.


"Ehhhmmm memang manis!!'' ucapnya lagi sambil meminum tehnya dengan senyuman penuh arti.


bersambung ke

__ADS_1


__ADS_2