
"Kita lakukan!!" kata Romi.
"Rom!!!!" teriak Raksa sambil berdiri.
"Demi papa Sa!" ucap Romi,dengan menyebut nama 'papa' maka di jamin Raksa akan luluh seketika. Entahlah apa rencana mereka sebenarnya, semuanya tak berjalan semestinya, rencana tiba-tiba berubah haluan, takdir apa yang tengah Tuhan berikan pada mereka berempat.
"Romi! Dev.....!" ucap pelan Raksa, mereka berdua menoleh.
"Apa kalian rasa,kita tidak keterlaluan?" lanjut Raksa.
"Sa, dengar..ini bukan keputusan kita semata, Zia juga ikut andil! dan ingat!!dia yang menawarkan diri!" kata Romi
"Raksa! kita hentikan saja kalau loe tidak merasa nyaman!" kata Devan.
"Dan membiarkan perempuan itu mengambil perusahaan papa?? gak akan gue biarkan!! ini amanah papa!! papa hanya di jebak dengan perjanjian gila itu!!" kata Romi penuh emosi.
"Apa kalian rela?? kalau iya! tapi gue nggak!!! walaupun harus membunuh wanita itu untuk membatalkan perjanjiannya dengan papa!! gue Romi!!! akan dengan senang hati melakukan nya!!" lanjut Romi masih di selimuti kemarahan nya.
__ADS_1
"Rom....!" sentak Raksa,dia segera menarik duduk Romi untuk duduk kembali, Raksa tau jika Romi sudah marah maka emosi tak bisa di kontrol! Raksa cemas, bisa-bisa ruangan Tania hancur menjadi tak berbentuk.Devan hanya diam saja, ini memang kewajibannya sebagai seorang anak! papanya adalah segalanya bagi Dev, dia juga tau kalau pun perusahaan akan jatuh di tangan mamanya, seandainya sang papa masih hidup,maka Papa nya akan baik-baik saja dan menyerahkan semuanya pada sang mama, tidak di pungkiri bahwa papanya mencintai mamanya melebihi apapun,bahkan nyawanya pun bisa dia berikan pada Angela sang istri.
"Raksa! gue mohon penuh i keinginan papa!!" kata Devan
Disisi lain, Zia dan Tania sedang berada disebuah cafe di rumah sakit tersebut.
"Kenal dari mana sama mereka?" tanya Tania memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
"Saya karyawan pak Romi dok!" saut Zia.
"Nanti tidak sopan dok!" ucap Zia.
"Kak Tania! bagaimana kalau kamu panggil aku dengan sebutan itu?" kata Tania.
"Baiklah kak!!"
" Sungguh gadis hebat!! demi keluarga nya dia bisa melakukan semuanya!!" batin Tania sambil melihat wajah polos Zia.
__ADS_1
"Kamu siap dengan kehamilan kamu nanti?" tanya Tania lagi.
"Iya kak! aku sudah melewati umur 18 tahun kak!! aku pasti bisa!" ucap Zia menyakinkan Tania, Tania masih memandang Zia dengan tatapan iba dan tatapan kagum secara bersamaan.
"kamu hebat Zia, kamu bahkan melakukan segalanya untuk adik dan juga mamamu!!! Kamu benar-benar gadis yang hebat!" puji Tania
"Terima kasih kak!!" ucap ziyad dengan senyuman termanisnya.
akhirnya mereka hanya ngobrol biasa tanpa membahas tentang rencana Dev dan juga saudara-saudaranya tersebut. Tania memperkenalkan diri bahwa dia adalah teman kuliah dari ketika lelaki yang ada di dalam, bahkan diantara percakapan-percakapan mereka tidak ada yang membahas tentang Devan dan juga Raksa, setelah hampir 1 jam mereka berada di kafe, tiba-tiba ponsel dokter Tania berbunyi dan menampilkan wajah Romi di sana. Romi meminta Tania membawa Zia masuk ke dalam ruangannya lagi dan mereka sudah menemukan keputusan dari hasil rapat dadakan mereka bertiga.
sebelum masuk ke dalam ruangannya dan ia ingin memberikan pertanyaan kepada Zia karena sedari tadi dia sangat penasaran dengan gadis tersebut.
"Zia apa kamu mencintai salah satu diantara mereka?" tanya Tania yang sudah penasaran.
"eh .......kok... maksud kakak'
bersambung.
__ADS_1