Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Usaha Zia


__ADS_3

Deg......


Tubuh Devan seketika bergetar,dan terlihat gugup, Zia menyadari nya namun dia tetap tak melepaskan pelukannya, dia ingin menepati janjinya pada Raksa, janji yang sementara ini hanya dia dan Raksa saja yang tau.


Flashback on


Zia menunggu di sebuah lobby apartemen seseorang,namun Zia juga tak tahu apartemen siapa yang akan dia datangi,dia hanya mendapatkan telepon dari Raksa untuk naik taksi menuju apartemen yang telah dikirimkan alamatnya oleh Raksa.Sesampainya di sana ternyata Raksa tidak datang atau lebih tepatnya belum datang dia diminta oleh Raksa untuk menunggu di lobi saja.Setelah beberapa lama menunggu ternyata Raksa datang bersama dengan dokter Tania, dia merasa heran mengapa mereka menemui nya bukan di rumah Devan atau di rumah sakit melainkan di sebuah apartemen.


"Ada apa ini dokter Tania? Raksa?" tanya Zia ketika sudah sampai di dalam apartemen.


" Ini apartemen milikku Zia, Raksa ingin bicara padamu, makanya aku bilang tempat teraman adalah apartemen ku!" jelas dokter Tania.


"Zia.....kita mulai saja!" kata Raksa.


"kau tahu kan kalau kau akan melakukan inseminasi buatan yang akan memasukkan sp*erma milik Devan ke dalam rahimmu agar kalian menghasilkan seorang anak,tapi ternyata Devan mengalami sesuatu yang bisa saja menghambat inseminasi tersebut!" kata Raksa, dia memberi jeda pada kalimat nya.


"dokter Tania dan Devan memberikan solusi agar aku menyumbangkan milikku sebagai ganti milik Devan!!'' kata Raksa,nampak sekali Zia terkejut dengan semua yang di dengar nya.


"Apa....apa boleh buat!! bukannya tak masalah Milik siapa saja!! asal aku hamil itu perjanjian kita berempat!" kata Zia mencoba untuk tegar.Sungguh di luar pemikiran Raksa dan dokter Tania, Zia benar-benar seperti seorang pengawai yang mematuhi semua perintah bosnya, bukan berpikir sebagai istri Devan.

__ADS_1


"tapi aku tidak bisa Zia, Aku tidak ingin menyakiti dia suatu saat nanti... bagiku kebahagiaan Devan di atas segalanya!!"


"Lalu!" lanjut Zia.


"Kita akan mencoba melakukan segalanya Zia, artinya kau harus siap untuk sakit beberapa kali!" kata dokter Tania.


"Kita mencoba mengulur waktu agar Devan sehat setelah meminum obat nya! bagaimana?" lanjut dokter Tania


"Apa Devan mau?" tanya Zia.


"Tentu saja! aku yang akan memastikan nya! tapi kita akan mencoba terus selama beberapa waktu!! jika memang tak berhasil!! terpaksa akulah yang akan menggantikan Devan!!" kata Raksa.


"Satu lagi Zia!" kata Raksa lagi.


"Buat Devan jatuh cinta padamu!!''


Zia hanya diam, dia tak mungkin melakukan nya, dalam surat perjanjian jelas tertulis bahwa Zia hanya harus mengandung anak Devan dan bercerai setelah nya.


"Tapi....!" kata Zia menggantung.

__ADS_1


"Zia..aku akan menceritakan sesuatu padamu!! berjanjilah hanya kita yang tau!!" kata Raksa serius, dan dia mulai bercerita, dokter Tania hanya diam karena dia pun juga sudah tau semuanya tentang masa lalu Devan.


Flashback Off


"Dev..... sekali lagi terima kasih!" kata Zia malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Zi...zia...le-lepaskan!!! i-ini tidak nyaman!" kata Devan gugup dan gemetaran.


"Kenapa?...emmm Dev, jangan salah paham terhadap ku! aku tidak tau kenapa aku selalu ingin dekat sama kamu!! ini bukan keinginan ku! ini keinginan bayi ini!" kata Zia mencari alasan, dia harus bisa menyembuhkan trauma Devan sesuai janji nya pada Raksa, trauma terhadap sentuhan wanita, maka Zia akan menyembuhkan nya dengan sentuhan pula.


"Be-benarkah?" kata Devan


"Sini....!' Zia menarik tangan Devan dan duduk di pinggir ranjang,membuka aplikasi pencarian sebuah artikel tentang ibu hamil dam seputar kehamilan seseorang, Devan membaca dengan seksama dan mulai paham dengan acara yang di sebut ngidam ibu hamil.


"Aku ingin tidur di peluk kamu!!" kata Zia.


"Hah???" kata Devan kaget, pasalnya walaupun sekamar, Zia tidur di ranjang,sedangkan devan di lantai beralaskan kasur lipat yang tak terlalu tebal namun mampu membuat nya nyaman.


"Iya...adek bayinya tidur pengen di peluk papanya!"

__ADS_1


"Hah???"


bersambung


__ADS_2