Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
langkah awal penyembuhan Devan


__ADS_3

"Dev......"


"hemmm!"


"Aku mau di peluk!"...ucap Zia


"Eh ... A-apa Zi!!?"


"Aku mau di peluk tidurnya Dev!" kata Zia lagi.


"Aku masih ada pekerjaan..ya... ya aku...aku ke ruang kerjaku dulu!!" kata Devan hendak menghindari Zia, namun Zia lebih pintar, Zia sudah mengunci kamar mereka terlebih dahulu dan menyembunyikan kunci kamar nya.


ceklek......


ceklek......


Devan berusaha membuka kamar,namun tak berhasil, kemudian dia menoleh ke arah Zia yang sudah terbaring di tempat tidur.Melihat Devan yang memandang nya, Zia tersenyum manis.


"Ada apa Dev?" tanya Zia sok tak tau apa-apa.


"Zi....dimana kuncinya?" tanya Devan dengan mode dingin nya, dengan sekuat hati dia menyembunyikan rasa cemasnya.


"Sini dulu!! baru aku kasih tau dimana kuncinya!' kata Zia memaksa.


"Zi....sudahlah! berikan kuncinya!" kata Devan lagi.

__ADS_1


Zia mulai turun dari ranjangnya menuju ke arah Devan, m pergerakan tubuh Zia yang semakin dekat, Devan mundur beberapa langkah.Sungguh Devan belum siap jika harus menyembuhkan dirinya dengan bantuan Zia seperti yang dikatakan Romi beberapa jam yang lalu saat berada di dalam mobil menuju kantor nya.


Beberapa jam yang lalu


"Apa loe benar-benar gak pengen sembuh?" kata Romi hati-hati karena baru kali ini Romi berbicara serius.


"Maksud loe?" tanya Devan bingung.


"Zia.....dia bisa menyembuhkan trauma loe!! deketi dia! perlakuan dia layaknya seorang istri!" kata Romi


"Loe cinta sama dia?" tanya Devan sambil memandang ke arah luar jendela mobil.


'' Gue sayang sama dia Dev! entah mengapa dia seperti membawa cahaya dalam kehidupan kita! benar kan?" kata Romi, dan Devan hanya mengangguk tanda setuju.


"Dan hanya loe yang bisa melakukan nya!" lanjut Romi


"kenapa jb?" tanya Devan.


"Karena loe suaminya!!! turuti saja apa mau dia Dev!! pelan tapi pasti Dev!!" kata Romi di akhir obrolan mereka.


"Dev...!' panggil Zia pelan yang membuyarkan lamunan Devan.


"Zi.....! Ayo tidur!" kata Devan akhirnya, dia merasa tak enak dan kasihan, karena dari kemarin meminta untuk di peluk.Devan menarik pelan Zia ke atas tempat tidur, dan merebahkan tubuhnya ke pembaringan.


"Sini Zi.... katanya minta peluk??" ucap Devan ketika melihat Zia diam di tepi ranjang, mendengar apa yang dikatakan Devan, dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan, Zia langsung naik ke atas ranjang dan menjadikan lengan Devan sebagai bantal nya.Zia memiringkan badannya agar dapat memeluk pinggang Devan, namun dia merasa tubuh yang dia pegang bergetar,tanda kalau tubuh Devan belum siap menerimanya.

__ADS_1


"Dev... rileks!! aku Zia....ini Zia..istrimu!" kata Zia sambil memegang kedua pipi Devan dengan kedua tangannya, dengan perlahan Zia mencium bibir Devan, Devan kaget namun hanya bisa diam saja.


"Zi...jangan.. begin.....ni!" omongan Devan sudah terpotong dengan ciuman singkat lagi di bibirnya


"Dev...sudah tidur ayo...!" kata Zia dengan sedikit malu karena dia terlalu agresif.Devan hany diam saja, entah mengapa tangannya yang biasanya bergetar kini hanya diam saja.


"Dev... tidur lah!" kata Zia yang melihat Devan hanya memandangi dia tanpa memejamkan mata.


"Zi.....!"


" hemm...!"


"Zi.....!"


"Apa Dev?"


"Boleh cium lagi? aku pengen seperti tadi! aku harus memastikan sesuatu dalam diriku!!"


Di balas dengan senyum manis ala Zia, dan akhirnya apa yang di minta Devan terjadi.Malam pertama langkah penyembuhan trauma Devan di mulai, walaupun hanya sebuah ciuman singkat diantara mereka.


"bagaimana Dev?" tanya Zia hati-hati.


"emmmmm!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2