
Setelah pertemuan mengharukan antara Kinan Kanaya ayah dan juga ibunya sekarang mereka tinggal di rumah yang sudah disediakan oleh Pras. Pras menginginkan ayah dan juga ibu Kinan tinggal bersama mereka setelah mereka menikah nanti, namun untuk saat ini Pras lebih mengutamakan pernikahan Kanaya dan juga Fredo adik dari asistennya tersebut yang memang sudah ditetapkan tanggal pernikahannya. keluarga Fredo juga sangat wellcome terhadap keluarga Kinan dan juga kan kanAya,merekapun tahu bagaimana kisah hidup Kanaya,Kanaya adalah gadis yang baik, namun beberapa tahun yang lalu keluarga Fredo menganggap bahwa tindakan Kanaya yang salah hanya karena ia masih terlalu muda jadi wajar jika dia membenci atau bahkan malu dengan keadaan Kinan yang dulu.
Pernikahan Fredo dan Kanaya di gelar dengan sangat meriah, perjuangan Fredo menyakinkan Kanaya akhirnya membuahkan hasil juga, bertahun-tahun Fredo mencintai Kanaya, bahkan hatinya tak tergoyahkan oleh wanita manapun yang mencoba mendekati nya.
"Kamu suka pernikahan yang mewah seperti ini?"
Tanya Pras yang sedang menggenggam erat tangan Kinan, Kinan tak begitu nyaman di suasana yang sangat ramai seperti saat ini. Kinan menggelengkan kepalanya, dia tak suka semuanya.
"Baiklah kita akan menikah dengan cara yang sederhana bagaimana?" tanya Pras lagi, kali ini Kinan tersebut lebar pada Pras.Pras mencium pipi wanita di sampingnya itu,dia sangat gemas dengan perilaku Kinan, yang kadang polos seperti anak kecil.
"Papa!! ibu jangan di ciumi terus dong!!" tiba-tiba saja Zia datang dan memprotes apa yang dilakukan oleh papanya.
"Iya...ya....!" namun Pras hanya berkata tanpa berhenti mencium pipi mulus Kinan, sampai Kinan sendiri yang menutupi kedua pipinya dengan telapak tangan nya, Pras tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Kinan.
__ADS_1
############
"ini rumah baru kita Zia sayang..... Kinan..sini!" kata Pras ketika memasuki rumah baru mereka, besar ,bersih dan sangat indah.
"Waaaahhh suka banget pa!!" kata Zia sambil berlari-lari di sana.
"Pa...aku lihat kamar aku ya....!" kata Zia
"Hati-hati sayang! jangan lari-lari!" Teriak Pras.
"Gimana suka?" tanya Pras sambil memeluk istrinya itu dari belakang, ketika mereka sudah berada di kamarnya.
"Cantik!" jawab Kinan sambil melihat ke arah jendela,ada taman bunga di samping rumah dekat kamar Kinan.
__ADS_1
"Kamu juga cantik!!" kata Pras yang sudah menciumi tengkuk sang istri dan mengeratkan pelukannya.
Kinan tertawa kecil mendapatkan perlakuan Pras, dan Pras baru tau bahwa bila dia merasa geli bukannya protes pada Pras, namun malah tertawa kecil saja, hal itu menambah rasa gemas Pras padanya.
"Gak pengen hamil lagi?" tanya Pras yang sudah membalikkan tubuh Kinan menghadap dirinya.
"Jangan....." kata Kinan pelan
"Kalau gitu kita main-main nya besok saja! kita ke dokter dulu ya!"
kata Pras sambil membawa sang istri ke ranjang dan berbaring selama seminggu pernikahan nya memang Pras belum melakukan malam pertama nya, dia berencana melakukan nya di rumah mereka sendiri,dengan kamar yang di desain Pras kedap suara,dia tak ingin jeritan Kinan sampai ke telinga mertua dan juga anak gadisnya, Namun Kinan tak ingin hamil lagi, begitu lah yang di tanggap oleh Pras.
Namun Pras akan membujuk Kinan nanti saja bila berada di ruang dokter.Maka dari itu Pras bersabar terlebih dahulu untuk melakukan malam pertama mereka. malam ini Pras hanya tidur di samping sang istri sambil memeluknya erat, begitulah selama seminggu pernikahan mereka Kinan begitu nyaman tidur dalam pelukan Pras.
__ADS_1
bersambung