
Akhirnya inseminasi buatan itu terjadi setelah menunggu beberapa minggu, dan sungguh tak disangka oleh Zia sang mama bangun dari komanya.
''Apa dok?? ma-mama bangun?" tanya Zia sedikit berteriak dipanggil an telepon nya.
"Iya Zia segera ke rumah sakit!" kata dokter Mira, dokter yang menangani Kinan.
Zia segera bergegas ke rumah sakit,saat berjalan cepat keluar rumah sakit,dia bertemu Devan di depan rumah karena Devan baru saja datang.
"Mau kemana?" tanya Devan melihat Zia terlihat tergesa-gesa.
"Dev....mama Dev!!!" ucap Zia sambil memeluk Devan.
Deg......tubuh Dev tiba-tiba menegang dan jantung Devan tiba-tiba berdetak kencang ketika mendapatkan perlakuan seperti itu dari Zia, namun Zia tak menyadari semua nya karena dia terlalu senang.
"Dev aku pergi dulu! aku senang sekali Dev!" ucap Zia setelah melepaskan pelukannya dan segera berjalan cepat meninggalkan Devan, namun dengan memberanikan diri, Dev memegang tangan Zia.
"A-aku antar saja!" entah mengapa Devan menjadi tiba-tiba gugup
Akhirnya mereka berdua pergi ke rumah sakit tempat dimana Kinan di rawat, dengan tidak sabar Zia segera keluar dari mobil Devan, bahkan dia lupa bahwa di sedang mengandung saat ini. Devan menahan tangan Zia kembali.
"Ada apa?" tanya Zia heran
""Jangan lari! kasian anaknya!" kata Devan
__ADS_1
"Eh..iya aku lupa! maaf...!" ucap Zia merasa bersalah.
"Ayo.....!" ajak Devan
Zia berada di ruangan dokter Mira, karena dia tak mendapati mamanya di ruang yang biasanya dipakai sang mama.
"Zia?"
"Dokter! kenapa mama tidak ada di sana? dimana mama dok?" tanya Zia yang mulai panik.
"Zia duduk lah!" pinta dokter Mira sambil melihat ke arah Devan, dia ingin bertanya namun di urungkan niatnya karena melihat Zia yang panik, lagi-lagi Dev memegang tangan Zia.
"Emmm.....!' dokter Mira nampak ragu karena ada Devan di sana.
"Mama kamu di pindahkan ke ruang rawat Zia, dia sekarang sedang istirahat tapi Zia.....!" kata dokter Mira.
"Tapi apa dok?" tanya Zia cepat
"Mama kamu mencari papa kamu mungkin! karena yang dia panggil pertama kali saat bangun dari koma adalah kata 'mas'!" terang dokter Mira.
Seketika airmata Zia meleleh, mengingat sang papa yang setahun lebih meninggalkan dia, Zidan dan juga mamanya, dia masih ingat bagaimana cinta dan sayang nya papanya terhadap mamanya, bahkan Zia sempat berdoa agar dia di beri lelaki sehebat sang papa sebagai pendamping hidup nya kelak, walaupun kenyataannya dia malah menjual rahimnya untuk pengobatan sang mama dan kehidupan Zidan adiknya.
Devan hanya diam saja melihat Zia menangis, rasanya dia ingin memeluk bahu Zia, hanya sebatas bahu saja namun entah mengapa tangannya malah bergetar saat hendak menyentuh Zia, menyentuh tangan Zia saja sudah mampu membuat jantung nya berdebar antara takut dan panik, bayangan masa lalunya tiba-tiba melintas begitu saja, hingga dia hanya bisa diam melihat istrinya itu menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Apa saya boleh bertemu mama sekarang dokter?" tanya Zia sambil menghapus airmatanya.
Dokter Mira mengantar Zia ke ruang rawat Kinan, di lihatnya seorang wanita berbaring lemah di sana,Zia mendekati sang mama dengan perlahan, mengengam tangan Kinan dengan lembut.
"Ma....mama" panggil Zia pelan.
Kinan membuka matanya, melihat wajah anak gadisnya yang terlihat tersenyum manis padanya.
"Zia.....!' panggil nya dan hanya di angguki oleh Zia.
"Mas....mas Pras?" pertanyaan yang benar-benar membuat Zia tak mampu lagi menahan airmata nya.
"Mas Pras sudah di surga, bersama nenek dan kakek! mama masih punya tugas menemani Zia dan Zidan disini! dan mas Pras melihat dari sana!" ucap Zia menirukan panggil an papa nya dari sang mama, mamanya yang mengidap sindrom Asperger atau autis yang membuat Zia kadang begitu hati-hati menyusun kata-kata agar di terima dengan baik oleh mamanya.
"Dia melihat? ya.....dia pasti bisa melihat!" kata Kinan, entahlah bagaimana perasaan Kinan saat ini, terlalu lama dia tertidur hingga ketika seseorang meninggalkan nya dia tak menyadari nya, begitu lah mungkin pikiran sederhana seorang Kinan.
bersambung.....
Terimakasih atas saran...komen...like yang kalian berikan, jangan khawatir aku orang yang bisa menerima setiap kritik dan saran...asal jangan dengan kata kasar๐๐
Semangat buat author!!!!
SENIN UNTUK VOTE YA.....
__ADS_1