
Devan akhirnya di bawa pulang oleh Raksa,bi Narti yang melihat keadaan Devan tiba-tiba menangis tanpa henti, setelah memberi Devan obat penenang dan membiarkan Devan tertidur karena efek obat tersebut Raksa keluar dari kamar dan menemui bi Narti yang menangis sesenggukan di meja makan setelah mendengar cerita sekilas dari Raksa.
"Bi...!" panggil Raksa
"Terkutuk mereka den! hiks..... benar-benar bibi benci dengan mereka!!! hiks.... bagaimana seseorang benar-benar tak punya hati!!! bahkan singa saja tidak akan memakan anaknya sendiri!!! hiks....hiks...!!" ucap bi Narti, Raksa hanya bisa mengelus punggung wanita paru baya yang selalu menemani mereka bertiga, wanita yang memilih tinggal bersama mereka dan memutuskan tak menikah kembali setelah kepergian sang suami untuk selamanya.
"Mereka benar-benar tak punya hati!!" gumam bi Narti di sela-sela tangisan nya.
Devan memang tak pernah ditangani spikolog selama ini, Raksa dan Romi mengetahui nya pun dengan sedikit paksaan dari mereka karena sering melihat gelagat Devan yang aneh bila melihat seorang wanita, bahkan pada bi Narti saat awal masuk ke rumah tersebut.
Flashback on
"Beneran kita ke sana lagi?" kata Bella
"Iya gue di suruh jagain keponakan gue!!" saut Denada
"Gue bawa barangnya!! ntar kita pesta lagi di sana!" saut juga Erika
__ADS_1
Ketiga gadis yang masih berusia 17 tahun itu memang terlihat urakan dari dandanan nya, rok sekolah yang panjang nya bahkan bisa di ukur dengan merentangkan lima jari saja dari lutut mereka, Mereka berdiri di depan pintu gerbang rumah tersebut, Erika masih setia menghisap rokok yang ada di tangan nya.
"Buang rokok loe! kita gak boleh terlihat badgirl di depan kakak dan keponakan gue!!" kata Denada sambil memberi permen mint pada Erika.
"Iya sayang....ngerti deh!!"
Akhirnya mereka masuk setelah berbicara pada satpam di depan, Denada memang terlihat ramah dan penurut di depan keluarga nya, namun dia akan menjadi liar bila sudah bersama Bella dan Erika, segala sesuatu pernah dia lakukan bersama ketiga sahabatnya.Se*x bebas, mabuk, bahkan obat-obatan terlarang pun pernah dia coba semuanya.
"Kita gak undang yang lain? loe bilang ipar loe lagi keluar kota! kalau kakak loe lagi pacaran!!" ucap Bella sambil berjalan menuju rumah utama yang berjarak agak jauh dari pintu gerbang.
"Kita coba hal baru saja!" kata Erika
Namun belum juga Erika menjawab,,suara dari arah rumah membuyarkan pembicaraan mereka.
"De....kamu udah datang?" tanya Anggela
"Iya kak! aku bawa temen aku boleh ya kak?biar gak bosen!" kata Denada dengan sedikit bermanja pada kakak nya, begitu lah sifat Denada bila berada di lingkungan keluarga nya.
__ADS_1
"Boleh! kakak juga akan menginap di rumah teman kakak!" kata Anggela, dia tak tau sama sekali kalau Denada sudah tau perselingkuhan Anggela dengan mantan kekasihnya.
"Ya udah Kakak siap-siap dulu!"
Anggela meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu, mereka bercanda bersama,namun tiba-tiba mereka berhenti tertawa ketika melihat Devan melintasi mereka, Devan tersenyum kecil pada Denada,lalu berlalu meninggalkan mereka naik ke lantai dua.
"Siapa?" tanya Erika
"Ya keponakan gue lah!! dia yang bakal kita jaga!" saut Denada.
"Tampan juga!! Segede itu apanya yang mau di jaga?" kata Bella
"Dia baru 12 tahun ya!!" kata Denada
"Dia kayak anak umur 15 tahun!! gede gitu!!" kata Erika.
"Boleh juga nih!!! kita coba hal baru!!" kata Erika dengan mengangkat ujung bibirnya sedikit.
__ADS_1
bersambung