Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Bertemu dengan Zia 2


__ADS_3

"Om!...turunin Zia Om!!!" pekik Zia yang kaget dengan perlakuan Pras, Pras membawa Zia duduk di ruang tamu.


"papa! panggil papa Zia sayang.... Om ini papanya Zia?" ucap Pras tanpa bisa membendung airmata nya.


"Zia ngerti? Om Pras ini adalah papa kandungnya Zia!" Pras sekali lagi menegaskan ke Zia siapa dirinya.Zia melihat ke arah ibu dan neneknya, sang nenek tersenyum seakan mengatakan bahwa itu benar-benar adalah papanya.


"Jadi Zia punya papa?" tanya Zia pelan di depan Pras, Pras hanya bisa mengangguk saja.


"Jadi om ini papa Zia?" sekali lagi Pras mengangguk.


"Beneran nek? beneran ibu?" tanya zia pada mereka berdua, neneknya mengangguk dan Kinan hanya diam saja namun Zia tau Kinan juga ingin mengatakan ya padanya.


"Papa?....papaaa !" teriak Zia sambil memeluk leher Pras dengan kencang.


"Wow..woww....pelan sayang! papa sangat bahagia!" kata Pras.


"Zia juga sangat.. sangat.. sangat bahagia!!"

__ADS_1


Akhirnya setelah melepaskan rindu diantara mereka, Pras, Zia, Kinan dan juga Bu Ratih memutuskan untuk makan siang bersama, tentu saja di selingi canda tawa antara Pras dan Zia, sesekali Bu Ratih tertawa mengikuti candaan mereka, sedangkan Kinan, dia hanya diam walaupun sesekali hanya tersenyum kecil, wanita yang tak bisa mengekpresikan dirinya itu walau diam,di matanya terlihat binar bahagia. Tiba-tiba saja Kinan teringat sang ayah, beberapa waktu lalu dia ketemu Kanaya dan setelah setiap hari ke tempat yang sama agar bisa melihat Kanaya pikir Kinan,namun nyatanya semuanya hanya sia-sia, Kinan tak pernah bertemu Kanaya.


Rutinitas itu dia lakukan sampai saat ini, sepulang berjualan dia akan melewati jalan yang sedikit agak jauh biar bisa melewati mini market dimana Kinan bertemu Kanaya.


"Zia mau tidak pulang ke rumah papa?" tanya Pras, Kinan langsung berhenti mengerakkan sendok ditangannya, Pras menyadari itu, walau pun tidak protes tapi Pras tau bagaimana perasaan Kinan.


"Maksud papa, kita lihat rumah papa, rumahnya tidak terlalu jauh dari sini, nanti malam kita balik lagi ke sini!" ucap Pras, Pras tak mau egois, dia akan melakukan pendekatan pada Zia sedikit demi sedikit,agar Kinan dan bu Ratih pun tak merasa kehilangan.


"Boleh nek, ibu?" tanya Zia.


Dan benar saja setelah acara makan siang bersama, Zia mandi terlebih dahulu, berganti pakaian yang terlihat paling bagus menurutnya tentu, Pras hanya bisa menahan laju airmata nya melihat bagaimana isi dari lemari sang anak,ya.. Pras masuk ke dalam kamar Zia yang tidur bersama ibunya saat Zia sangat lama keluar dari kamar,semua bajunya Zia terlihat lusuh, tak banyak yang tertata disana,bahkan hanya ada satu boneka yang terlihat tak lagi berwarna cerah mungkin saking lamanya.


"Sayang...ayo..!" ajak Pras


"Ayoo pa!" binar bahagia Zia.mereka berdua berpamitan dengan Bu Ratih dan Kinan.


"Jangan pulang malam.....nanti dingin..... gelap.. jangan malam..!" ucap Kinan sambil menunduk setelah sekian jam hanya diam saja.Pras menepuk bahu Kinan pelan.

__ADS_1


"iya...kami akan pulang agak petang!" ucap Pras sambil tersenyum.


"Bu... Pras pamit!..sayang ...pamit nenek sama ibu!"


"Dadaahh nek....dadahh ibu....!" kata Zia


"Jangan nakal....ingat Zia....jangan nakal.....jangan.....!" Teriak Kinan yang terus mengikuti mobil Pras yang sedang mundur dari pekarangan rumahnya,Zia dari dalam mobil mengeluarkan kepalanya dan berkata agar ibunya masuk dan jangan mengikuti mobilnya Pras.


"Kinan!" tarikan tangan dan panggil an Bu Ratih baru bisa menghentikan Kinan.


"Dia bersama papanya..dia akan baik-baik saja!" kata bu Ratih menenangkan Kinan.


"Zia..bu....dia pergi.....dia pergi ....sama ayah...sama Naya...bu..tidak..tidak kan?" ucap Kinan tiba-tiba ingat kepergian sang ayah dan adiknya.


"Tidak!!! Zia akan kembali!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2