
Raksa termenung di balkon kamarnya,dengan minuman wine di tangan kanannya sambil dia goyangkan pelan, memandang langit malam yang terasa sunyi sama dengan hatinya.Romi selalu keluar malam mingguan,entahlah dia pergi kemana, sedangkan Devan sibuk dengan pekerjaannya di ruang kerjanya. sebenarnya pekerjaan Devan sudah selesai dia kerjakan bersama Raksa, tapi hari ini pikiran Devan sungguh sangat rumit. persoalan inseminasi buatan yang terkendala membuat Devan akhirnya memutuskan Raksa lah yang akan menggantikan nya.
Flashback on
"Apa maksud kamu Tania?" tanya Devan
"Dev.... kwalitas spe*rma nya kurang bagus,ini akan menghambat inseminasi nya Dev! kamu harus melakukan serangkaian perawatan terlebih dahulu!" kata Tania
"Berapa lama perawatan nya?" tanya Raksa serius.
"Ini tak bisa di Ketahui Sa, Dev harus melakukan nya terlebih dahulu!!" terang Tania
"Kalau masih lama pernikahan ini sama sekali gak berguna! karena perjanjian papa dengan perempuan itu hanya tersisa 3 bulan lagi!" kata Devan.
"Kenapa kita tak mencobanya saja Tania!" kata Raksa.
__ADS_1
"Sa...ini proses inseminasi, hal pertama yang harus kita periksa adalah kesehatan keduanya! kalau ada salah satunya yang kurang bagus hasil pemeriksaan nya, kita bisa apa?? apa kalian mau! gadis itu berulang kali melakukannya padahal sudah jelas kalo spe*rma Dev kurang bagus!! dia bukan kelinci percobaan Raksa!!!" ucap Tania dengan sedikit ketus, dia tau Zia sendiri yang menyodorkan diri untuk menyewakan rahimnya, namun sebagai sesama wanita dia juga merasa iba.
"Lalu bagaimana lagi? dalam waktu dekat ini! gadis itu harus hamil!!" kata Devan.
Semuanya diam, dan secara bersamaan Tania dan Devan memandang ke arah Raksa.Seakan tau apa yang diinginkan Tania dan Devan, Raksa seketika berdiri dari kursinya.
"Gak Dev!!!!!" teriak Raksa.
"Ini konyol!!! loe gila ya!!" lanjut Raksa, beberapa menit kemudian Devan menjelaskan semuanya pada Raksa, bahwa sp*erma Raksa lah yang akan di masukan ke dalam rahim Zia.
Flashback Off
Pintu nampak terbuka setelah ketokan dari tadi tak di hiraukan oleh Raksa.
"Den?" panggil bi Narti sambil membawa segelas susu coklat, melihat Raksa yang berada di balkon kamarnya sambil meminum wine,bi Narti hanya geleng-geleng kepala, pasalnya Raksa tak akan melakukan itu bila tidak suntuk hatinya.
__ADS_1
"Ganti minum susunya! lalu tidur!" pinta bi Narti.
Raksa malah memeluk perut wanita paruh baya yang sudah menemani mereka bertiga sekian tahun lamanya, Raksa yang duduk di kursi hanya ingin memeluk wanita tersebut.
"Sudah! jangan di pikirkan lagi! bibi percaya kalian sudah memikirkan semua nya dengan baik!" kata bi Narti sambil mengelus rambut Raksa, anak yang sudah dia rawat lebih dari 15 tahun lebih.
"Aku hanya takut bi..... keputusan ku akan berakhir rumit suatu hari nanti!" kata Raksa.
"Aku hanya tak ingin menyakiti Dev, sekarang ataupun nanti!!"
"Aku takut tak bisa memilih memihak pada Dev suatu hari nanti!"
"Dev adalah segalanya bagi kami bi!! aku tak bisa tanpa Dev dan Romi!! aku hanya takut Dev tersakiti bi!!"
Segalanya di keluar kan oleh Raksa, rasa khawatir keputusan nya akan menyakiti Dev suatu saat nanti! mungkin sekarang Dev tak terpengaruh dengan kehadiran Zia, tapi siapa yang tau perasaan seseorang suatu hari nanti. Bagaimana kalau Dev mencintai Zia nantinya? bagaimana nasib anak yang di kandung Zia nantinya? Dev suami nya, namun anak yang akan dikandung Zia nantinya adalah darah daging Raksa.
__ADS_1
Raksa benar-benar sangat dilema dengan keputusan yang akan dia ambil! padahal dia belum tau bagaimana kisah selanjutnya mereka bertiga! bisa saja dia yang akan jatuh ke dalam cinta Zia, atau bahkan bisa saja Romi orangnya! tak ada yang akan tau kehidupan ke depannya.
bersambung