
Pras benar-benar ingin menghibur Zia kali ini, setelah tadi sempat mampir ke sebuah toko mainan dan Zia di ijinkan untuk memilih mainan apapun yang Zia mau, dengan senang hati Zia memilih mainan yang dia inginkan. boneka Barbie, berbagai alat masak-masak an dan tak ketinggalan boneka untuk menemani boneka usang nya di rumah.Karena toko mainan bercampur dengan toko alat tulis, Zia juga mengambil peralatan menulis dan buku tulis disana juga terdapat banyak sekali buku cerita dan komik-komik lucu.
"Pa Zia mau ini?" kata Zia menunjukkan sebuah pensil warna dengan warna lengkap dan kenapa zia meminta ijin? karena harga yang tertera di sana menurut nya sangat mahal.
"Ambil sayang... semuanya boleh zia minta kok!"
Betapa senangnya gadis kecil itu, kegembiraan Zia sama dengan apa yang di alami Pras, dia sangat senang dan bahagia sekarang bisa memanjakan anak kandungnya walaupun dia tak pernah menikah i Kinan.
Setelah dari sana kini Pras membawa Zia ke sebuah Mall,hal pertama yang di lakukan Pras adalah toko baju anak-anak, zia memilih bajunya sendiri dan memakai nya di sana juga, kain yang halus dan model yang nyaman membuat Zia leluasa berlari ke sana kemari tentu nya dengan tangan Pras yang terpaut dengan tangan Zia.
"Waaaaaaahh bagus sekali pa!! ini yang namanya Mall?"
kata Zia,ya..ini adalah kali pertama Zia ke Mall, yang dia tau selama ini adalah pasar dimana ibu dan neneknya Setiap hari berjualan.
"Kamu suka sayang?" tanya Pras
__ADS_1
"Iya pa...!!"
"Ayo kita bermain di sini.!!!'' ucap Pras sambil membawa anaknya ke sebuah tempat bermain. "Kidszone" nama yang tertera disana, sekali lagi Zia melongo dengan mata berbinar,dia begitu senang dengan apa yang dilihatnya di sana.
"Suka?" tanya Pras dan di angguki dengan cepat oleh Zia
"Kita akan membeli beberapa mainan yang sama agar kamu bisa bermain di rumah,okey?"
"okey papa!"
Pras menemani Zia di beberapa permainan,karena merasa lelah akhirnya Pras duduk di kursi tunggu dan membiarkan Zia bermain sepuasnya.Pras memandang Zia yang berlarian mencoba berbagai permainan, ada rasa bersalah yang bertahta di hati Pras, andaikan dia tak melakukan perbuatannya pada Kinan dulu mungkin sekarang Zia tak ada, mungkin dia tak akan sebahagia ini. namun Pras merasa bersyukur dia melakukan nya walaupun rasa bersalah pada Kinan selalu ada namun Pras juga yakin bahwa Kinan juga tak akan menyesali semua yang telah terjadi hingga hadirnya Zia di hidup mereka.
"Ibuuuuui!" teriak Zia, Kinan tersenyum sambil memeluk anaknya.
Pras berada di belakang Zia dengan bawaan yang cukup banyak, dia juga menyerahkan bungkusan makanan agar bisa di makan bersama.tadi siang selepas kepergian Pras,anak buah Pras membelikan meja makan minimalis atas perintah Pras.
__ADS_1
"Ibu tau!!.... tadi Zia jalan-jalan...ke Mall bu! lain kali Zia pasti bawa ibu ke sana! ibu pasti akan senang, di sana juga ada banyak sekali penjual makanan,baju ,boneka...banyaaaaaaak sekali!!" ucap Zia dengan berapi-api,dia terlihat sangat bahagia.
"Zia..senang iya...iya ya?" tanya Kinan.
"Seneeeeng banget!! Zia seneeeeeng punya papa bu!!"
Panjang lebar Zia menjelaskan ada apa aja yang ada di Mall, Kinan hanya diam mendengarkan semua penjelasan Zia, bahkan sampai makan malam pun Zia masih antusias.
Kinan mengelus kepala Zia, entahlah rasa apa yang ada di hati Kinan.
"Apa Zia ingin papanya?ya... pasti Zia ingin papa!" batin Kinan.
"Kalo Zia pergi seperti Naya,apa Zia bahagia?" batinnya lagi.
Kinan berpikir mungkin Zia akan bahagia ba bersama papanya,semuanya tak lepas dari mata Pras,dia seakan mengerti akan keinginan Kinan.
__ADS_1
"Aku tak akan merebut dia dari kamu Kinan!" batin Pras
bersambung