Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Hancurnya sebuah kebahagiaan 2


__ADS_3

"Selamat jalan papa Zia tercinta!!"


kata terakhir Zia sebelum dia menciumi seluruh wajah sang Papa,dan memeluk tubuh yang nampak kurus itu untuk terakhir kalinya.


Kini Zia berada di pemakaman, disampingnya Tante Wati menangisi kepergian adik satu-satunya, kesedihan nampak di pemakaman tersebut, Om Fredo memeluk bahu Zia erat, sayangnya Tante Kanaya tak bisa hadir, karena dokter melarang wanita hamil tua tersebut naik pesawat.Zia bahkan sudah tak menangis lagi, airmata nya seakan kering selama menunggu keluarga nya di rumah sakit, saat ini Zidan pun diam saja di atas kursi rodanya, Zidan benar-benar tak tau harus berbuat apa! anak lelaki 8 tahun tersebut nampak pucat dan tanpa ekspresi wajah.


Satu bulan kemudian


Satu bulan telah berlalu, bahkan sang mama tak kunjung sadar dari komanya,dia terbaring dengan alat bantu di sekujur tubuhnya, Zia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya karena biaya pengobatan sama sangatlah besar bahkan perusahaan sampah pun hampir mengalami failed!.

__ADS_1


sekarang saham perusahaan yang dimiliki oleh Prasetya sang Papa pun telah berpindah tangan sedikit demi sedikit, apalagi ada beberapa kecurangan dari asisten pribadinya yaitu Rudi namun Fredo yang menanganinya tidak punya bukti yang akurat untuk menjebloskan Rudi ke dalam penjara, Rudi bermain sangat cantik.


Hari ini bahkan beberapa pemegang saham sudah berkumpul di ruang rapat tinggal menunggu Zia dan juga fredo untuk menjual saham terakhirnya yang hanya tersisa 15% saja, Zia memutuskan untuk menjual saham tersebut karena untuk biaya pengobatan sang Mama juga adiknya tentu saja semua itu atas persetujuan dari Tante Wati Karena bagaimanapun perusahaan itu adalah perusahaan keluarga Wiguna.


"Tante... maafkan Zia! Zia terpaksa tante!"


Tante Wati menghempaskan tangan Zia begitu saja, dia belum rela bila perusahaan Wiguna lenyap tanpa bekas, dia bahkan sudah menganggap Kinan dan anak-anaknya sebagai manusia pembawa sial!! karena mereka sang adik meninggal dan bahkan seluruh harta kekayaan Wiguna terkuras habis,dan bahkan Zia sudah tak dianggap keluarga lagi oleh Tante Wati.


"Zia datang pa....papa apa kabar?"

__ADS_1


ucap Zia dengan ceria, dia bahkan berjanji tak akan pernah menangis di atas pusara sang papa, kalau pun Zia menangis dia hanya akan berdiri di bawah pohon rindang sambil memandang pusara sang papa dari jarak hampir 10 meter.


"Hari ini, mama baik-baik saja pa, dia mendapat perawatan yang sangat baik!" Zia yang tau bagaimana cinta nya papa ke pada mamanya, Zia selalu menceritakan semuanya tentang mama ke papa, entahlah apa yang papa tau atau mendengarkan,yang jelas Zia selalu bercerita.


"Zidan dapat alat bantu untuk menyambung kaki kanannya pa, dia sekarang bisa berjalan lagi walaupun masih harus banyak belajar!"


"Pa..... Zia kangen papa!" Zia tertawa getir, mengingat bagaimana pertemuan pertama dia dengan sang papa, bagaimana papanya begitu memanjakan Zia kala itu.Karena merasa tak kuat menahan air matanya Dia bangkit dari bicara sama papa menuju pohon rindang yang biasa digunakan untuk menangis disana.


"Zia gak kuat pa..hiks....hiks.... Zia harus bagaimana??!!".... gumamnya sambil menekuk lututnya dan memeluknya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Zia harus bagaimana pa?? hiks....hiks....!"


bersambung.....


__ADS_2