
"Hallo.....om Edo?" sapa Willy
"Ya Will, bagaimana?'' tanya om Edo, mantan asistennya papa Zia,tuan Pras! dia meminta Willy keponakan dari istrinya itu untuk mencari tau tentang keadaan Zia, bohong kalau om Edo tidak khawatir pada anak gadis bekas tuannya yang sekarang sudah meninggal itu.Om Edo juga sangat menyayangi Zia, walaupun dia sekarang sudah menentap di luar negri karena bisnis keluarga sang istri yang mengharuskan nya menetap.
"Aku dengar Tante Kinan sudah bangun dari komanya om, dan Zia......!" kata Willy memberi jeda akan ucapan nya.
"Ada apa dengan Zia Will?? apa terjadi sesuatu padanya?"
tanya om Edo dengan cemas.
"Tidak Om, Zia sudah menikah!" kata Willy.
"Ahh.... syukur lah!"
__ADS_1
"Tapi Om!"
"Apa ada hal bahaya?" tanya om Edo
"Dia menikah dengan Devan Om, anak mama Ela!" kata Willy terlihat lesu.
Hening....!!! baik om Edo ataupun Willy tak ada yang bersuara, om Edo tau siapa Anggela, dendam mendalam yang ada di hatinya pada bekas suaminya membuat dia membenci sepenuh nya anak yang bahkan dia lahir kan sendiri, dan sayangnya adik dari istrinya yaitu papa Willy sangat mencintai perempuan itu dan segala yang di mau Anggela akan diwujudkan oleh Cris.
"Will, om minta tolong boleh?" tanya om Edo
"Tolong jaga Zia dari mama kamu!"
Sejak percakapan dengan om Edo, Willy merasa dilema sendiri, di sisi lain dia sangat menyayangi sang mama, namun di sisi lain entah mengapa dia tak ingin Zia terluka. Gadis kecil yang pernah sangat dia kagumi dulu, sekarang sudah menjelma menjadi seorang gadis remaja, namun sayangnya dia sudah menjadi milik orang lain yang tanpa sengaja menjadi saudara tirinya sendiri, yaitu Devan.
__ADS_1
Willy tau bagaimana dendam sang mama kepada anak kandungnya sendiri Devan, walaupun kadang Willy merasa sang mama yang begitu menyayangi nya itu terlihat berlebihan dalam membenci Devan, Namun kasih sayang Anggela pada Willy juga membutakan hati Willy hingga Willy banyak membantu sang mama bahkan jarang bisa menentang keputusan mamanya tersebut.
"Oohh Tuhan!! bagaimana ini!'' ucap Willy nampak frustasi.
Disisi lain, Zia sedang menatap kosong hamparan bunga Di samping rumah sang mama, Zia banyak menghabiskan waktunya di sana sejak sakit nya Devan beberapa Minggu yang lalu, kehamilan sekarang menginjak bulan ke 4, perutnya sudah nampak sedikit membuncit,dengan mengelus pelan perutnya dia membayangkan bagaimana keadaan Devan saat ini.Entah mengapa dia begitu mengawatirkan Devan,suami kontrak nya itu, sedangkan Devan bahkan tak terlihat sama sekali sejak saat itu.
Zia memegang dadanya sendiri, berdebar-debar dengan cepat ketika dia mengingat sosok Devan,
"Tidak!! tidak boleh Zia!!! kamu tidak boleh jatuh cinta sama dia!!" ucap Zia pelan sambil memegang dadanya.
"Sebentar lagi kamu bakalan bercerai Zia!!jangan jatuh cinta padanya" lanjutnya, dan entah mengapa air matanya tiba-tiba mengalir pelan.Zia tak menyadari bahwa sedari tadi ada yang mendengarnya, seseorang dengan tatapan nya tajam yang tiba-tiba meredup ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Dengan langkah pasti perlahan dia mendekati Zia sosok yang sudah sangat lama tak di lihatnya.Dengan mengumpulkan keberanian nya,sosok yang tak lain adalah Devan dengan cepat memeluk Zia dari belakang, Zia terkaget mendapatkan pelukan dari seseorang, ketika dia tau siapa yang memeluk nya, reflek Zia ingin melepaskan nya, dia tak mau terjadi sesuatu lagi pada diri Devan.
"Dev lepas!!" ucap Zia panik.
__ADS_1
"Aku merindukan kamu Zi......maafkan aku!! maafkan aku!!" ucap Devan lirih sambil mengeratkan pelukannya, terasa tetesan air mata Devan mengenai bahu zia.zia ikut terharu dan mereka menangis bersama, Zia menangisi Devan yang kini berusaha melawan trauma nya dengan memeluk nya erat, sedangkan Devan menangisi dirinya yang sudah membuat Zia merasa bersalah,maka dari itu dia berniat melawan trauma nya dengan cepat, apalagi dia mendengar apa yang di ucapkan Zia, membuat hati Devan menghangat.
bersambung....