Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Pertemuan pertama


__ADS_3

Hari ini Zia memutuskan untuk di rumah saja bersama dengan Zidan, ditemani oleh bi Ola yang sengaja dibayar oleh Fredo untuk menemani dan menjadi pembantu di rumahnya Zia, beberapa hari yang lalu Om Fredo dan juga tante Kanaya yang baru 1 bulan melahirkan bertandang ke Jakarta untuk melihat keadaan sang mama, melihat Zidan yang sering ditinggal Zia sendiri untuk menjenguk sang Mama, membuat Fredo mencari cara untuk bisa menemani Zia,akhirnya dia memutuskan untuk membawa pembantunya dari Medan yaitu bi Ola yang memang asli Jakarta untuk kembali ke Jakarta dan menjadi pembantu di rumah Zia menerima Zia dan Zidan.


4 Bulan berlalu, bahkan sang mama tak mendapat perkembangan sama sekali, bahkan hari ini Zia yang sudah bekerja disebuah restoran yang cukup besar,berlarian di koridor rumah sakit karena baru saja mendapatkan panggilan telepon dari seorang suster yang menjadi temannya.


"ada apa suster Nur?" tanya Zia dengan nafas yang ngos-ngosan karena berlarian.


"Mamamu down lagi!" kata Suster Nur, Zia kaget dan bahkan berhambur masuk tanpa mempedulikan suster yang masih melarangnya masuk ke ruang ICU karena sama masih ditangani oleh dokter. Zia menatap tubuh lemah sang Mama yang sudah beberapa bulan mengalami koma!


"silakan tunggu di luar Nona!!" seorang suster terpaksa mengusir Zia karena tidak ingin mengganggu dokter dalam menangani keadaan pasien.


"bagaimana mama Suster? bagaimana dengan mamaku?"


tanya Zia panik.


"keadaan Mama anda baik-baik saja Nona dia sudah melewati masa kritisnya walaupun belum bisa bangun dari komanya, dia hanya beberapa saat saja mengalami down"


"terima kasih dokter!"

__ADS_1


Sang mama kondisinya memang naik turun, namun dia masih setia dengan koma nya, Hari demi hari di lalui Zia semakin berat, rasanya ingin menyerah saja, namun melihat adik dan mamanya Zia mempunyai semangat lagi.


Satu tahun berlalu....


Disinilah Zia berada, di atas makam sang papa, Satu tahun yang lalu tepat di hari ini, peristiwa naas yang mengakibatkan kebahagiaan keluarga hancur seketika.


Hari ini adalah hari ulangtahun nya yang tak ingin dia rayakan seumur hidupnya lagi.Setelah berbicara dengan pusara sang papa, Zia bergegas kembali ke restoran.


"Kamu lama banget sih Zi!! udah mau jamnya ini!!" kata Yuna teman barunya di restoran.


"Zia.....!" panggil mbak Rita, manager di restoran tersebut.


"Ya mbak!"


"Antarkan kopi dan makanan ringan ini ke ruangan Bos ya, dia sedang ada tamu!" perintah mbak Rita.


"Iya mbak!"

__ADS_1


Akhirnya Zia melangkah menaiki tangga menuju ruangan si bos pemilik restoran,di sana ada tiga orang lelaki tampan yang terlihat sedang berdiskusi, Raksa pemilik restoran yang sekarang di kelola sepupunya yaitu Romi,dan satu orang lelaki yaitu Devan, Ceo sebuah perusahaan elektronik, atasan Raksa,dia menjabat sebagai asisten nya Devan,karena sebuah janji pada tuan besarnya yang telah membesarkan dirinya beserta sepupunya yang harus di masukan ke panti asuhan saat masih kecil karena bencana alam yang merenggut nyawa orang-orang yang mereka sayangi.


Romi yang lebih pandai dalam urusan kuliner, Namun tak seberuntung Raksa otak nya, karena kecerdasan Raksa membuatnya banyak mendapatkan uang tambahan dan akhirnya membangun restoran yang sekarang di kelola oleh sepupunya.


"Silahkan tuan-tuan!" kata Zia


"Terima kasih Zia!" kata Romi


"Sama-sama mas Romi!" jawab Zia dan meninggalkan tempat.


"Cantik!" celetuk Raksa, di akhir i cengiran nya, Raksa memang suka bercanda dan kadang terlihat gokil.


"Benar!" kata Devan yang memperhatikan keluar nya Zia dari ruangan tersebut.


"Woooyyy...sadar duo gay!!! hahahhahaha!!" kata Romi,mereka berdua menatap tajam ke arah Romi!Gay?? ya begitulah sebutan orang-orang pada mereka, dan mereka tak membantah ataupun mengiyakan, bagi mereka persahabatan dan persaudaraan mereka hanya mereka saja yang tau! orang lain hanya berhak berkomentar tanpa harus mencampur i urusan mereka.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2