Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Pelukan Zia


__ADS_3

"A-Aziza??? kau kah ini?" pekik Tasya senang


"Iya... aku Zia!!" kata Zia.


"Hiks....hiks..... aku tidak menyangka bisa bertemu sama kamu!" ucap Tasya sambil memeluk Zia.


Setelah melepaskan rindu di antara mereka, dan Tasya menceritakan kenapa dia meninggalkan Jakarta dan kembali ke kota sang papa.Bagaimana keadaan papanya saat ini dan semua tentang hidup Tasya.Setelahnya bi Narti meminta Zia istirahat sesuai permintaan Romi, sedangkan Tasya di minta oleh bi Narti ikut dengannya dan melakukan tugasnya.Karena bi Ola mempunyai tugas baru, yaitu menjaga mama Kinan, makanya bi Narti meminta temannya yaitu bibinya Tasya untuk mencari pembantu baru, dan ternyata yang di sodorkan adalah keponakan nya sendiri,yaitu Tasya.


"Ini kamar kamu Sya! istirahat lah sebentar, nanti sore bantu aku untuk menyiapkan makan malam!"


"Baik bi"


"Dan di sini ada 6 orang yang akan menjadi majikan kita, Yang pertama tuan muda Devan, tuan muda Raksa dan yang ke tiga tuan muda Romi, ada nona Zia, istri tuan muda Devan! ada Zidan adik nona Zia dan nyonya Kinan,mama nona Zia! apa kamu paham Sya?"


"Paham bi!"


"Baiklah pergilah istirahat dulu!"


Akhirnya bi Narti meninggalkan Tasya seorang diri.


"Jadi Zia istri pemilik rumah ini?" gumam Tasya, karena yang dia tau bi Ana cerita kalau majikannya bi Narti sudah menikah makanya butuh pembantu baru.

__ADS_1


Sore menjelang, Tasya membantu bi Narti di dapur, dan beberapa saat kemudian Zia datang dan duduk di meja makan.


"Masak apa bi.. Sya?" tanya Zia


"Eh non Zia, kita bikin sup daging kesukaan tuan Devan, serta opor ayam kesukaan tuan Romi!" jawab bi Narti.


"Kali ini Tasya yang bikin opor! enak lho non!" kata bi Narti lagi.


"Benarkah? waahh jadi gak sabar makannya!" kata Zia


"Jangan di puji terus bi,non...nanti saya besar kepala!" kata Tasya sedikit malu.


"Senangnya sampai kami datang tak ada yang sadar!" kata Romi yang mendekati Zia, sedangkan Devan langsung menuju kulkas mengambil minum.


"Eh siapa dia?" tanya Romi sambil memandang ke arah Tasya.l, Tasya langsung mengangguk satu kali sebagai tanda hormat, menyadari ada orang lain selain bi Narti, Devan juga ikut memandang ke arah Tasya,sambil berjalan ke arah Romi.


"Ini yang bantu bibi den, namanya Tasya, dan Tasya...ini tuan Devan dan tuan Romi!" kata bi Narti.


"Oo...iya ya....!" kata Romi, Devan hanya diam dan berlalu ke kamarnya,namun ketika melewati Zia, dia berkata sesuatu..


"Jangan makan terlalu banyak!" kemudian dia berlalu sebelum Zia menjawab, Zia bingung karena dia merasa belum memakan apapun.

__ADS_1


"Zia....ini maksudnya Devan!!" kata Romi yang memberikan sesuatu pada Zia.


"Wahhh martabak!?" pekik Zia senang.


"Makanya jangan banyak-banyak kata Dev!! kata aku..makan yang banyak Cute! biar keponakan aku sehat!!" kata Romi sambil mengacak rambut Zia, Zia hanya mengangguk sambil mengambil martabak dan memakannya.Interaksi dari keduanya tak lepas dari mata Tasya.


' Lhoo ini suaminya yang mana ya? bukannya yang namanya Devan yang tadi ya? kok Zia malah dekat sama yang namanya Romi?' batin Tasya.


Ternyata Zia menyisakan martabak untuk Tasya dan bi Narti sebelum menghabiskan Semua nya.dan Romi pun sudah masuk ke kamarnya untuk mandi.Zia mengikuti Romi,namun dia masuk ke dalam kamar Dev, sejak Raksa pergi ke jepang Zia tidur satu kamar dengan Dev, Raksa bilang mereka suami istri dan lagi Zia perlu penjagaan saat hamil jadi wajar jika mereka satu kamar,bukan hanya itu tujuan Raksa,dia ingin Dev sembuh dari trauma nya bila terbiasa dekat dengan Zia.


"Dev.....!" panggil Zia, ternyata Dev baru saja mandi dan bahkan masih belum memakai kaosnya,hanya sebuah celana pendek saja.


"hemmmm!" saut Devan.


"Terima kasih... martabak nya enak!" ucap Zia dan reflek memeluk Devan dari belakang.


deg......


Tubuh Devan seketika bergetar,dan terlihat gugup, Zia menyadari nya namun dia tetap tak melepaskan pelukannya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2