Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan baru saja terjadi satu jam yang lalu, tidak ada sana saudara, tidak ada papa maupun mamanya, yang datang hanya Zidan dan bi Ola, hatinya yang perih tak di tampakkannya demi melihat senyum sang adik, Zidan terlihat bahagia dan begitu cepat akrab dengan Raksa dan Romi, karena Devan memang pendiam jadi dia tidak mudah bergaul dengan orang-orang baru.Acara pernikahan mereka diadakan dengan cara sederhana, Devan beralasan tak ada sang papa disampingnya membuatnya tak ingin berfoya-foya dalam mengadakan pesta.


Zia sudah mendapatkan kursus cepat mengenali Devan dari Raksa, barangkali tiba-tiba mama Devan tanya dan mencurigai pernikahan singkat mereka.


"Jadi ini istri mu?" tanya sang mama terlihat tak suka, apa yang di rencanakan benar-benar hampir hancur.


"Iya tante ini istri Devan!!" jawab Raksa.


" tutup mulut kamu anak punggut!!! aku tanya pada Devan!!" ucap Anggela dengan arogan.


"Ck..ck..ck....ada nenek lampir di sini?" kata Romi


"Apa kamu bilang??!!! " pekik Anggela dengan amarah nya.


"Jaga kesopanan kamu Romi!!" Willy memperingati Romi agar sopan pada mamanya.

__ADS_1


"Jaga dulu mulut mama kamu itu!!" ucap Romi ketus, dia tau Willy orang yang baik, namun demi wanita gila itu menurut Romi, Willy pun ikut menjadi gila. Willy melihat ke arah Zia, dia seperti mengenali siapa Zia, setelah sang mama berlalu dari sana, Willy mendekati kedua pengantin baru itu.


"Aziza Wiguna Putri?" tanya Willy sambil terlihat menyelidik.


Tentu saja Zia kaget, karena ada yang mengenali nya.


"Ya?" ucap Zia seakan-akan melontarkan pertanyaan balik.


"Aku Willy, kenal Om Edo?" tanya Willy


"Aku keponakan nya istri Om Edo! aku pernah melihatmu dan kita pernah bertemu beberapa kali kalau tak salah!" jelas Willy. Willy sadar tatapan tajam Devan sedang tertuju padanya, karena tak ingin berbuat masalah akhirnya Willy mengakhiri obrolan nya dengan Zia.


"Dev selamat ya atas pernikahan kamu! semoga kamu selalu bahagia!" ucap Willy tulus.


"Hemmmm!" jawaban yang sebenarnya sudah di ketahui oleh Willy, namun Willy berusaha ramah pada Dev.

__ADS_1


Acara pernikahan tersebut telah usai, Gini hanya tinggal Zia, Devan, Romi dan Raksa, tidak lupa pula Zidan dan bi Ola yang masih setia menunggu disana.


"Kita pulang ke rumah utama!" kata Devan.


"Tapi tuan! bagaimana dengan adik dan bibi ku?" tanya Zia.


"Mereka akan ikut Zia! tenang saja!" kata Romi.


"Ayo....kita berangkat!" ajak Raksa.


Akhirnya Zia malam ini menginap di rumah besar keluarga Devan, disana tinggal ketiga pria tampan tersebut, banyak terdapat kamar yang tak terpakai disana, karena mereka bertiga tidur di lantai dua,yang terdapat 4 kamar besar, sagu kamar Romi, kamar Raksa dan kamar Devan, dan sebuah ruangan kerja Devan. Sesampainya di rumah tersebut, Zia di persilahkan untuk beristirahat, dan Zia memilih satu kamar dengan Zidan dan bi Ola, walaupun bi Ola bersikeras meminta Zia masuk ke dalam kamar suaminya,namun Zia bersikeras untuk tidur dengan bi Ola, kasur ukuran king size itu memang bisa di gunakan untuk tidur mereka bertiga.


Setelah membersihkan diri dan memakai baju yang disediakan pelayan di kamarnya.saat hendak beranjak ke tempat tidurnya,Zia melihat Zidan yang sudah tidur bersama bi Ola.


"Doakan yang terbaik buat kakak!!" ucap Zia sambil mengelus kepala Zidan dan akhirnya Zia ikut naik ke ranjang dan tertidur berharap esok hari akan lebih indah daripada hari ini.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2