
"Tania!" ucap Raksa membalikkan tubuh Tania menghadap ke arah Raksa.
"Will you marry me?"
Seketika air mata Tania menetes,dia benar-benar tak menyangka bila Raksa melamarnya di pagi buta bahkan mereka masih terbaring di ranjang dan saling berhadap-hadapan, sungguh momen yang tidak romantis sekali menurut Tania namun otaknya menolak untuk mengatakan tidak romantis, baginya ini adalah momen yang selalu di tunggu-tunggu selama beberapa tahun ini dan Tuhan kali ini mengabulkan permintaannya untuk bisa bersama dengan Raksa, Raksa menatap Tania dengan lekatnya,menghapus air matanya yang menetes pelan dari ujung matanya.
" Will you marry me?" Raksa mengulangi lagi pertanyaannya.
seperti terhipnotis Tania mengangguk memberikan jawaban atas lamaran Raksa, Raksa tiba-tiba kembali memeluk Tania dan mendaratkan bibirnya di kening Tania berulang kali.
"terima kasih karena mau menerima aku Tania,aku memang laki-laki bodoh yang baru bisa menyadari perasaanku padamu!maafkan aku Tania!maafkan aku karena terlambat!"
__ADS_1
ucap Raksa.
"Aku bahagia!!! hiks....aku sangat bahagia!! terimakasih Raksa!" kata Tania di dekapan Raksa.
"Hemmm....bangunlah! cup..cup.....!" ucap Raksa sambil memberikan ciuman merata di wajah Tania.
"Nanti sore aku akan menyusul mu ke Singapura! aku akan melamar mu di sana! dan ingat! jangan terima pasien baru, karena setelah menikah kau akan ikut aku untuk tinggal disini bersamaku, karena aku tidak bisa meninggalkan Devan dan Romi apalagi sekarang sudah ada Zia,jadi kita kan sama-sama di sini, kau mengerti Tania?!" kata Raksa
jawab Tania
Setelahnya mereka mandi dan Tania berniat untuk ke Bandara pukul 9 pagi, dan saat ini mereka tengah berkumpul di meja makan,Devan senang,Romi bahkan sudah sangat heboh dan tertawa senang ketika mendapat berita tentang hubungan Raksa dan Tania, Romi bahkan ikut berjuang untuk mendekatkan Tania pada Raksa kala itu.
__ADS_1
"tapi aku tidak bisa pergi kak Tania!" kata Zia, maklum udah besar.
"Aku juga tidak bisa ikut Nia, kasihan Zia nanti sendiri" kata Devan tidak enak hati.
"Tenang brother!! gue sama Tasya yang akan ikut untuk melamar Tania!''
Setelah acara sarapan selesai,Tania pamit undur diri ke kamarnya untuk berkemas,dan Raksa meminta izin pada Tania untuk lebih dulu ke kantor sebelum mengantarnya ke bandara,ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan karena Devan masih setia dengan pekerjaannya dari rumah, dia belum mau pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya, Romi dan Tasya pun segera berangkat ke restoran, hari ini mereka sangat bahagia,entah kenapa kebahagiaan yang beberapa tahun mereka rasakan hanya bertiga kini lengkap sudah menjadi sepasangan dan mereka berharap untuk selalu hidup bahagia.
Zia nampak mempraktekkan gerakan senam ibu hamil yang dia tonton di televisi, dia begitu antusias dengan gerakan-gerakan ibu hamil yang dia lihat,hingga akhirnya Devan duduk disampingnya untuk menemani dia mengikuti senam ibu hamil melalui televisi. kehamilan Zia semakin membesar, perut buncitnya membuat Devan berulang kali mengelusnya dan tertawa geli, dia benar-benar tak menyangka dia akan mempunyai anak dari seorang wanita yang bahkan tak pernah dia kenal,pernikahan kontrak yang mereka lakukan, inseminasi buatan yang mereka lakukan, ternyata membuat hidup Devan berubah dan kini menjadi sangat bahagia dan bahkan berjanji akan membahagiakan Zia suatu saat nanti, menjadikan Zia benar-benar istrinya seutuhnya,dia mencium pipi Zia berulang kali sehingga Zia merasa geli dan akhirnya mereka tertawa bersama, begitulah kebahagiaan Devan,kebahagiaan yang selalu ia dambakan selama ini.
bersambung
__ADS_1