Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Bertemu dengan Zia


__ADS_3

Pras duduk dengan santai di ruang tamu, dia sudah selesai dengan lap top ditangannya, Kinan sudah tak menemaninya lagi, Setelah beberapa saat tadi Pras mengatakan tak akan membawa Zia,terlihat wajah cemas itu kembali seperti biasa.


"Diminum tuan!" kata bu Ratih


"Terimakasih bu.. panggil aku Pras saja!"


"Maaf ya bila Kinan sedikit mengganggu nak Pras, dia memang berbeda..!" kata bu Ratih


"Iya aku tau bu, dia tidak menganggu,aku sadar sebagai seorang ibu mungkin dia takut kehilangan putri satu-satunya" kata Pras


"Tapi yakinlah bu..aku datang ke sini bukan untuk mengambil nya, akan tetapi untuk mengenalnya,dia juga putri ku bu!" lanjut Pras.

__ADS_1


Mereka mengobrol mengalir begitu saja, bu Ratih menceritakan bagaimana cerianya Kinan sebelum kejadian naas tersebut,namun Bu Ratih menegaskan sekali lagi dia hanya ingin bercerita bukan membuat Pras semakin merasa bersalah.Sampai akhirnya sebuah Teriakan menghentikan obrolan mereka.


"Nenek...ibu.... Zia pulang!!" teriak Zia dari luar dan tiba-tiba masuk ke rumah.


Pras sudah tegang dengan sendirinya, dia takut Zia akan menolaknya,dia takut Zia marah karena telah menelantarkan dirinya dan ibunya, semuanya bercampur aduk di dada Pras.


Zia berhenti ketika ada orang asing di ruang tamu, nenek dan Kinan ibunya juga ikut terdiam di sana, Kinan yang mendengar kedatangan Zia keluar dari kamarnya.


"Eh ada tamu..maaf Zia jadi gak enak... teriak-teriak heheheh!" kata Zia, Zia memang bukan gadis kecil periang di luar rumah, apalagi di lingkungan sekolah nya, dia cenderung pendiam namun bila di rumah duduk berkumpul dengan nenek dan ibunya dia berubah menjadi burung yang selalu berkicau setiap saat.


"Iya nek!" walaupun binggung namun Zia menurut i perintah neneknya.Kinan sudah menata makanan di meja ruang tamu, maklum dia tak mempunyai meja makan,hanya sebuah lemari kecil yang digunakan untuk menaruh makanan yang sudah matang.

__ADS_1


Edo membawakan bahan makanan yang cukup untuk makan mereka, karena memang Pras berencana makan siang di rumah itu sambil menunggu kedatangan anaknya.Edo membawakan ayam, telor,beras,minyak dan masih banyak bahan mentah yang siap masak, Edo juga membeli kan kulkas lebih tepatnya Pras yang memerintah Edo untuk membelinya, di dalam kulkas juga terdapat berbagai bahan siap masak juga aneka es cream untuk Zia.


"Waahhh ibu beli kulkas?" kata Zia,gadis berusia 7tahun itu terlihat berbinar ketika selesai berganti baju dia melihat sebuah kulkas di dekat dapur.


"Waahhh penuh makanan!!! wah......es cream....." seperti mendapatkan bintang yang jatuh dari langit, Zia begitu senang sampai menghentak kan kakinya ke lantai saking senangnya, hal itu tak luput dari pandangan mata Pras, bukannya senang Pras malah merasa tergores hatinya,selama ini dia hidup cukup, bahkan bisa di bilang mewah namun anaknya hanya melihat kulkas dengan isi penuh saja sudah membuat Zia bahagia.Rasa bersalah nya semakin besar, tanpa sadar dia berjalan ke arah Zia yang masih terlihat gembira dengan membuka kulkas di depannya.


"Nek.. Zia boleh makan es cream kan? tapi Zia makan nasi dulu... boleh ya nek?" tanya Zia tanpa memandang sang nenek,karena dia fokus dengan es cream yang ada di dalam kulkas.


"Boleh!!" jawab Pras sambil mengangkat Zia dan memeluk nya dalam gendongan nya.


"Om!...turunin Zia Om!!!" pekik Zia yang kaget dengan perlakuan Pras, Pras membawa Zia duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"papa! panggil papa Zia sayang.... Om ini papanya Zia?" ucap Pras tanpa bisa membendung airmata nya.


bersambung


__ADS_2