Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Kecelakaan 2


__ADS_3

ciiiiiiiit ......braaakkk......suara sebuah sepeda motor jatuh yang tiba-tiba terdengar di dekat Zia...


"Bawa ke rumah sakit!"


"Seperti rem nya blong!"


"angkat... angkat.....!!"


Begitu lah suara orang-orang yang ada di lokasi kejadian, keadaan yang terbilang masih sepi pagi itu, mendadak hiruk pikuk karena suara benturan sesuatu yang sangat keras.Setelahnya para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.


Rasa panik dan cemas menghinggapi nya, beberapa kali dia terlihat meremas kedua tangannya, mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia masih sangat shock dengan apa yang terjadi.Devan berlarian menuju ruang UGD,dia melihat seorang gadis yang tak lain adalah istrinya sendiri sedang duduk di depan ruang UGD.


"Zi.....!' Teriak Devan, seketika Zia berdiri! Devan mendekap erat istri nya,entah mengapa dia begitu takut kehilangan sosok gadis kecilnya itu.


"Kamu gak papa kan?" tanya Devan dengan cemas, dia membolak-balik tubuh Zia kemudian memeluk nya kembali.


"Dev...aku gak papa, tapi dia Dev.....!" ucap Zia sambil menunjuk ke arah ruang UGD, seorang dokter dan beberapa suster sedang menangani seseorang yang menolong nya.


Tadi pagi ketika ada sebuah motor berwarna biru yang di kendarai dua orang lelaki melaju dengan kencang ke arah Zia, tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah motor sengaja menabrak motor biru tersebut sebelum motor tersebut berhasil mendekati Zia, Zia melihat jelas bahwa orang tersebut berusaha menolong Zia, naas yang penyelamat terpental agak jauh hingga terbentuk pembatas jalan.


"Siapa dia?" tanya Devan

__ADS_1


'Dia...dia yang mau nyelamatin aku dan anak kita Dev!" kata Zia sambil menangis di dekapan Devan, Devan mencoba melihat ke dalam namun tak dapat melihat jelas.Hingga beberapa saat kemudian Raksa dan Romi datang, Romi dengan cepat memeluk Zia yang sudah duduk di samping Devan.


"Kamu gak papa kan? keponakan aku? gak papa kan?" tanya Romi dengan cemas, Raksa dengan sama paniknya melihat ke arah Zia, Devan hanya menghela nafas pelan, kemudian menarik Zia dari dekapan Romi.


"Dia baik-baik saja Rom!!" kata Devan


"Dasar posesif!!" kata Romi.


"Siapa yang di dalam Zi?" tanya Raksa.


"Orang yang sudah menyelamatkan aku Sa! dia sedang di rawat! aku takut dia kenapa-kenapa Dev!" ucapnya beralih ke Devan.


Setelah menunggu beberapa saat, dokter keluar dari ruang UGD,dan seketika Zia berdiri menghampiri dokter tersebut.


"Pasien baik-baik saja sekarang,dan sudah sadar! dia kehilangan banyak darah tapi untungnya stok darah yang sama dengan pasien masih tersedia di rumah sakit ini.


"Terimakasih dok!" kata Romi


"Apa kami bisa masuk Dok?" tanya Raksa.


"Pasien akan segera di pindahkan, sebaiknya Anda semua nya menjenguk pasien di kamar rawatnya saja!" kata sang dokter kemudian berpamitan pada mereka. Devan mengajak Zia untuk sarapan,karena pagi ini memang Zia belum sarapan sama sekali, begitu juga dengan mereka bertiga.Akhirnya mereka menunggu pasien di pindahkan sambil sarapan di cafe rumah sakit.

__ADS_1


"Lhoo kalian ngapain pagi-pagi begini ke rumah sakit?" kata dokter Tania yang kebetulan melihat mereka dari kejauhan lalu mendekati nya.


"Zia hampir di celakai oleh seseorang dan untungnya ada yang menolong,dan yang menolong sedang di rawat di sini!" Romi menjelaskan, Raksa hanya diam saja,bahkan dia tak memandang ke arah dokter Tania.


"Kamu sendiri?" tanya balik Romi.


"Ada pasien darurat jadi aku sudah di sini sejak pukul 2 pagi tadi!" kata dokter Tania.


"Dokter Tania!" panggil seorang Lelaki yang berseragam dokter juga.


"Jadi pergi?" tanya lelaki tersebut sambil tersenyum pada Devan dan kawan-kawan sebagai tanda hormat.


"Baiklah aku pergi dulu ya... Zia besok kita berjumpa di sini ya!" kata dokter Tania.


Romi hanya geleng-geleng kepala melihat Raksa hanya diam saja sambil mengaduk makanan nya.Sunggug Romi tak habis pikir, wanita seperti apa yang di cari Raksa hingga wanita sebaik dan selembut Tania tak bisa menerobos hatinya.


Ceklek..... suara sebuah pintu di buka, setelah sarapan mereka segera ingin berterima kasih pada sang penolong.


"Pagi....!" sapa Zia, dia sedikit kaget melihat siapa yang terbaring disana.


Sedangkan Devan sudah mengepalkan tangannya menahan rasa marah dalam dirinya, begitu juga Romi dan Raksa.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2