
Pagi-pagi Sekali Raksa sudah keluar dari kamarnya, melihat Zidan di taman belakang diapun langsung menemani Zidan.
"Hai...sedang apa Dan?" tanya Raksa
"Kak..di sini ada kelinci ya? tuhh!' ucap Zidan yang melihat ada kandang kelinci dan beberapa kelinci berlarian.
"Iya....itu milik kak Devan!" kata Raksa.
"Kalau kakak? gak suka hewan peliharaan??" tanya Zidan.
"Suka! kakak punya banyak kucing!" kata Raksa, ayo kakak tunjukkan.
Mereka akhirnya berada di samping rumah, dan benar saja di sana ada kandang kucing dan beberapa anak kucing yang lucu.
"Waahhh bagis semuanya kak!!! keren!!!" Zidan senang dengan apa yang dilihatnya, tiba-tiba saja Zia datang.
"Waahh ada kucing!!" pekik Zia senang!
"Kamu suka?" tanya Raksa
"Iya kak!! Zia suka!" jawab Zia antusias.
__ADS_1
"Kamu yang akan merawat mereka nanti! bagaimana? di sana juga ada Kelinci peliharaan Devan!" kata Raksa.
"Benarkah??"
"Benar kak!! kelinci nya juga lucu-lucu!" jawab Zidan.
"Ayo kak aku tunjukkan!!" Zidan dan Zia sangat antusias, melihat itu Raksa tersenyum sendiri.Mereka hidup hanya berdua, ditemani seorang bibi,yaitu bi Ola, hidup Zia dan Zidan tak jauh beda dengan Devan, Raksa dan Romi,hidup mereka juga hanya saling melengkapi dan menyayangi satu sama lain tanpa perlindungan dari orang tuanya.
Raksa berjalan masuk ke dalam rumah, pagi itu seperti biasa dia melihat Devan duduk manis di depan TV di ruang keluarga,tak ada perubahan di hidup Devan walaupun status nya berganti menjadi suami seseorang.
"Ck... kebiasaan!!! ngapain pagi-pagi loe udah nongkrong disini?" tanya Raksa.
"Rese'...!!!" ucap Devan dan melemparkan bantal sofa pada Raksa,sayangnya Raksa menghindarinya dan berakhir di tubuh Romi yang baru saja bangun tidur sambil mengucek matanya.
"Sialan kalian!!! sini..kalian!!" teriak Romi dan akhirnya pertarungan terjadi di sofa di antara mereka, itu adalah kebiasaan yang mereka lakukan saat bersama-sama, Romi yang selalu keluar dengan badan tanpa mandi pagi.Zia tersenyum melihat mereka bergulat di ruang keluarga, nampak jelas juga Devan yang kaku bisa tersenyum tipis sekali.pergulatan mereka menjadi hiburan tersendiri bagi Zia, sampai akhirnya Zia tertawa kecil, Devan yang menyadari keberadaan Zia berhenti seketika, sedangkan Mereka berdua yang belum menyadarinya malah menimpuk Devan dengan bantal sofa.
"berhenti!!..." ucap Devan, mereka menoleh ke arah pandangan Devan.
Melihat ketiga pemuda tampan itu menoleh padanya, tawa Zia berhenti seketika. Zia nampak canggung sekali.
"emmmm kata Bi Ola dan Bi Narti sarapan sudah siap!" ucap Zia dengan mengigit bibirnya berulangkali.l dan langsung meninggalkan tempatnya tanpa b Jawaban dari meeka bertiga.
__ADS_1
"Cute banget sih istri orang!!" ucap Romi
"Ck....emang ya istri orang lebih menggoda!!" saut Raksa
"Tapi kadang rumput tetangga lebih hijau!!!" saut Devan juga.
"Mau rencana selingkuh??!" ucap Romi dan Raksa bersamaan, Devan hanya mengerutkan keningnya saja,heran dengan tanggapan dari dua saudaranya itu.
"Selingkuh sama siapa? kamu apa kamu? pilih mana?" jawab Devan santai sambil berlalu dari sana menuju ruang makan.
Sepeninggalannya Devan, Romi dan Raksa saling tatapan-tatapan.
"Noh di ajak Dev selingkuh!!" ujar Romi.
"Gue ma masih suka yang empuk-empuk!! bukan batangan yang keras!! Dev buat loe aja!!" lanjut Romi sambil berlalu ke ruang makan.
"Ck....mandi Rom!!! kebiasaan loe ya!!" teriak Raksa yang akhirnya ikut menyusul mereka.
Akhirnya mereka memutuskan sarapan bersama,yang beda adalah,dulu hanya ada bi Narti yang ikut menemani sarapan, namun sekarang ada bi Ola, Zidan dan pusat perhatian mereka bertiga yaitu Zia.
bersambung
__ADS_1