Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Awal mula trauma 2


__ADS_3

"Boleh juga nih!!! kita coba hal baru!!" kata Erika dengan mengangkat ujung bibirnya sedikit.


"Jangan macam-macam deh!! dia anak kakak gue!!" kata Denada tak setuju dengan ide Erika.


"Halah!! asal gak tau kakak loe semuanya baik-baik aja kan! lagian gue juga tau kalau kakak loe gak suka sama tuh anak!!" Bella yang kali ini bicara, dia tau semuanya karena cerita dari Denada sendiri.Denada nampak berpikir, tiba-tiba saja dia teringat kalau kakaknya pernah histeris karena melihat Devan, dan menuding Devan sebagai penyebab kehancuran dirinya, dan Denada pun akhirnya setuju dengan ide gila teman-temannya.


"Itung-itung balas dendam buat kakak loe De!" Erika mencoba memanas-manasi Denada, Erika yang paling gila di antara mereka, bahkan gadis itu mengidap biseksual, dan sekarang dia ingin mencoba hal baru, dengan senyuman liciknya Denada akhirnya terpengaruh.


"Kakak pergi dulu ya De!" pamit sang kakak yang baru saja turun dari lantai dua.


"Ya kak!" kata Denada lembut sambil mencium tangan kakaknya.


Anggela berjalan dengan girang ke depan rumah, disana sudah ada mobil yang menunggunya, tanpa mempedulikan sekitarnya, Anggela menyambut sang kekasih, bahkan mereka berciuman dengan santainya di samping mobil, Anggela tak menyadari, Devan memperhatikan nya dari balkon kamarnya.


"Noh liat!! ganasnya kakak loe!!" kata Bella yang mengintip dari dalam rumah.

__ADS_1


"CK...gila ya!! padahal Kak Amar baik banget!! tapi emang lebih ganteng selingkuhan kakak gue!! lagian mereka udah lama pacaran!"


"Udah biarin aja mereka, yuk naik ke atas! kamar loe biasa nginap di atas kan?"kata Erika


Di rumah sebesar itu memang hanya ada 2 pembantu, satu pembantu selalu pulang di sore hari, dan yang satu adalah kaki tangan Anggela.


"Mbak Rani!" panggil Denada


"Iya non!" kata Rani.


"Nih .....uang buat mbk Rani,tapi malam ini Mbak Rani gak boleh masuk rumah utama!" kata Denada,karena memang Rani tidur di paviliun belakang.


"Beres!!!''


Akhirnya acara pengusiran pembantu tersebut berhasil,dengan cekatan Erika mengambil minuman di dapur, memasukkan obat terlarang di dalam minuman tersebut, setelah dia menelannya bersama teman-temannya,kini dia berniat memberikan Devan minuman tersebut.

__ADS_1


"Hai Dev!" kata Denada yang tiba-tiba masuk ke kamar Devan


"Tante!!" pekik Devan berdiri dan mundur sedikit karena melihat gelagat Denada yang tak seperti biasa, Denada memang sudah dalam pengaruh obat,ditambah lagi kedua temannya ikut masuk.


"Yuk main-main sama kita!" kata Bella, sedangkan Erika sudah menatap lapar pada remaja yang terlihat begitu tampan itu.


"Mak-maksud Tante a-apa!!"


"Gak kok Dev!" Denada memberi isyarat pada Bella agar tak terlalu memaksa Devan.


"Ini...Tante bikinin minuman!"


"Ti-tidak te....!" Devan sudah ketakutan melihat Tante dan teman-teman tantenya.Namun Bella yang tak sabar akhirnya memberikan isyarat pada Erika untuk memaksa Devan , dengan paksa Erika dan Denada memegangi tangan Devan, Devan tak kuat melawan ketiga cewek yang tiba-tiba mempunyai kekuatan yang cukup kuat.Bella yang bertugas meminumkan paksa pada Devan.


Beberapa saat kemudian Devan terlihat lemas walaupun dia masih sadar dan masih dengan jelas melihat ketiga gadis gila itu tersenyum bahagia dan terlihat puas dengan keadaan Devan.

__ADS_1


"Hahahahahhahaa! Saatnya senang-senang!!" teriak Erika.


bersambung...


__ADS_2