
Raksa asisten dari Devan heran dengan kedatangan seseorang ke perusahaan,dia sangat tidak suka dengan orang yang akan menemui Devan.Seorang wanita yang tak lagi muda, namun terlihat masih cantik datang ke kantor Devan! Wanita itu adalah mama Devan,dengan gaya anggunnya dia datang ditemani anak tirinya,yaitu Willy.Dia ingin menemui anak kandungnya sendiri, Devan di kantornya.Keluarga Willy tak kalah suksesnya dari keluarga Devan, Willy sangat dekat dengan Anggela mama Devan, bahkan Anggela lebih menganggap Willy sebagai anak kandungnya di bandingkan dengan Devan sendiri.
Willy tak pernah menganggap Devan sebagai musuhnya, dia selalu ingin hidup berdampingan dengan Devan, apalagi dia hanya dua tahun lebih mudah dari Devan, baginya usianya tak berbeda jauh itu, akan membuat Willy dan Devan semakin dekat, namun sayangnya, kebencian Anggela dan kekerasan hati Dev membuat hubungan tersebut seperti musuh bebuyutan yang tak akan pernah berdamai selamanya.
"Maaf ada yang bisa saya bantu?" cegah Raksa di depan ruangan Devan.
"Minggir kau anak pungut!!" hardik Anggela.
"Nyonya sudah ada janji? kalau belum maaf saya tak bisa membiarkan nyonya masuk!!" ucap Raksa.
__ADS_1
"Raksa aku mohon biarkan mama ketemu Dev!! kami ada perlu!"
"Untuk apa? menyakiti Dev? dengan cacian dan hinaan mama mu ini Will?" tanta Raksa, Willy yang memang sangat menyayangi mama sambungnya itu hanya bisa diam, kaena apa yang dikatakan oleh Raksa benar adanya! Willy tau ini salah! tapi dia tak bisa menentang sang mama, semuanya kemauan mamanya adalah wajib di patuhi bagi Willy, sejak sang mama meninggal, Anggela lah yang mengurusi semuanya dan begitu sangat menyayangi Willy.
ceklek......pintu terbuka! Devan yang sejatinya ingin menemui Raksa di ruangannya, tiba-tiba merasa kaget dengan kedatangan wanita yang tak diinginkan nya tersebut, wanita yang membuat sang papa terpuruk dan trauma yang mendalam dalam hidupnya itu.
"Ada apa Raksa?" tanya Dev yang memang tak pernah berbicara sepatah katapun pada mama nya tersebut.
"Tanyakan padanya,aku akan segera memenuhi nya! dan jangan biarkan dia masuk ke sini lagi Raksa!! kalau perlu pajang fotonya di lobby agar semua orang tau bahwa dia di larang masuk perusahaan ini!!!"
__ADS_1
"Ciihhh aku juga tak sudi datang ke sini kalau kau tak mengulur waktu!! Ayo sayang...kita pergi dari sini!" kata si Anggela dengan sombongnya.
Perjanjian yang di yakini oleh Raksa, Dev dan Romi adalah sebuah paksaan! bayangkan tiga bulan sebelum meninggal nya sang papa 3 tahun lalu, Anggela yang tau trauma yang menimpa Dev malah memanfaatkan semuanya. Dalam surat perjanjian tersebut di nyatakan bahwa, " Bila Devan tak kunjung menikah dan mempunyai keturunan, maka seluruh harta peninggalan sang papa akan jatuh ke tangan mantan istrinya!"
Anggela tersenyum penuh arti,dia merasa di atas awan, dia tau julukan yang di sandang Devan karena karakter nya.Gay!! satu kata yang membuat Anggela berpikir bahwa Devan tak mungkin akan menikah dengan wanita karena trauma nya, walaupun Anggela juga tak tau apa penyebab trauma Devan, yang ada di kepalanya saat itu adalah melihat anak yang tak diinginkan nya menderita agar papanya yang melihat nya di atas sana juga.
"Dev....apa kau punya rencana? aku tak rela bila perusahaan yang dibangun susah sama papa di miliki wanita tersebut" Kata Raksa menunjukkan kemarahan nya.
"Kau pikir aku rela Sa?? nggak!! aku pastikan! bahwa perempuan itu tak akan memiliki nya!!! aku pastikan itu Sa!! aku akan tempuh berbagai cara!!"
__ADS_1
bersambung