
Devan sudah jalani lagi sesi terapi nya dan ini adalah hari terakhir terapi, karena terapi selanjutnya akan dilakukan hanya satu minggu sekali setelah melihat perkembangan dari Devan. keberhasilan dari penanganan kejiwaan Devan tak lepas dari tangan Zia, Zia selalu saja memberikan dukungan penuh terhadap Devan, bila melakukan sesi terapi di siang hari bersama dokter Fahmi maka malam hari Zia akan melakukannya dengan caranya sendiri,dengan begitu Devan tidak akan lagi takut bila bersentuhan dengan seorang wanita. Dan benar saja dua pelayan yang selalu datang pagi sampai sore hari itu, kini kadang kala menyapa Devan ataupun Devan yang menyapa terlebih dahulu jika mereka bersama dengan bi Narti di dapur,melihat mereka bertiga yang notabenenya adalah seorang perempuan Devan sudah tak takut lagi.
"terima kasih dokter Fahmi atas segala bantuan yang sudah anda lakukan untuk suami saya" kata Zia
"ini sudah menjadi kewajiban saya nona, ini memang pekerjaan saya, kepuasan tersendiri buat saya jika pasien saya bisa sembuh dari trauma nya" kata dokter Fahmi sambil tersenyum.
Akhirnya dokter Fahmi pamit undur diri, setelah sesi terakhir terapi nya dan dokter Fahmi memberikan jadwal satu minggu lagi untuk bertemu dengannya,namun kali ini Devan yang meminta untuk datang ke tempat praktek dokter Fahmi karena dia tidak ingin menyusahkan lagi si dokter Fahmi,dia juga ingin melatih dirinya benarkah dia sudah tidak takut lagi dengan wanita selain wanita-wanita yang ada di rumah besarnya.
__ADS_1
Malam ini semuanya nampak berkumpul di meja makan, tampak hadir juga mama Kinan bi Ola dan juga Zidan serta tak ketinggalan Romi yang membawa Tasya ke rumah besar kali ini, mereka merayakan keberhasilan sesi terapi yang dilakukan oleh Devan,walaupun bi Ola Zidan,dan juga mama Kinan tak tahu menahu tentang apa yang dirayakan, mereka senang karena mereka bisa berkumpul bersama dengan Zia.
"Zidan bagaimana kakimu? apa baik-baik saja? atau ada keluhan?" tanya Raksa,orang yang membawa Zidan ke Jepang untuk pemasangan kaki palsunya.
"semuanya baik Kak,Zidan nyaman dengan kaki ini, walaupun aku tidak bisa berlari dengan kencang setidaknya tidak bisa berjalan lebih cepat dan sekarang sudah biasa dengan kaki ini, jadi Zidan jalannya tidak pincang lagi!" jelas Zidan panjang lebar dengan senang. Sejak kakinya di pasang kaki palsu, Zidan mau kembali ke sekolah, awalnya memang sulit,namun banyak dukungan dari teman-teman Zidan, bahkan dari Zia,Devan , Romi dan Raksa, akhirnya Zidan mulai PD dengan keadaannya.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga, mama Kinan memilih untuk istirahat bersama bi Ola, karena memang selepas bangun dari koma keadaan Mama Kinan tak sebugar yang dulu.
__ADS_1
"Dokter Tania..aku dengar dokter besok pulang?" tanya Tasya, yang mana semua orang menatap Tania kecuali Zia tentu nya karena Tasya jelas tau dari Zia.
"Loe balik ke Singapur besok?" tanya Romi mengulangi pertanyaan kekasih nya.
"Iya....masa cutinya sudah habis! pesawat ku besok siang!"
Kata Tania sambil tersenyum, kali ini dia memantapkan hatinya,karena selama seminggu di sini, Raksa benar-benar tak menyapanya bila hanya berdua, namun bila berkumpul dia akan bersikap biasa saja.
__ADS_1
Romi melirik ke arah Raksa,yang nampak gelisah,Romi hafal betul dengan sikap kakaknya itu.
bersambung.......