Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Fredo dan Kanaya


__ADS_3

"Bang Edo?" panggil Fredo


"Re?? apa yang kau lakukan disini?"


tanya Edo asisten Pras yang sedang mengantar Zia,anak majikannya.


"Abang sendiri? sedang apa di sini?" tanya Fredo binggung melihat abangnya berada di rumah ibu dari Kanaya kekasihnya.


"Abang mengantar Zia! anak majikan abang!" jawab Edo


Fredo merasa heran dan binggung bagaimana bisa abang nya mengantar anak majikannya,setau Fredo majikan abang nya adalah seorang duda tanpa anak, apa abangnya pindah majikan?belum juga Fredo bertanya lebih lanjut keluar seorang wanita tua yang mempersilahkan mereka masuk.


"Nak Edo,masuk dulu....eh ada temennya ya....bawa masuk sekalian nak!"kata nenek Ratih.

__ADS_1


ikan masih mempunyai banyak pertanyaan di kepalanya Fredo mengikuti sang abang masuk ke dalam rumah tersebut. dan memang saat ini bertepatan dengan makan siang di meja makan sudah tersedia beberapa makanan, Fredo melihat sekilas rumah tersebut, rumah yang sudah tidak sama dengan beberapa tahun yang lalu ketika dia mengikuti Kanaya, rumah itu sudah nampak bersih rapi dan juga bagus walaupun dengan ukuran yang masih sama. Fredo melihat ke arah ruang makan disana ada seorang wanita yang cukup cantik sedang menata beberapa macem hidangan.


"Mari nak Edo dan temennya kita makan siang terlebih dahulu Kinan sudah memasak beberapa macam makanan!" ajak nenek Ratih.


"Om nanti titip makan siang buat papa ya!" kata Zia gadis yang tampak cantik di usia 11 tahun itu sedang menggandeng tangan Edo untuk menuju ke ruang makan.


"iya non nanti Om sampaikan makan siangnya untuk papa non!" saut Edo sambil mengikuti Zia ke ruang makan.


Edo berumur 6 tahun lebih muda dari Pras papa Zia, namun dia lebih dulu mempunyai anak daripada Pras, anaknya sekarang sudah berusia 17 tahun karena Edo memang menikah di usia muda, Namun Edo juga hampir bernasib sama dengan sang majikan, istrinya tak lagi bisa hamil karena penyakit kista yang di deritanya, walaupun sudah di obati namun sampai anaknya berusia 17 tahun mereka tak lagi di karuniai seorang anak.


"Siapa temannya ini nak Edo?" tanya nenek Ratih sambil meletakkan piring di depan Fredo.


"Dia adik saya Bu!" kata Edo,namun Edo pun bertanya apa yang membuat Fredo berada di sini.

__ADS_1


"Kenalkan Bu, saya Fredo, abang biasa memanggil Re!" kata Fredo sambil menyalami nenek Ratih dan juga Kinan.


Makan siangpun selesai dengan tenang, Kinan tak banyak bicara entah apa yang di pikirkan nya, sepulang Zia dari rumah Pras, Kinan selalu saja seperti itu, dia sekarang jarang bisa menyembunyikan kegalauan hatinya, Zia anak yang perasa, Kinan sang ibu akhir-akhir ini sedikit menghindari nya, walaupun kadang kali secara tiba-tiba dia akan memeluk Zia dengan kuat.


Di ruang tamu....


"kedatangan saya kesini sebenarnya bukan untuk mengikuti abang saya, saya tidak sengaja menemui bang Edo disini, sebenarnya saya datang ke sini untuk menemui ibu dan juga Mbak Kinan" kata Fredo, hal itu juga membuat Edo heran bagaimana dia bisa mengenali nenek Ratih dan Kinan.


"Lalu ada perlu apa nak Re datang ke sini?"


"Saya datang demi Kanaya bu!" kata Fredo


"Naya!!"

__ADS_1


ucap Kinan ketika mendengar nama adik yang di rindukan nya.


bersambung....


__ADS_2