Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Penanganan Devan


__ADS_3

Hari ini seorang wanita cantik sedang berjalan di bandara,menyetop taksi dan segera berlalu dari sana setelah mengatakan alamat yang harus di tuju sopir taksi tersebut. dialah dokter Tania, setelah mendapatkan berita 3 hari yang lalu dari Zia, ternyata dia harus melakukan operasi pada pasien nya terlebih dahulu, hingga hari ini dia baru bisa meminta cuti untuk seminggu ke depan.


Tania.... setelah beberapa Minggu meninggalkan Indonesia, hatinya kini semakin tenang,dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan sang adik dan papa serta mamanya. ternyata bersama mereka bisa membuat luka hati Tania semakin tertutup, apalagi papanya yang selalu peka akan keadaan nya, papa tirinya adalah sahabat papanya Tania yang pada akhirnya menikahi sang ibu, Tania bersifat sama seperti papa kandungnya,hingga papanya sekarang dengan gampang mengerti dengan keadaan anaknya.


"Hallo Zia......!" sapa Tania di sambungan teleponnya.


"Aku datang ke sana dengan dokter Fahmi sekarang, apa Devan ada di rumah?" kata Tania.


"Iya...dia tak pergi ke kantor sampai hari ini!" saut Zia.


"Ya udah aku ke sana dengan dokter Fahmi!"


"Baik dokter Tania, terimakasih!"

__ADS_1


Sambungan di akhir i, saat ini Zia sedang menyuapi Devan akhirnya melanjutkan kembali.


"Dokter Tania kesini bersama dokter Fahmi, gak papa ya?" tanya Zia sambil menyuapi Devan, Devan hanya mengangguk saja, entah mengapa dia seperti anak kecil yang sangat patuh pada ibunya.


"Iihhh gemess deh!!" ucap Zia sambil mencubit pipinya yang sedang mengunyah makanannya.


Beberapa saat kemudian, dokter Tania dan dokter Fahmi datang, mereka langsung berbincang di ruang tamu, Devan terlihat seperti anak kecil yang terus menempel pada Zia, bahkan dokter Tania merasa iba dengan perubahan sikap yang di baru beberapa waktu dia tinggal saja sudah begitu memprihatinkan. Dokter Fahmi mencoba untuk membujuk Devan agar mau di tangani di ruang kerja Devan, pasalnya dia tau dari Tania kejadian tersebut terjadi di kamar tidur, dokter Fahmi ingin berdua saja dalam sesi terapi kali ini, dia ingin membuat Devan nyaman. dan dengan bujuk rayunya Zia, akhirnya Devan menurut, namun Zia segera menelepon Romi dan Raksa,dia takut terjadi apa-apa pada Devan di sesi pertama terapi nya.


"Apa semua nya baik-baik saja Zi?" tanya Raksa dengan cemasnya.


"Dokter sedang menangani Devan di ruang kerjanya!" kata Zia.


"Kenapa tidak di kamar saja Zi?" tanya Raksa

__ADS_1


"Lebih baik di ruang kerjanya saja, karena kejadian yang membuat dia trauma terjadi di kamar tidurnya!" kali ini bukan Zia yang menjelaskan tapi Tania yang baru saja membawa minuman untuk dia dan Zia. Romi dan Raksa seketika menoleh ke arah Tania, sahabat yang beberapa waktu lalu memutuskan untuk menetap di Singapura.


"Kau datang?" tanya Romi dan langsung memeluk sebentar Tania.


"Aku memberitahu dia...maaf!" beo Zia.


"Apa kabar Tania?'' tanya Raksa.


"Aku baik!" katanya sambil tersenyum manis.


Akhirnya mereka berbincang di ruang keluarga sambil menunggu Devan melakukan sesi terapi nya, Romi bercerita ke sana kemari dengan Tania, sosok yang selalu menjadi tempat curhat nya selain Raksa dan Devan, menanyakan banyak hal pada Tania, sedangkan Raksa hanya diam menyimak pembicaraan mereka, Tania akhirnya menuruti untuk tinggal di rumah itu selama ada di Indonesia daripada bermalam di hotel atas permintaan Zia selama seminggu masa cutinya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2