Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Kehancuran Devan


__ADS_3

Devan yang setengah sadar karena pengaruh obat yang dipaksa diminumkan padanya bisa merasakan bagaimana mereka bertiga menjamah tubuhnya, dia menangis melihat dirinya bagaikan boneka bagi mereka, bahkan tangan Devan di paksa memainkan buah dada ketiga cewek itu bergantian.Devan menjerit dalam hatinya, dia berusaha memberontak namun apa daya tenaganya tak sampai, dia juga melihat sendiri bagaimana sang Tante di puaskan oleh sahabat nya sendiri, Devan tersentak saat sebuah mulut meng*ulum batang miliknya di bawah sana, Bella lah pelakunya,karena dari awal Bella memang paling tertarik dengan Devan, seketika air mata Devan mengalir karena perbuatan Bella, Bella bahkan terlihat takjub melihat batang milik Devan yang terlihat sudah sebenarnya anak berusia 17 tahun, mana ada yang percaya kalau dia baru remaja 12 tahun bila terlihat Segede ini! pikir Bella.


Sekian lama bermain-main, akhirnya mereka mencapai puncaknya masing-masing, kecuali Devan tentu nya, walau pun mereka bermain-main dengan batang milik Devan dan bahkan dengan tubuh Devan, tubuh Devan rasanya menolak untuk melakukan pelepasan, hingga sampai akhir permainan mereka, batang milik Devan hanya tegang menjulang tanpa terlihat melakukan pelepasan, padahal di usianya Devan sudah pernah bermimpi basah.


Namun pelecehan seksual yang ketiga gadis itu lakukan seakan mendapatkan penolakan dari tubuh Devan, karena Devan merasa takut dan marah dalam waktu bersamaan.Devan akhirnya tak sadarkan diri, dengan jahat nya mereka bertiga meninggalkan kamar Devan tanpa mempedulikan keadaan Devan.


"Asyik kan?" kata Erika yang terlihat masih dalam pengaruh obat terlarang itu.


"Puas!!!" kata Bella di akhir i tawanya, sedangkan Denada terlihat memandang ke arah Devan, mengigit bibirnya seperti ada rasa penyesalan dalam dirinya.

__ADS_1


"Udah dong!! jangan sok sedih gitu!!!" kata Bella.


"Mau gue puasin lagi!" bisik Erika!


"Gak...gue butuh Roy!!!" kata Denada, dia memang bukan pelaku biseksual, hanya sesekali dia mau karena membantu Erika.


"Bertiga yuk De!" kata Bella bersemangat.


Akhirnya Roy Lelaki yang di maksud Denada tiba, dan benar saja mereka bermain bertiga dengan Denada dan Bella, hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka.Paginya sebelum Devan terbangun, Mereka sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan Devan,dia terbangun di jam 11 siang, begitu melihat keadaan nya dan ingatan nya berputar di kepalanya, mulai dari ciuman sang Mama dengan seseorang yang di yakini Devan sebagai selingkuhannya sampai pelecehan seksual yang di terima nya dari sang Tante dan kedua temannya, membuat Devan lari ke kamar mandi dan berteriak-teriak di dalam sana! Dia menangis tak ada hentinya, menggosok seluruh tubuhnya yang di pegang oleh ketiga gadis gila tersebut sambil menangis tanpa henti, hampir dua jam menguyur tubuhnya di bawah shower, pada akhirnya samar-samar seseorang terdengar menggedor pintu kamar mandinya...

__ADS_1


"Dev.....kamu di dalam nak?" suara tersebut masih bisa di dengar oleh Devan yang kesadaran nya sudah mulai menipis.


"Dev...... Devan....!! nak.....sayang!" suara itu terdengar begitu panik.


"Pa....papa... tolong Dev!" ucap lirih Devan sebelum dia akhirnya tak sadarkan diri.


"Dobrak aja Tuan!" kata pak Ali satpam yang bertugas menjaga rumah tersebut.Suara tersebut ternyata adalah sang papa yang baru saja pulang dari luar kota, ketika tak mendapati sang anak, tuan Amar segera naik ke kamar anaknya,melihat betapa berantakan nya kamar Devan,tuan Amar menjadi heran,dan setelah 30 menit tak kunjung Devan keluar dari kamar mandi, akhirnya tuan Amar menggedor nya.


"Dev....!!!!" teriak tuan Amar ketika berhasil mendobrak pintu kamar mandi.Devan sudah tak sadarkan diri di bawa guyuran air dari shower kamar mandinya dengan keadaan masih telanjang.

__ADS_1


Flashback Off


bersambung


__ADS_2