
"Naya!!"
ucap Kinan ketika mendengar nama adik yang di rindukan seketika Kinan mengigit kuku-kuku jarinya,disaat bersamaan Pras datang dengan di antar sopir.
"Nak Pras?" kata nenek Ratih
"Papa....!" panggil Zia dari dalam.
"siang Sayang.....papa mampir karena berkas-berkas papa ada di mobil om Edo!" kata Pras.
"Ada tamu? lho Re kamu ikut ke sini sama Edo?" tanya Pras yang duduk di samping Kinan.
__ADS_1
"Enggak bang, aku kesini karena ingin bertemu ibu dan Mbak Kinan!" kata Fredo menjelaskan.
"Mana Naya?"
tanya Kinan tiba-tiba, rasanya dia tak sabar untuk bertemu dengan adiknya, bahkan dia sudah mengigit kuku-kuku di tangannya saking tak sabar nya, begitu lah sikap Kinan bila sedang panik,sedih atau tak sabaran, Pras yang melihat itu akhirnya mengambil tangan Kinan dan mengengam nya, memberikan rasa tenang pada Kinan karena Pras tau Kinan sedang gugup dan tak sabaran.
"maaf sebelumnya,saya datang ke sini tanpa sepengetahuan Kanaya karena Kanaya merasa tidak pantas untuk menemui ibu dan juga Mbak Kinan, jadi saya berinisiatif untuk menemui kalian berdua sendiri!" kata Fredo.
"Bu.... Ayah Kanaya sedang sakit di rumah sakit, beliau seringkali mengigau ingin bertemu dengan mbak Kinan, bisakah ibu datang dengan mbak Kinan menemui mereka?" kata Fredo.
"Kanaya sangat merindukan kalian tapi Kanaya tidak mampu untuk menemui kalian karena dia masih merasa bersalah akan kejadian beberapa tahun yang lalu,Kanaya juga menderita Bu!" lanjut Fredo.
__ADS_1
Hati ibu mana yang tidak tersentuh mendengar anaknya menderita, tiba-tiba tanpa izin air matanya menetes dengan deras mengingat bagaimana keadaan anaknya Kanaya, bertahun-tahun dia tidak pernah bertemu kembali dengan Kanaya, bohong bila nenek Ratih tidak pernah merindukan Kanaya. nenek Ratih menggenggam tangan fredo lebih erat menyalurkan rasa sakit hatinya karena tak bisa bertemu dengan sang anak, Namun nyatanya Tuhan masih memberikan dia kesempatan untuk bertemu Kanaya di akhir masa hidupnya, tubuh tuanya sudah tak lagi sehat seperti dulu bahkan dia sudah berpikir bisa saja secara tiba-tiba Tuhan memanggilnya, satu hal yang diinginkan oleh nenek Ratih sebelum Tuhan memanggilnya yaitu bertemu dengan anaknya Kanaya dan juga sang suami.
Nenek Ratih menangis tanpa suara,hanya airmata nya yang tak terbendung, dia sangat bersyukur Tuhan masih memberikan kesempatan nya bertemu dengan sang anak.Kinan ikut menangis mendengar Kanaya yang ingin bertemu dengannya,Pras dengan sigap memeluk Kinan. Beberapa tahun yang lalu bahkan Kinan selalu menunggu Kanaya di minimarket dimana dia pernah bertemu dengan Kanaya,berharap dia bertemu dengan Kanaya disana suatu saat nanti, dia bahkan melakukannya hampir beberapa tahun hingga akhirnya Kinan berhenti untuk tidak mengharapkan bertemu dengan Kanaya lagi, dan hari ini ada orang yang datang untuk mempertemukan dia dengan ayah dan juga adiknya.
"Bisa antar ibu ke sana?" kata nenek Ratih.
"Iya bu.....pasti.... terimakasih bu!! terimakasih karena itu mau menemui Kanaya!" kata Fredo sambil menciumi tangan nenek Ratih.
"Aku ibunya.....dan akan selalu menjadi ibunya... apapun kesalahan nya!"
bersambung......
__ADS_1