Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Delima Kinan


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Mbak Wati beberapa waktu lalu, hubungan Zia dengan keluarga itu semakin erat, bahkan Zia sering bersama dan menginap di rumah Pras, Hari-hari berlalu di lalui Zia dengan bahagia, Kinan semakin sibuk dengan toko kue yang dia miliki, mbak Sari sangat membantu dia di toko. Ide-ide kue tradisional kadang muncul dari mbak Sari, Kinan menjalani terapi dari selama seminggu 3 kali itu atas saran dan biaya dari Pras. Awalnya nenek Kasih menolak dia sudah cukup mendapat bantuan dari Pras, nenek Ratih tidak mau diangkat memanfaatkan Pras sebagai papa kandung dari cucunya yaitu Zia.


namun setelah Pras mengatakan semuanya untuk kebaikan kinan nantinya,akhirnya nenek Kasih mengiyakan.Bagaimana dengan Kinan?Kinan hanya menuruti apa yang dikatakan oleh sang ibu saja. jadi dokter menjadwalkan terapi dan juga beberapa pola makan Kinan yang harus disesuaikan dengan penyandang autis, pertemuan dengan dokter terapinya terapinya tiga kali seminggu. hari-hari berjalan dengan begitu cepat, empat tahun telah berlalu, sekarang Zia sudah duduk di bangku kelas 5 SD dan dan terapi yang Kinan jalankan beberapa tahun ini berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang cukup memuaskan.


"ibu"...panggil Kinan


"Kamu nan! kok belum tidur ini sudah malam?" kata nenek Kasih.


"kangen Zia Bu!" ucap Kinan sendu.


Nenek Kasih yang memandang anak gadisnya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan,ada rasa kasihan yang menghinggapi hatinya,Nenek Kasih ingin melihat Kinan bahagia sebelum dia meninggalkan dunia ini, usianya yang semakin tua bahkan kesehatannya pun seringkali menurun,kerinduannya kepada Kanaya anak keduanya juga semakin menumpuk,entah bagaimana keadaan Kanaya sekarang,beberapa waktu belakangan ini nenek Kasih selalu memikirkan keadaan Kanaya. jujur saja nenek Kasih tidak ingin Kinan bernasib sama dengannya, kehilangan Kanaya! nenek Kasih tidak menginginkan Zia pergi dari sisi Kinan, apapun yang akan terjadi namun dilema memenuhi hati nenek Kasih! Zia berhak untuk hidup bahagia bersama dengan papanya, jika bersama Kinan maka dia akan selalu hidup sederhana bahkan kekurangan dan kadang kala Kinan dan sang nenek tidak bisa memberikan apa yang Zia inginkan sama seperti anak-anak yang lainnya.


"Kinan ingin Zia bahagia?" tanya nenek Kasih dan Kinan mengangguk pelan.


"biarkan Zia hidup bersama papanya Kinan!"

__ADS_1


ucap nenek Kasih sambil menahan tangisnya memegang tangan Kinan, berat rasanya mengatakan itu kepada Kinan tapi mungkin ini adalah yang terbaik untuk kebahagiaan Zia. Kinan hanya diam saja entah mengapa dia bahkan tak bisa menangis sedikitpun,saat membayangkan Zia pergi jauh darinya, Kinan hanya menatap mata yang penuh kesenduan.


"apa Naya bahagia bu?" Kinan malah menanyakan bagaimana keadaan Naya adiknya yang dibawa pergi oleh sang ayah.


"dia bahagia Kinan, jika dia tidak bahagia maka dia akan kembali ke pangkuan ibunya!"


air mata yang sedari tadi ditahan oleh nenek Kasih pun terjatuh tanpa izin dia menghapusnya pelan mengatakan bahwa


"selalu ada pengorbanan di setiap kebahagiaan Kinan, selalu ada!"


"Kinan kangen ayah!...ayah...Naya, Kinan kangen bu!"


Disisi lain......


"Ayah.....hiks....hiks....!"

__ADS_1


Kanaya memandang lekat wajah ayahnya, lelaki tua itu kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit. setiap hari bahkan setiap waktu jika tersadar ayahnya akan memanggil nama Kinan,Kinan dan Kinan. sebenarnya Naya tau di mana Kinan berada,Tapi dia cukup malu untuk menemui kakaknya tersebut, masa lalu yang membuatnya tidak sanggup bertemu dengan ibu dan juga kakaknya. Penyesalan yang selama ini di alaminya membuat dia tidak mampu lagi bertemu dengan Kinan dan sang ibu.


"non Naya,non istirahat saja dulu,sudah dari pagi non ada disini!"


kata bi Laras, pembantu yang selama ini bekerja di rumah nya untuk merawat sang ayah.


"tidak apa-apa bi! besok juga saya harus kerja kan? jadi bibi istirahat saja malam ini biar Kanaya yang menjaga ayah!''


" Kinan..... Kinan...... Kinan...." suara lirih lelaki tua itu terdengar menyayat hati Kanaya.


"Maafkan Naya ayah....maafkan Naya..hiks....bu...kak... Naya kangen!!"


Di ambang pintu,Fredo melihat kekasihnya dengan iba, Fredo sudah mengetahui cerita hidup Kanaya, bahkan beberapa waktu lalu Kanaya meminta putus dari Fredo karena merasa tak pantas untuk Lelaki tersebut, dan tentunya Fredo menolaknya,dia sangat mencintai Kanaya, Kanaya gadis yang baik dan Fredo tau itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2