
Hari demi hari dilalui dengan penuh kegembiraan oleh Zia dan Devan, Devan sudah mulai terbuka dengan Zia, walaupun sama sekali tak ada sentuhan diantara mereka, meminta Devan memeluknya saat tidurpun rasanya sangat sulit, Devan kadang akan tiba-tiba bergetar bila dia memeluk Zia, namun tak seperti biasa Zia langsung melepaskan Devan,kali ini Zia terus memegang tangan Devan agar terbiasa dengannya.Dan benar saja Devan sudah mulai terbiasa dengan Zia dan sentuhan tangan Zia.
Hubungan Willy dan Zia semakin akrab, walaupun hanya sebatas telepon saja Zia selalu menanyakan kabar Willy dan juga om Edo yang di kenal baik sebagai asisten sang papa dulu.Devan membiarkan saja Zia menghubungi Willy asalkan jangan bertemu langsung dengan lelaki tersebut, Devan masih sangat takut akan perbuatan nekat Anggela.Ya pada akhirnya beberapa Minggu yang lalu diketahui oleh Devan sebagai bagian dari rencana jahat Anggela. Anggela tetap berusaha mencelakai Zia, akhirnya Zia di minta Raksa, Romi dan Devan agar tak keluar dari rumah sama sekali, hanya sesekali mama Kinan dan Zidan datang ke rumah besar bila mereka kangen dengan Zia.
"Besok di undang kak Willy Dev!" kata Zia di meja makan, dimana disana juga ada Romi dan Raksa, serta Tasya yang sekarang menjadi kekasih Romi, Devan seketika menghentikan makannya,dia menatap lekat ke arah Zia.
"Hanya kita Dev...tidak ada keluarga sama sekali!" kata Zia mencoba menebak kekhawatiran sang suami.
"Pergilah Dev, itung-itung sebagai ucapan terima kamu secara langsung pada Willy, selama ini Kalian tak pernah bertemu!" kata Raksa.
"Baiklah besok kita berangkat menemui Willy!" kata Devan
__ADS_1
"Benarkah? terimakasih Dev!" kata Zia.
########
Malam ini Raksa diam menyendiri di gazebo belakang rumah, malam semakin larut, di temani sebotol wine dia terus menikmati malam. Teringat beberapa minggu yang lalu saat dia terakhir kali bertemu dengan Tania. Tania sengaja mengumpulkan Romi,Devan ,Zia juga Raksa untuk berpamitan, dia akan segera meninggalkan Indonesia dan menetap di Singapura untuk selamanya.
"Terimakasih untuk semuanya Dev, Rom dan Raksa! kalian teman yang hebat yang mau menerima aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku terima kasih!" ucap Tania.
Romi hanya melirik ke arah Raksa sekilas, Romi bahkan bisa menangkap sinyal bahwa Raksa serasa tak peduli dengan kepergian Tania, Romi juga bingung dengan perasaan Raksa pada Tania,benarkah Raksa tidak pernah menyukai Tania sedikitpun padahal jika dilihat dari wajah Raksa, dia tampak sedih dengan kepergian Tania.
Akhirnya semuanya memutuskan untuk memberikan waktu pada Raksa dan Tania, karena Tania pun ingin berbicara 4 mata dengan Raksa.Kini mereka sudah saling berhadapan.
__ADS_1
"Sini tangan kamu!" kata Tania sambil meraih tangan Raksa.
"Sudah lama aku ingin memberikan gelang ini padamu, dan aku tidak pernah punya kesempatan untuk itu entahlah,selalu saja kesempatan itu hilang begitu saja,kali ini berbeda Raksa, Aku ingin memberikan hadiah terakhir untukmu!" kata Tania sambil memasangkan gelang ke tangan Raksa.
"terima kasih untuk setiap hari-hari yang berkesan dalam hidup ku Raksa! kau, Romi dan juga Devan, kalian teman-teman sejatiku! terima kasih untuk segalanya!" kata Tania.
"Bolehkah aku mengatakan sesuatu sebelum aku pergi Raksa? jangan khawatir hanya aku yang akan berucap sesuatu padamu dan kau tidak perlu memikirkannya setelah kau mendengarnya!' kata Tania.
"katakan saja!?"
"Raksa! I love you!"
__ADS_1
dan disinilah raksa sekarang dia kembali mengingat pertemuan terakhirnya dengan Tania,ungkapan cinta Tania yang dipendam selama beberapa tahun, Akhirnya dia ungkapkan juga.
bersambung