Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
sekilas tentang masa lalu


__ADS_3

Satu bulan telah terlewati,jangan katakan kalau Devan sekarang sudah bisa dekat dengan Zia, kenyataan berkata lain, karena setelah memeluk Zia dan mencium nya 3 Minggu yang lalu,pagi nya Devan langsung demam tinggi, tentunya hal itu membuat Zia panik dan khawatir. Akhirnya dokter Tania membawa seorang dokter ke rumah untuk memeriksa keadaan Devan, dan di nyatakan bahwa Devan hanya shock dan kelelahan saja.


Setelah kepergian dokter tersebut, Zia merasa bersalah atas apa yang dilakukan nya pada Devan, niat hati ingin ikut mengobati trauma Devan malah berakhir dengan sakit nya Devan.Kini setelah kejadian itu dan kepulangan Raksa bersama Zidan, Zia banyak menghabiskan waktunya di rumah mama Kinan,entah mengapa rasa bersalahnya pada Devan tak kunjung hilang.


Romi kembali mengurus restoran, dan karena mama Kinan meminta pulang ke rumahnya sendiri, bi Narti merasa sia-sia membawa Tasya ke rumah tersebut, karena tugas Tasya adalah menemani Mama Kinan dan Zia yang sedang hamil.


"Apa aku akan di pecat bi? Zia bahkan jarang sekali di rumah!' kata Tasya menunduk..baru juga kerja satu bulan dia sudah harus kehilangan pekerjaannya nya,pikir Tasya.


"ya nanti bibi bicara sama den Romi! barangkali aja kamu masih dibutuhkan disini, bibi juga bingung, soalnya Sumi sama Ratih gak mungkin di berhenti kan! mereka sudah lama di sini juga!"

__ADS_1


kata bi Narti yang membicarakan dua rekannya yang setiap hari pulang ke rumah masing-masing setelah bekerja di rumah besar tersebut.


"iya bi!'' kata Tasya lesu.


Disisi lain, Anggela duduk terpaku di balkon kamarnya, dia baru saja mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau istri Devan tengah hamil muda, dia meremas ponsel miliknya dengan sangat geram.


"Tidak!! ini tidak bisa di biar kan!! aku harus membunuh janin itu!! mereka harus hancur!!! karena mereka semua impian ku dulu hancur!!" gumam Anggela.


Ya dulu.. seorang Anggela harus rela menikah dengan Amar, lelaki yang tanpa sengaja menghamilinya, Amar yang kala itu sudah mencintai Anggela dengan senang hati menikah i wanita yang telah hamil anaknya, Akhirnya sang kekasih harus menikah dengan wanita lain, hingga pada akhirnya, di saat Devan berumur 9 tahun, istri sang kekasih meninggal dunia, Anggela berusaha dan berpikir keras agar bisa kembali pada kekasihnya, dan ternyata semuanya berhasil, karena kekasihnya pun masih sangat mencintai Anggela,Anak lelaki dari kekasihnya yaitu Willy pun sangat di sayangi oleh Anggela sebagai anaknya sendiri namun sayang, anak kandungnya sendiri yaitu Devan sangat di benci oleh Anggela.

__ADS_1


"Sayang... sedang apa disini?" kata Cris suaminya.


"tidak ada....aku hanya merenung!" kata Anggela.


"Jangan terlalu banyak berpikir sayang... sudahlah!! lepaskan Semuanya!!" kata Cris, kematian Amar sudah dirasa Cris cukup untuk membalas sakit hatinya dan Anggela, Cris juga tak sepenuhnya menyesali berpisah dengan Anggela dan menikahi Nuri mama kandung Willy,karena bagaimanapun dia bersyukur bisa ada Willy di dalam hidupnya, walaupun dia tak pernah sekalipun mencintai Nuri.


Willy yang ada di kamarnya sedang termenung melihat wajah seseorang dalam sebuah foto, foto yang nampak menampilkan beberapa orang disana, namun wajah seorang gadis manis yang menjadi fokus utamanya.


"Ternyata kau sudah milik orang lain gadis kecil! aku sudah sangat terlambat!" kata Willy pelan, dia menutup kembali album foto tersebut dan menelpon seseorang.

__ADS_1


"Hallo.....om Edo?"


bersambung


__ADS_2