Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Kelahiran Aziza


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu kini perut Kinan sudah menginjak 9 bulan tinggal menunggu beberapa hari lagi, Kinan memeriksa kan diri ke bidan yang ada di dekat rumah, yang buka praktek di ujung perumahan.


Bu Ratih Bekerja lebih giat lagi sekarang dia mendapatkan lapak dengan meja kecil di depan ruko salah tempat bu Kasih membeli bahan-bahan kue nya.


"Kinan kagak ikut bu?" tanya seorang tukang parkir yang memang sudah sangat kenal dengan bu Ratih.


"Perutnya sudah besar susah kemana- mana!"


"Di jaga in bu ntar berabe kalo sampai melahirkan sendirian!"


"Iya terimakasih ya ko"


"Sama-sama bu..ini bungkus 20** bu..buat camilan temen-temen" minta tukang parkir yang bernama Eko itu.


Kanaya sering diam-diam melihat sang ibu berjualan di depan toko itu, dengan memakai masker dan pura-pura beli dia mencari alamat rumah bu Kasih.


Dan beberapa orang yang sudah mengenal bu Ratih mengatakan kalo bu kasih mengontrak rumah di daerah perumahan yang tak jauh dari pasar.


Kanaya mencoba membuntuti ibunya tersebut, melihat kemana perginya sang ibu, bagi Kanaya jalannya terlalu jauh untuk seorang wanita tua seperti ibunya, namun dibandingkan kampung alamatnya jarak ini tak seberapa jauh.


Dari kejauhan Kanaya melihat sang kakak yang terlihat kesusahan menyambut ibunya, dan betapa kagetnya kanaya mendapati kakaknya sedang mengandung. Kanaya bertanya-tanya apa sang kakak sudah menikah? bukannya terlalu muda dia hamil? karena Kanaya tau kakaknya baru berusia 17 tahun lebih bahkan belum genap 18 tahun. tapi perutnya sudah membuncit seperti nya sudah hamil besar.


"Ehh..bu...bu....kenal mbak itu gak?" tanya Kanaya pada seorang ibu-ibu yang lewat di depannya.


"Oohh itu mah neng Kinan atuh! kasihan..hamil di tinggal sama suaminya! neng nya kenal?" kata ibu dengan logat Sunda nya.


"Eh iya bu...takut salah orang! makanya nanya ibu.. makasih ya bu!"


Kanaya berlalu dari sana dengan begitu banyak pertanyaan, apa benar kakaknya sudah menikah dan di tinggal suaminya, mungkin saja suaminya malu dengan keadaannya, pikir Kanaya.


Sedangkan di rumah Kinan, hari ini Rania berkemas dia di tugaskan ke luar kota selama 5 hari bersama rekan-rekannya.

__ADS_1


"Lama ya nak Nia?"


"Iya bu....promosi produk baru bu...jadi lama! itu malahan bisa molor 1 minggu an bu kalo gak sesuai targetnya"


jelas Rania.


"Hati-hati ya Kinan, kalo ada apa-apa jangan lupa kabari Nia! ntar Nia minta tolong sama teman-teman Nia yang disini"


"Sudah gak usah khawatir kan masih ada ibu!"


*********


Rupanya perkiraan melahirkan Kinan, maju dari jadwal yang di perkirakan oleh bidan, jam baru saja menunjukkan pukul 9 pagi, tandanya sang ibu masih berada di pasar berjualan.


Kinan keluar dengan membawa tas yang sudah di sediakan oleh ibunya, dan uang yang ada di salah satu kantor tas tersebut, dengan menahan sakit di perutnya, Kinan berjalan keluar rumah! sepi! perumahan kecil itu nampak sepi di jam-jam seperti itu di hari kerja.


Kinan terus berjalan sambil memegang perutnya dan merintih kesakitan sampai di sebuah pertigaan, dia mencoba mengingat kemana lagi dia harus berjalan ke klinik bidan Rianti.


Perjuangannya tak berhenti sampai di sana, tiba-tiba ada beberapa anak kecil berlari-lari memakai seragam olahraga berwarna merah menyala di bagian atasnya.


Kinan langsung panik dan terlihat berputar-putar di tempat..


"Jangan... jangan...merah....merah jangan...." gumam Kinan sambil kesakitan menahan perutnya.


Begitu gerombolan anak-anak tersebut berlalu, kembali Kinan berjalan dan tiba-tiba....


"Bu...bu... Kinan pipis...bu..ibu... Kinan pipis!"


Kinan yang tak tau bahwa air ketuban nya pecah, hanya diam di tempat,melihat air yang merembes melewati kakinya begitu saja, rasa sakit semakin menjalar, sampai dia ingat jalan menuju bidan Rianti ada di sebelah kanan.


Kinan berjalan dengan peluh di dahinya, berjuang demi sampai di klinik, andaikan hati Kinan bisa berbicara, dia pasti akan memohon pada Tuhan untuk menyelamatkan nyama bayi dalam kandungan nya.

__ADS_1


sesaat kemudian, dia mengetuk pintu klinik....


"bu bidan...bidan...bu bu bidan...ini Kinan! Perut Kinan sakit bu....bu bu... perut Kinan sakit!"


"Astaghfirullah.....ayo masuk.....kenapa bisa begini! datang sama siapa?" tanya Raya suster yang membantu praktek bidan Rianti.


"Siapa ya?"


"Kinan bu bidan!"


Bidan Rianti langsung berlari ke arah pintu depan dia membantu Kinan melahirkan, air ketuban nya sudah pecah dan ternyata sudah pembukaan 8. Airmata wanita 40tahun itu menetes tanpa henti,dia tau kisah sebenarnya Kinan dari sang ibu, Bu kasih menceritakan bagaimana Kinan bisa hamil, membayangkan saja bidan Rianti sudah sakit hati.


Dengan linangan air mata bidan Rianti membantu memposisikan Kinan dengan baik, dia mengatakan untuk sabar pada Kinan. membayangkan Kinan berjalan seorang diri dari rumahnya ke kliniknya membuat hati bidan Rianti semakin ter iris, perjuangan seorang ibu, seberapa menderita nya dia, seperti apapun keadaannya, Kinan masih tetap menginginkan anaknya baik-baik saja.


Tak sampai setengah jam, Kinan melahirkan seorang bayi mungil yang sangat sehat..


"Aziza! mau bu bidan kasih nama ini Kinan?" tanya bidan Rianti.


"Mau.. Kinan mau..."


bu bidan memeluk Kinan erat, dia serasa melihat anaknya sendiri, anak bidan Rianti berbeda 3 tahun dari Kinan.


"Kamu jadi ibu Kinan!!" ucap bu bidan


"Kinan jadi ibu he he he he he, Kinan senang....ya senang!"


Aziza! nama yang indah untuk seorang bayi suci yang terlahir akibat dosa ayah kandungnya karena tega memperkosa Kinan sang ibu. Aziza sesuai arti namanya, berharap dia menjadi gadis yang Kuat dan penuh Cinta!.


Ini bukan akhir perjuangan Kinan, namun nyatanya ini adalah awal dari perjalanan hidup Kinan yang sebenarnya.


bersambung...

__ADS_1


@Peluk dan Cium buat ibu di seluruh dunia...Kalian yang terbaik!"


__ADS_2