Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Pemeriksaan awal


__ADS_3

Hari ini Zia ke rumah sakit, dia melihat sang mama yang masih terbaring dengan tenangnya, padahal sudah satu tahun sejak kecelakaan itu terjadi.Dokter mengatakan bahwa keadaan sang mama stabil,namun entah mengapa dia tak mau bangun dari komanya, namun jika Zia menghentikan biaya pengobatan Mama nya,maka fasilitas rumahsakit harus menghentikan pengobatan nya dan sudah bisa di pastikan keadaan mamanya akan kian memburuk.


"Saatnya Zia membalas pengorbanan Mama!"


kata Zia yang ada di balik kaca transparan di mana sang mama di rawat.Zia masih sangat ingat bagaimana perjuangan sang mama membesarkan nya sebelum bertemu dengan papanya dan menikah dengan Papanya.Semua orang menjauhi, bahkan di sekolah pun jarang ada teman yang mau dekat dengannya.


"Kamu di sini?" tanya dokter Tania ketika melihat Zia ada di rumah sakit.


"Dia mamaku dokter!" kata Zia setelah dokter Tania mendekati nya.


"Kamu berjuang buat mama kamu juga Zia?" tanya dokter Tania.

__ADS_1


"Hemmm.....iya dok!"


"Semoga apa yang kamu lakukan bisa membantu mamamu untuk sembuh!" dokter Tania penuh harap.


Akhirnya setelah berdiri hampir setengah jam berdua dengan dokter Tania, mereka menuju ruangan dokter Tania, Zia melakukan pemeriksaan tentang persiapan inseminasi yang akan dilakukan nya.Dan beberapa waktu ke depan semua hasil tesnya keluar dan segera melakukan inseminasi buatan nya.Namun di data rumah sakit, tercatat Zia tengah melakukan perawatan kandungan dan konsultasi agar segera hamil.


Di sisi lain....


"Pergilah sayang.....papa merestui kepergian mu sayang!!" seorang lelaki paru baya sedang duduk di kursi rodanya, dia sudah tak bisa berbuat apa-apa akibat stroke yang di deritanya hampir 5 tahun ini, Seorang gadis yang nampak sedih saat ingin meninggalkan Papanya untuk bekerja di rumah orang kaya sebagai seorang pembantu.Kehidupannya yang dulu cukup berkecukupan berubah total setelah kebangkrutan keluarga nya akibat stroke yang di derita sang ayah, kini ayahnya ia titipkan pada bibi nya,adik ayahnya. Gadis itu bernama Tasya, teman dari bibi Ana sudah lama bekerja di rumah keluarga kaya,dan saat ini dia membutuhkan seorang pembantu karena sang majikan sudah menikah dan tentunya keluarga nya bertambah.


"Iya Sya...teman bibi nanti akan menjemput kamu di terminal!" kata bi Ana, bi Ana mempunyai satu anak lelaki bernama Teddy yang sekarang masih berada di bangku SMA,dan suaminya bekerja sebagai pegawai pabrik di kota tersebut, karena paman Edi suami bi Ana juga sahabat ayah Tasya maka dia merasa senang saja ketika ayah Tasya di bawa ke rumah nya.

__ADS_1


Besok pagi Tasya berangkat dari kotanya menuju Jakarta, kota yang pernah dia tinggali bersama keluarga nya dulu,kota kelahiran nya! kini dia kembali lagi ke sana, bukan sebagai anak seorang yang berkecukupan namun sebagai gadis rantau yang mencari sesuap nasi dan biaya pengobatan buat sang ayah.


"TASYAAA...... SEMANGGGAAAT!!!" teriaknya ketika berjalan di pematang sawah sore ini.


"Woyy......jangan teriak-teriak!!!" saut seorang bapak-bapak yang sedang tertidur di gubuk sawah.


"Hehehehe iya pak Tarno!! Tasya lagi bahagia!! mau kerja nih pak!!" teriak Tasya pada pak Tarno.


"Ya..moga saja, dapat kerja bagus, dapat majikan baik!! syukur-syukur dapat jodoh!"


"Aamiin pak Tarno!! makasih doanya!"

__ADS_1


kata Tasya sebelum berlalu dari sana.


bersambung


__ADS_2