Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
menyambut adek bayi


__ADS_3

Sebelum masuk ruang bersalin


"Dokter.... cepet ada yang mau melahirkan!!" teriak Romi yang punya tugas memberitahu dokter, dengan sigap para suster segera mempersiapkan ruang bersalin dan menunggu siapakah pasien yang akan melahirkan. beberapa saat kemudian Willy dan dia akan datang dengan membawa usia diatas kursi rodanya.


"Cepat-cepat angkat!!" panik Romi melihat wajah pucat Zia, bersamaan dengan itu Raksa berlari mendekat setelah mendaftar kan Zia sebagai pasien di sana.suster meminta Devan untuk meletakkan Zia di atas ranjang rumah sakit dan suster mempersiapkan segala keperluan yang akan Zia butuhkan saat melahirkan nanti.Seorang dokter berjalan cepat menuju ruang bersalin, di lihatnya Zia nampak kesakitan.


"Tenang nyonya....tarik nafas lalu hembuskan!" perintah sang dokter, kemudian dia memeriksa keadaan Zia.


"Masih pembukaan 3 nyonya, kita tunggu sebentar lagi ya!" kata sang dokter, bersamaan dengan itu pintu ruang bersalin di buka lebar dan menampakkan dua orang lelaki tampan, siapa lagi kalau bukan Romi dan Raksa.


"Zi......kamu harus kuat!!! okey?" kata Romi setelah mendekati Zia, memegang tangan kirinya dan mengelus puncak kepala Zia.


"Sakit Rom!...." ucap Zia lemah, Devan sudah mulai berkeringat dingin, dia merasa bersalah karena membuat Zia seperti ini, walaupun awal pernikahan mereka karena perjanjian,namun sekarang Devan sangat mencintai Zia, dia tak sanggup melihat Zia kesakitan.

__ADS_1


"Maaf tuan-tuan...di mohon hanya suaminya saja yang menemani pasien!" kata dokternya.


"Tidak bisa!!!" mereka bertiga serempak, Devan juga merasa tak sanggup jika menemani Zia seorang diri. Dokter dan suster yang berada di sana merasa kaget dengan jawaban serempak mereka.


"Tapi ini akan menganggu pasien tuan-tuan!" sang dokter coba membujuk.


"Tidak akan! iya kan sayang!! kami akan menemanimu!" kata Devan dan Zia hanya bisa mengangguk.


"Kalau begitu ganti dokter saja!" ucap Raksa tak kalah dingin dan tegasnya.


"Itupun kalau anda tidak sanggup dokter!" lanjutnya.


Dan setelah perdebatan sengit dengan dokter, akhirnya Raksa, Romi dan Devan memaksa tetap menemani Zia, bahkan para suster di buat heran dengan keberadaan mereka, Romi di sebelah kiri Zia dengan memegang tangan nya erat sambil mengelus kepala Zia,sedangkan Devan sedikit menunduk di sisi kanan Zia sambil terus menciumi wajah Zia guna menenangkan sang istri, dan Raksa tak percaya akan keberadaan Devan di ruang bersalin, dia hanya berjaga-jaga kalau terjadi apa-apa pada Devan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu!! saya harap anda semua tidak akan mengganggu proses persalinan nya!" kata sang dokter.


"Aaargghh......!" pekik Zia ketika kontraksi semakin sering datangnya.


"Tarik nafas nyonya!!! hembuskan pelan!" perintah sang dokter sambil memeriksa kembali keadaan Zia.


"Baik nyonya!! pembukaan sempurna!!! kita mulai ya?" kata sang dokter.


Beberapa kali Zia di minta mengejan,menarik nafas...dan mengejan kembali, Romi terus mengelus dan sesekali menghapus keringat di kening Zia, sedangkan Devan berkali-kali mencium tangan dan sesekali pipi Zia memberikan kenyamanan pada sang istri.Setelah beberapa lama perjuangan, seorang bayi mungil lahir dengan selamat.


Melihat bagaimana perjuangan Zia yang juga mengeluarkan banyak darah yang membuat Devan tak tahan, akhirnya bersamaan dengan lahirnya sang anak, Devan pingsan seketika, untung Raksa segera sigap menangkap tubuh Devan,dan akhirnya Devan di bawa ke atas ranjang rumah sakit yang ada di samping Zia.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2