
Zia sudah bersiap untuk makan siang bersama dengan Willy, dia bahkan sudah menelpon Devan agar menjemput nya di rumah.
"Jadi Zia pergi?" tanya Mama Kinan, tadi pagi Mama Kinan dan Zidan ke rumah Devan.
"Jadi ma....mama Zia tinggal sebentar ya?" kata Zia.
"Iya... Mama pulang sore.....sore pulang... Naya datang!'' ucap Mama Kinan.
Hari ini Kanaya sang adik rencana datang ke rumah Mama Kinan, sudah cukup lama adiknya tak datang ke Jakarta, karena anak bungsu Kanaya sudah agak besar,dia memutuskan untuk mengunjungi kakaknya yang beberapa waktu lalu bangun dari komanya.Dan Zia juga berjanji akan mengenalkan Devan pada tantenya tersebut, rencananya Zia akan menginap di rumah sang Mama nanti malam.
"Ma...itu Devan Dateng! Zia berangkat dulu ya!" kata Zia
Sedangkan di rumah Willy,dia bersiap-siap, terlihat jelas di wajahnya begitu sumringah, Willy sudah mengikhlaskan Zia menjadi milik Devan, rasa nya Willy sekarang menganggap Zia sebagai adiknya sendiri.Willy juga mencari cara agar kebencian sang mama pada Devan bisa berkurang, syukur-syukur bisa di hilang kan, karena jujur saja, Devan sampai sekarang belum tau apa yang menyebabkan sang mama masih begitu membenci Devan padahal tuan Amar mantan suaminya sudah meninggal dunia.
"Mau kemana Will?" tanya sang Mama
__ADS_1
"Eh ma.... Willy ada janji sama teman ma..
.pergi dulu ya!" pamit Willy sambil berlari kecil menuju ke luar rumah.
"Lho Will...sayang.....!" panggil sang Mama, namun Willy hanya melambaikan satu tangan nya dan berlalu masuk ke dalam mobilnya.
Anggela hanya geleng-geleng kepala, tak berapa lama ponselnya berbunyi, melihat siapa nama yang tertera di layar ponselnya Anggel tersenyum seketika,. dengan segera dia mengangkat panggilan di ponselnya.
"Ya....? apa kamu di Jakarta?" kata Anggela senang.
'Baiklah kita ketemu di sana!" lanjut Anggela.
"Kak Willy!!" panggil Zia
Willy berjalan menuju ke arah Zia dan Devan yang sudah duduk manis di sebuah kursi.
__ADS_1
"Hai kak!! apa kabar?" tanya Zia.
"Baik..kamu gimana? baikkan? bagaimana kabar keponakan ku hemmm?" tanya Willy
"Baik kak!"
"Apa kabar Devan?" tanya Willy.
"Baik!" jawab Devan singkat.
Akhirnya tanpa basa-basi, mereka bertiga bercerita ke sana kemari, lebih tepatnya Willy dan Zia yang lebih banyak bicara, Devan hanya sebagai pendengar nya sambil menggenggam tangan Zia, Willy yang menyadari hal itu hanya diam saja tapi dia merasa lega,Zia berada di sisi orang yang benar walaupun tak dipungkiri hati Willy masih merasa sakit karena Zia sudah menjadi milik orang lain, namun Willy berjanji pada dirinya sendiri,dia ingin berdamai dengan Devan dan saudara-saudaranya.
"Willy!!" panggil seseorang dengan sedikit meninggi kan suaranya.
"Ma-mama!!" saut Willy kaget karena di pergoki sang mama sedang makan siang bersama Devan dan Zia, dua orang yang sangat di benci mamanya.Tiba- tiba Devan berdiri dengan tangan gemetaran, matanya tiba-tiba terlihat ketakutan,dia memandang lekat ke arah belakang Anggela,
__ADS_1
'Dev....!"
bersambung