Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Awal kembali normal


__ADS_3

"Dev......!" panggil Zia ketika melihat Devan terlihat sembab keluar dari ruang kerjanya dan menuruni tangga menuju ke arah Zia.


"Zi.....!" ucap Devan sambil sedikit berlari dan memeluk tubuh kecil sang istri.


"Semua nya akan baik-baik saja!" kata Zia.


Romi dan Raksa tak lupa bertanya pada dokter yang baru saja mereka kenal,dan ternyata adalah dokter kenalan Tania yang cukup bisa di percaya.Dia menerangkan titik masalah nya pada Romi dan Raksa, ternyata menurut dokter Fahmi bukan hanya perbuatan dari Denada dan teman-temannya saja yang membuat Devan menjadi seperti ini, menjadi benci bahkan tidak mau disentuh oleh wanita, mungkin hal ini sudah tertanam sejak kecil karena perilaku sang mama yang tak terlalu dekat dan bahkan tanpa mau disentuh oleh Devan. hingga alam bawah sadar Devan mengatakan bahwa perempuan itu tidak baik!perempuan itu tidak mau disentuh, perempuan itu tidak membawa kebaikan untuk dirinya, semua itu berpuncak pada kelakuan Denada dan juga teman-temannya yang memperlakukan dia dengan tidak semestinya atau bisa di katakan buruk.


"Terimakasih dokter Fahmi semoga sesi berikutnya Devan akan lebih baik lagi,kami sangat berharap kepadamu dokter!" tutur Raksa sambil menjabat tangan dokter Fahmi, begitu pula dengan Romi.


"baiklah saya permisi dulu dan semoga di pertemuan berikutnya keadaan tuan Devan akan lebih baik lagi, saya akan menjadwalkan pertemuannya satu minggu lagi,dan seperti nya pertemuan dilakukan di rumah ini saja,karena saya merasa Tuan Devan sangat nyaman di rumah ini jadi beliau tidak perlu datang ke tempat praktek saya!" kata dokter Fahmi.


"Baiklah dokter terima kasih!" saut Raksa.


Setelah berpamitan pada semua orang, akhirnya dokter Fahmi di antar keluar oleh Tania.

__ADS_1


"Kamu gak mampir rumah! Chika pasti senang kamu datang!" kata dokter Fahmi


"Iya nanti aku usahakan mampir dan ketemu gadis kecil itu! anakmu sangat lucu!" kata Tania


"Kenapa tidak segera menikah saja?" lanjut Tania


"Emang kamu mau jadi calon nya?...." tanya dokter Fahmi yang memang sudah biasa berbicara seperti itu pada Tania,jadi Tania seakan sudah biasa dengan pertanyaan itu.


"Emang belum dapat calonnya?" tanya Tania.


"Kalau gitu aku daftar aja deh!!" kata Tania sambil mengedipkan sebelah matanya, dan di akhiri tawa mereka berdua secara bersamaan, tanpa di sadari mereka Raksa mendengar dan memperhatikan interaksi antara mereka berdua, Raksa harus segera kembali ke Perusahaan,karena nya dia menyusul mereka berdua ke depan.


"Ehem....ehem ....permisi, saya lewat dulu!" kata Raksa membuat Tania kaget dan mengigit bibirnya bawahnya, entah mengapa dia merasa takut kalau Raksa mendengar pembicaraan mereka di akhir perbincangan dia dan Fahmi,dia memang sudah berusaha melupakan Raksa dan rasanya hampir 50% dia bisa melakukan nya, namun saat berdekatan dengan Raksa seperti ini dia merasa usaha nya selama ini sia-sia saja.


"Eh tuan Raksa, silahkan....baik Nia,aku pulang dulu !" pamit dokter Fahmi pada Tania, yang hanya di balas dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa aku belum bisa merelakan dia sepenuhnya!'' batin Tania sambil memandang punggung Raksa yang menjauh dari nya.


"Ziiii....".panggil Devan, suaranya menggema di rumah besar yang memang tak banyak penghuni nya itu.


"Ya Dev, sebentar...aku sedang membuat jahe madu buat kamu!" saut Zia sambil sedikit berteriak dari arah dapur,di sana sudah ada bi Narti dan dua pembantu yang membantu Zia,.tak seperti biasa kalau ada banyak orang Devan tak akan mendekat, tapi kali ini Devan ikut bergabung dengan mereka, kedua pelayan yang tak pernah melihat Devan itu merasa terpesona dengan ketampanan Devan.


"Kenapa di sini Dev?" tanya Zia, Zia tak mau Devan tak merasa nyaman karena banyak orang.


"Zi... ngantuk...pengen tidur!" rengek Devan bahkan terlihat menggemaskan di mata Zia.


"Tidur? Ayuk!!" Ajak Zia


Mereka meninggalkan dapur dengan tatapan berbinar dari Bi Narti karena menyadari perubahan sikap Devan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2