
7 tahun telah berlalu.....
"Zia jangan lari......" teriak sang nenek.
"Zia bisa telat nek!...dadah ibu peri...dadah nenek!! " teriak Zia sambil berlari menuju ke sekolahnya.
Zia adalah sosok yang ceria dan suka menolong, setia hari dia berjalan kaki ke sekolah tanpa mengeluh sama sekali.
Rumah yang di tempati Kinan dan bu Kasih kini menjadi milik Rania, karena suami Rania membelinya tapi Rania ikut bersama sang suami jadi rumah tersebut masih di tempat i oleh Kinan dan bu Kasih.
Rania yang mendapat suami yang cukup berada tidak mengijinkan Kinan dan bu kasih membayar uang sewa, begitu juga dengan suaminya yang memang sangat dermawan.Bu Kasih sudah jarang sekali ikut ke pasar, Kinan yang bekerja di pasar sekarang, Kinan terkenal wanita yang sangat jujur dan bicara apa adanya, apalagi sepulang sekolah Zia akan ke pasar dan membantu ibunya jika dagangan nya belum habis.
Bagaimana dengan kehidupan Kanaya? beberapa bulan lalu Kinan tak sengaja bertemu Kanaya, namun Kanaya heran dengan keadaan Kinan, Kinan berubah bukan seperti kakaknya yang dulu di anggap menyebalkan dan sangat cerewet dan ceria, dia suka sekali bermain-main dan berputar-putar di sekitar Kanaya.
Kala itu Kanaya sedang bersama calon suaminya di depan sebuah minimarket, Kinan hanya diam saja melihat gerak-gerik Kanaya, Kanaya yang belum menyadari semuanya tetap sibuk dengan belanjaannya, sampai kata-kata Fredo menyadarkan nya.
"Ini terima!" kata Fredo pada Kinan.
Karena melihat ke arah Kanaya terus Fredo mengira Kinan sebagai pengemis, Fredo memberikan se kresek makanan dan beberapa jajan yang ada di tangannya, karena dia memang tak membawa uang cash. Kanaya yang melihatnya kaget, dia melihat sang kakak dengan baju yang sedikit lusuh, Kinan memang baru saja keliling menjajakan kuenya yang tidak laku di pasar tadi.
melihat Kanaya masuk ke mini market, Kinan menunggu hampir Setengah jam lebih hanya untuk melihat Kanaya.
"Ini ambil! gak papa" kata Fredo dengan senyuman nya.
Bukannya memandang Fredo yang memberikan sesuatu padanya, Kinan justru melihat ke arah Kanaya, namun dia bukan Kinan yang dulu, yang akan berjingkrak ria jika melihat Naya pulang sekolah di masa Sekolah Dasar, yang akan berputar-putar ria ketika Naya menjahilinya dengan kain merah menyala, Kinan rindu dengan Kanaya tapi bagaimana mengekspresikan nya Kinan tak tau.
Setelah Kinan menerima kresek belanjaan tersebut, Fredo menarik tangan Kanaya dan menjauh dari sana dengan mobil miliknya.Kinan sedikit berlari mengejar mobil yang di tumpangi Kanaya, dari spion sebelah kiri ya Kanaya bisa melihat kakaknya berlari mengejar nya, air matanya keluar, bagaimana dia tau kalo Kinan sangat menyayangi nya,dia rasanya ingin memeluk sang kakak tapi keegoisan nya masih lebih tinggi dari rasa sayangnya.
"Kenapa sayang?"
__ADS_1
"Gak! hanya kasihan sama mbak yang tadi!"
"Iya sayang! dia ngeliat kamu terus tadi! kayak kenal mungkin sama kamu!"
"mungkin!"
Kanaya dan Kinan memang berbeda walaupun mereka satu ibu kandung, kulit kanaya lebih putih karena menurun sari sang ibu namun wajahnya persis seperti ayahnya, sedangkan Kinan kulit sawo matang nya di turunkan dari sang ayah dan wajahnya lembut seperti ibunya.
Setelah pertemuan dengan Kanaya beberapa bulan lalu hampir setiap hari di siang hari, Kinan melewati mini market tersebut berharap bisa bertemu dengan Kanaya.
"Kinan......ini semuanya di bungkus ya..ibu ada acara dadakan nanti sore...!"
"Jangan bu...jangan ..gak enak...kalo sore di makan!"
"Masak rotinya juga gak enak?" kata si ibu, dia senang membeli di Kinan,kuenya enak dan orangnya jujur.
"Kue enak....ya enak ..ini...ini... jangan...jangan!" kata Kinan sambil menunjuk beberapa gorengan yang dia goreng dari pagi, kalo di makan sore makan rasanya tak seenak di makan sekarang.
"Terimakasih...ibu.. terimakasih ibu......" begitulah Kinan dia banyak di senangi banyak orang di daerah pasar dimana dia jualan, walaupun tak sedikit yang kurang suka dengan dirinya. masih banyak orang-orang yang tak paham dengan kondisinya, masih banyak orang yang tak tau apa itu sindrom Asperger yang dia derita, semua orang yang tak tau hanya penyebut dia sebagai wanita idiot.
Di tempat lain.....
"Pak orang suruhan saya melihat wajah gadis dalam sketsa ini di Jakarta pak!" kata Edo.
"Benarkah Do?" kata lelaki tersebut dengan senang, ya Pras lelaki yang dulu tega memperkosa Kinan karena tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol nyatanya masih mencari-cari Kinan setelah 7 tahun lamanya.
Setelah anak buahnya Edo mengobrak-abrik isi rumah bu Kasih dan menemukan sebuah tespek bergaris dua, dia menyakini bahwa gadis yang dia perkosa sedang hamil saat itu.
"Cari lebih detail dimana dia tinggal Do!! Ooh Tuhan kabulkan doaku!!"
__ADS_1
"Baik Pak!"
"Siapapun kamu!! Semoga kita bertemu lagi!! aku akan meminta maaf atas segalanya! dan bila benar kamu hamil anak ku! aku akan bertanggungjawab atas semuanya!"
gumamnya.
"uhuk...uhuk...uhuk...." suara seorang wanita terbatuk.
Pras masuk ke dalam kamar menghampiri suara tersebut.
"Ros....kamu sudah minum obat?" tanya Pras.
"Sudah...."
" besok saatnya ke dokter"
"Sudah aku tidak apa-apa! bagaimana? aku dengar Edo datang!"
"Dia melihat gadis itu di Jakarta!"
"Benarkah? semoga segera bertemu dia Pras!"
"Sudahlah istirahat ya..!"
Rosita adalah istri dan juga sahabatnya, mereka sudah menikah 12 tahun yang lalu, namun karena memang Rosita sakit dia tak diijinkan dokter untuk hamil, apalagi mereka menikah karena permintaan kekasih Pras kala itu yang meninggal karena kecelakaan.
Rosita dan Pras akhirnya menikah di usia Pras yang sudah kepala 3 dan karena mereka sahabat Pras menjaga Ros dengan baik, mereka terlihat seperti kakak beradik daripada suami dan istri, pernah Rosita meminta cerai karena tak ingin mengekang hidup Pras, namun Pras sudah membekukan hatinya untuk seorang wanita sejak kematian Erin kekasih nya. jadilah mereka hidup berdampingan tanpa rasa cinta sebagai seorang wanita dan pria hanya kasih sayang adik dan kakak yang mereka miliki, apalagi Rosita paham betul bahwa hidupnya hanya tergantung dari obat-obatan tersebut.
Hidup memang Tuhan yang mengaturnya, kita hanya di tugaskan menjadi pemeran sebaik-baik yang kita bisa, mencoba berbahagia, mencoba berbagi suka cita dengan orang-orang yang menyayangi kita,agar kehidupan yang kita jalani lebih bermakna.
__ADS_1
bersambung