
"Pagi Dev!" sapa Zia dengan riang, Devan hanya terdiam melihat Zia sudah berada di kamarnya dengan ekspresi wajah yang biasa, seperti tak terjadi apa-apa di antara mereka tadi malam.
"Zi.....'' panggil Devan sambil menatap lekat ke arah Zia.
"Ya?"
Hening...... Devan hanya menatapnya tanpa mengeluarkan suaranya, Tiba-tiba saja Zia salah tingkah sendiri, entah sejak kapan Zia sering salah tingkah bila di pandang oleh Devan, Tapi Zia cukup tau diri, dia tak ingin jatuh cinta pada Devan, tujuannya hanyalah menyembuhkan trauma Devan seperti perintah Raksa,sampai ketukan pintu terdengar..
"Den.... Non... sarapan nya sudah siap!" kata bi Narti.
"Iya bi....bentar lagi!" teriak Zia.
"Ayo..kita makan!" ajak Zia.
"Zi....bisakah..... bisakah emmm kau menggandeng ku turun!" ucap Devan semakin lirih, senyum Zia seketika tertib, dia merasa Devan punya kemampuan dan kemauan untuk sembuh dari masa lalunya.
"Ayo.....makan yang banyak ya hari ini!" kata Zia sambil melingkarkan tangannya di lengan Devan.
"Zi.....jangan begini....aku meminta di gandeng saja!" kata Devan sambil berusaha melepaskan tangan Zia dari lengannya.
"Aku maunya gini aja Dev, dah yuukk nanti telat ke kantor!" ajak Zia sambil sedikit menarik tangannya Devan. Akhirnya Devan hanya bisa mengikuti apa kemauan Zia pagi ini, nampak di ruang makan sudah ada Romi yang duduk dengan santainya,ya setelah beberapa hari ditinggal Raksa, Romi mempunyai dua pekerjaan yaitu menjadi asisten Devan di kantor dan kadangkala harus mengurusi restoran milik Raksa yang juga menjadi miliknya.
__ADS_1
"pagi Zia cute" sapa Romi seperti biasa, dia sangat senang melihat Zia tersipu apabila Romi sedang menggoda nya.
"Pagi Rom!" saut Zia
"cie cie pak Bos mesra amat pagi ini?!!" goda Romi pada Devan, sedang kan Devan hanya memutar bola matanya saja dengan godaan Romi ya memang sudah sangat biasa dia dengar kan.
"Hari ini kita ada meeting, jadi aku bawa aja ke restoran!" kata Romi yang tiba-tiba serius,
"Atur saja jam meeting nya, hari ini nyonya Kinan pulang!" kata Devan.
"Dev mama Dev.... panggil mama!" kata Zia membenarkan panggilan untuk mamanya.
"iya mama...Zi??!"
"Rom, apa ada kabar hari ini dari Raksa?" tanya Devan.
"Dia sedang sibuk bertemu dengan dokter yang akan mengoperasi kaki Zidan, dia baik-baik saja!" saut Romi.
"Makan ini Dev!" kata Zia sambil mengambil udang kremes dan ditaruh di piring Devan.
"Tapi aku tidak suka Zi" saut Devan.
__ADS_1
"Makan Papa Baby!! biar anaknya senang!" kata Zia
"Kamu yang senang kan!!??" ucap Devan terlihat kesal.
"Emang iya...hihihihi!" kata Zia di akhir i dengan cekikikan tak berhenti.
Romi terlihat senang melihat Devan dan Zia pagi ini,bukan karena apa-apa, namun perubahan sikap Devan yang terlihat tidak menolak di gandeng oleh Zia,dari meja makan Romi memperhatikan semuanya dan dia merasa senang bahwa Devan kemungkinan bisa disentuh oleh Zia. biar bagaimana pun juga Romi juga mengetahui tentang drama yang tidak di ketahui oleh orang lain, Romi merasa prihatin dengan perlakuan orang tersebut terhadap Devan hingga menjadikan trauma yang mendalam di dalam hidup seorang Devan.
Romi berharap ini bukan hanya sekedar impiannya sesaat, dia ingin melihat Devan bahagia selamanya sama halnya dengan keinginan Raksa dan sang papa yang lebih dahulu meninggalkan mereka.
''Sudah saatnya kamu bahagia Dev!" gumam Romi lirih hanya dalam hatinya sambil tersenyum melihat mereka berdua.
bersambung...
BANYAK BANGET KERJAAN AKU AKHIR-AKHIIR INI ...DARI PAGI BUTA SAMPAI MALAM PUKUL 10, MAU LANJUT NULIS TENAGA UDAH LOW......"LAGI JAGA KESEHATAN BANGET DI ZAMAN YANG SEPERTI INI,KALAU SAKIT SUSAH DITERIMA RUMAH SAKIT'
RINDU UP DATE TIAP HARI,TAPI GAK BISA....
SEMOGA KALIAN MASIH SETIA SAMA NOVEL KU WALAUPUN UP NYA NGASAL AJA WAKTUNYA....
SEKALI LAGI MAKASIH.....
__ADS_1
mulai diusahakan up rutin kok....😁😁