Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Zia,obat untuk Devan


__ADS_3

Devan tenang dalam tidurnya, setelah Raksa memberikan obat penenang pada Devan, Zia yang baru saja mendapatkan cerita dari Romi dan Raksa menangis sesenggukan di samping Devan, entah mengapa dia begitu membenci wanita yang bahkan baru satu kali dia temui. Zia seakan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Devan kala itu, remaja 12 tahun kala itu sudah mendapatkan pelecehan seksual bahkan dari 3 wanita sekaligus,di mana salah satunya adalah orang yang sangat ia kenal yaitu adik dari mama kandungnya sendiri.


Zia akhirnya menelpon dokter Tania dan menanyakan kepada dokter Tania apakah dokter Tania mempunyai teman seorang psikologi yang bisa dipercaya, untuk menangani kejiwaan Devan dan tentu saja untuk mengobatinya, Zia mau Devan sembuh. dia menceritakan kejadian hari ini kepada dokter Tania, dokter Tania begitu sangat kaget karena dia pun tahu kisah tentang tiga sahabatnya tersebut, dokter Tania yang sekarang sudah bekerja di rumah sakit di Singapura segera terbang ke Indonesia untuk melihat keadaan Devan juga untuk menemui teman sekolahnya yang kebetulan adalah spikolog dan berjenis kelamin seorang laki-laki.


Beberapa jam telah berlalu, namun Zia setia menanti bangunnya Devan di sampingnya, ya....saat ini Zia sudah tidur di samping Devan, karena perutnya merasa kram bila terus duduk di samping kasur Devan.Karena lelah akhirnya Zia ikut tertidur di samping Devan.


Devan membuka matanya perlahan, dia melihat ke arah perut nya yang terasa berat, ternyata tangan Zia sedang memeluknya erat.


"Hiks....hiks..... maafkan aku Zi!!" ucap Devan pelan, air matanya mengalir,dia ingat penolakan yang dilakukan nya di cafe itu, seketika badannya bergetar mengingat wanita yang dia lihat setelah bertahun-tahun tak pernah dia temui.


"Dev.....!' panggil Zia yang terbangun ketika merasakan tubuh Devan bergetar.


"hiks....hiks......!" hanya suara tangisnya yang di dengar Zia.

__ADS_1


"Dev!! sini...lihat...lihat aku!!! ini Zia Dev......ini Zia! hiks ..hiks ...!" Zia berusaha mendudukkan Devan di depannya dan mendongakkan kepalanya melihat Zia


"Ini Zia.....!!'' kata Zia lagi.


"Zi......!" ucap Devan lirih...


"Zi...maaf!" lanjut Devan.


"Iya Dev...kamu harus kuat!!! lihat aku!!! kamu harus kuat seperti papa!! papa Amar!!!'' ucap Zia setelah melepaskan pelukannya dan meletakkan kedua tangannya di kedua pipi Devan.


"Iya.....aku harus kuat!!" ucap Devan.


"Kita ke dokter ya.... please...demi aku dan dedek!" kata Zia, namun Devan mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Please Dev.....demi dedek!! ya...ya....ya...!' bujuk Zia, dia tau dari Romi dak Raksa kalau Devan tak ingin bertemu dengan dokter.Devan menantap ke perut Zia yang mulai membuncit.


"Mau? nanti kita temui dokter Tania!" kata Zia


"Tania?" mendengar nama orang yang di kenali nya akhirnya Devan mengangguk.


"Dokter Tania punya teman yang bisa bantu kamu nanti! mau ya Dev!!"


"Ya Zi...aku mau!!!" ucap Devan lagi dan kembali terbaring,namun kali ini dia menjadikan paha Zia sebagai bantal nya, dia memeluk perut Zia, sesekali mencium perut Zia yang terbungkus bajunya.


'Kamu harus sembuh Dev!!! aku akan membuktikan pada mereka yang menyakiti kamu!! bahwa kamu baik-baik saja!Aku tak akan lagi membiarkan mereka menyakiti mu Dev! sekalipun itu adalah ibu kandungmu sendiri Dev!!!' batin Zia sambil terus mengelus rambut Devan.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2