Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Detik-detik.........


__ADS_3

"Deeev......" dari Zia dari teras belakang rumah mereka, nampak Devan,Raksa dan juga Romi sedang berbincang di ruang tengah mereka membicarakan sebuah pekerjaan, Tasya yang berada di dapur menemani bi narti juga sangat kaget! ya sekarang kehamilan Zia memasuki bulan ke-9 dan memang dokter sudah mengatakan bahwa beberapa hari ini Zia siap-siap untuk melahirkan,setelah pernikahan Raksa dan Tania beberapa waktu yang lalu kini Tania diterima menjadi seorang dokter kembali di rumah sakit yang dulu pernah memperkerjakan dirinya, mereka sepakat untuk tinggal satu rumah dengan Devan dan juga Romi,hanya tinggal Romi yang belum menikah dengan Tasya namun lamaran sudah dilakukan beberapa saat setelah pernikahan Raksa dan juga Tania, Romi dan juga Tasya dipaksa untuk tinggal bersama mereka, itu semuanya adalah ide Raksa agar terus bisa mengawasi kedua adiknya itu.


"Zia!!' pekik Devan.


"Sayang...hiks....sakit!!!"


"Apa?? oohh tidak!! Zia mau melahirkan!!' teriak Romi yang ikut berlari tadi, dia bahkan terlihat sangat cemas lebih dari wajah yang ditunjukkan Devan pada Zia.


"Mobil...mobil...mobil Romi;" teriak Raksa yang juga ikutan panik.


Devan pada akhirnya membopong Zia keluar dari rumah dan memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh Romi begitupula dengan raksa yang juga ikut masuk, Romi sebelumnya memerintahkan Tasya untuk mengambil tas yang berisi pakaian untuk persiapan persalinan Zia yang memang sudah disiapkan sebelumnya,Tasya dan Bi narti menuju ke rumah sakit mengikuti mobil yang membawa Zia ke rumah sakit dengan menggunakan sopir.


sesampainya di rumah sakit,ketiga lelaki yang tak berpengalaman itu bukannya bertindak cepat memanggil dokter atau barang kali salah satu dari mereka berlari mengambil kursi roda,namun mereka bertiga malah sibuk dengan Zia, kanan dan kiri dari tubuh Zia sudah terdapat Raksa dan juga Devan, sedangkan Romi berada di belakang nya sambil memegang bahu Zia dengan mulut yang tak berhenti berkata-kata.

__ADS_1


"Kita harus bagaimana Sa???" kata Devan bahkan terdengar seperti sebuah teriakan.


"Mana gue tau!!!" jawab Raksa ikutan panik


"Sudah!! cepat kita bawa Zia masuk!!" kata Romi melerai.


Karena panik! otak buntu Romi malah memarkirkan mobilnya jauh dari pintu utama rumah sakit, hingga membuat mereka sedikit jauh berjalan.Entah kebetulan atau apa, dari jauh nampak seseorang berlari membawa kursi roda.


kata orang tersebut sambil membuka kursi roda lipatnya, dia adalah Willy, Lelaki yang telah menganggap Zia sebagai adiknya sendiri, ketika hendak keluar dari rumah sakit selintas dia melihat ketiga nya sedang memapah Zia dengan ekspresi kesakitan di wajah Zia, tanpa berpikir panjang dia mengambil kursi roda yang memang tersedia disana.


"Willy!!!" ucap mereka bertiga serempak,ya... tiba-tiba mereka merasa bodoh telah membiarkan Zia menahan sakit saat berjalan.


"Kak....!" ucap lirih Zia, melihat Zia pucat Willy berusaha menenangkan Zia.

__ADS_1


"Ini akan baik-baik saja Zia!!" ucapnya sambil mengelus kepala Zia.


"Romi... lari!!! kabari dokter,biar mereka menyiapkan ruang bersalin!" perintah Willy.


"Ehh iya....!" saut Romi sambil berlari.


"Biar aku urus pendaftaran nya!" kata Raksa melihat Zia sudah bersama Devan dan Willy.


"Devv.....sakit!!!'' ucap Zia menahan kontraksinya berulang kali muncul.


"Bertahan sayang!!!" ucap Devan, sambil terus mengengam tangan Zia, sedangkan Willy mendorong kursi roda Zia.Akhirnya Zia masuk ke dalam ruang bersalin, dan dengan perdebatan sengit dengan dokter, akhirnya Raksa, Romi dan Devan memaksa masuk menemani Zia, bahkan para suster di buat heran dengan keberadaan mereka, Romi di sebelah kiri Zia dengan memegang tangan nya erat sambil mengelus kepala Zia,sedangkan Devan sedikit menunduk di sisi kanan Zia sambil terus menciumi wajah Zia guna menenangkan sang istri, dan Raksa tak percaya akan keberadaan Devan di ruang bersalin, dia hanya berjaga-jaga kalau terjadi apa-apa pada Devan.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2