
Setelah acara sarapan selesai, Romi dan Devan segera pamit untuk ke kantor.
"Baik-baik di rumah ya Cute!" ucap Romi sambil mengacak rambut Zia, kebiasaan Romi setelah kehamilan Zia, Zia hanya tersenyum.
"Ingat!! jangan capek-capek,dan jangan menyusul Mama,aku sudah perintah orang untuk menjemput Mama dan bi Ola!" kata Devan setelah Romi melangkah menjauhi Zia.
"Iya.... hati-hati dijalan!" kata Zia.
Akhirnya Zia memilih membantu bi Narti, sedangkan Tasya sedang ke pasar membeli beberapa bahan makanan yang di minta oleh bi Beberapa saat kemudian mama Kinan datang bersama bi Ola, Zia menyambut kedatangan sang mama dengan senang hati.
"Mama....!" panggil Zia dengan sedikit berjalan cepat, sedangkan mama Kinan masih memandangi setiap sudut umah tersebut.
"Ma....mama..!" panggil Zia lagi.
'' ini bukan rumah mas Pras!" katanya
"Ini rumah Zia ma....!" jelas Zia, mama Kinan mengelengkan kepalanya cepat
"Gak...gak....gak mau!!! mama gak mau di sini!!...balik...ayo bi...balik!!'' ajak Mama Kinan yang membuat Zia dan bi Ola serta bi Narti panik, bi Ola berusaha memegangi tangan mama Kinan agar tak pergi, namun Mama Kinan tetap saja memberontak dan tak mau tinggal di sana. Mang Karyo, supir di rumah tersebut terpaksa ikut memegangi tangan Mama Kinan, karena takut Nona mudanya yang sedang hamil terkena imbas dari berontak nya sang Mama.
tut.....tut.....tut..... suara panggilan telepon Zia yang tak kunjung di angkat oleh Devan. Namun setelah 3kali mencoba Devan mengangkat nya.
__ADS_1
"Hallo....!"
"Dev..... Mama Dev!! aku gak tau harus bagaimana!"
"Kata kan dengan pelan Zi!" kata Devan di mana sekarang dia sedang ada di ruang meeting.
"Mama.... berontak Dev, dia gak mau tinggal di sini!! Gimana Dev?" ucap Zia panik, entah mengapa karena melihat Mama nya yang tak bisa tenang Zia ikut tak bisa berpikir jernih.
"Aku pulang sekarang!" Devan menutup sambungan teleponnya.
"'Meeting kita tunda! Rom...ayo pulang!" pinta Devan, semua orang merasa kaget, bagaimana tidak! tidak biasa seorang Devan menerima panggilan telepon ketika meeting,dan tidak biasa seorang Devan meninggalkan meeting yang masih setengah jalan. setelah kepergian Devan dan Romi, banyak dari mereka yang menerka apa yang terjadi.
"Mungkin dari istrinya!'
"Waah beruntung sekali istrinya!"
"Iya ..tuan Devan biasanya sangat dingin dengan semua orang, bahkan dia di sebut-sebut alergi wanit!"
Begitulah perbincangan mereka setelah kepergian Devan dan Romi.Sedangkan Devan yang sedikit berlari menuju ke mobilnya, di susul oleh Romi yang sudah menghubungi seorang supir kantor untuk membawa mobil mereka.Setelah beberapa menit di perjalanan, sampai lah mereka di rumah, terdengar suara wanita meminta di lepaskan dan terdengar juga suara -suara bujukan.
"Romi....!" ucap Devan sambil memandang ke arah Romi yang sangat di Ketahui kode dari Devan.
__ADS_1
"Bu Kinan!.....'' panggil Romi sambil memegang tangan Mama Kinan dan membawanya duduk di sofa.
"Ini bukan rumah mas Pras..bukan ..bukan...!" kata Mama Kinan
"Bu Kinan!....mau ke rumah mas Pras?" ucap Romi lembut, tentu saja Romi juga tau bagaimana keadaan dari Mama Kinan.
"Ya... rumah mas Pras...mau....mau..mau!!" jawab Mama Kinan.
"Okey...kita berangkat sekarang! okey?" kata Romi bersemangat diikuti oleh Mama Kinan yang juga bersemangat.
Akhirnya mereka bersiap-siap, karena melihat Zia yang Sudah terlihat lelah, Devan meminta Zia untuk tidak ikutan mengantar sang Mama.
"Tapi Dev......! ucapan Zia terhenti ketika Devan menatapnya dingin.
"Kita akan memikirkan kelanjutan Mama nanti!okey... sekarang istirahat lah!" kata Devan setelah sampai di kamar mereka.
"Dev......"
"hemmm!"
"Aku mau di peluk!"...ucap Zia
__ADS_1
"Eh ... A-apa Zi!!?